Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Tragedi Arema vs Persebaya

Dukung Pemulihan, Tim Trauma Support Mobility Siap Bantu Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan

Tim Trauma Support Mobility dikerahkan untuk bantu proses pemulihan trauma kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Arie Noer Rachmawati
Tribun Jatim Network/Purwanto
Supoter Arema FC, Aremania memberikan dukungan kepada tim kesayangannya saat melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Menko PMK Prof Dr Muhadjir Effendy MAP memberi pembekalan pada Tim Trauma Support Mobility di sebuah ruang di Basement Dome UMM, Kamis (6/10/2022).

Selain dari Tim UMM ada tim dari dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang, HIMPSI Malang, Save the Children, Maharesigana UMM dan MDMC.

Juga ada Pusat Layanan Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim, Universitas Merdeka, Universitas Brawijaya, perwakilan dari BTS ARMY Help Center Indonesia yang akan mendukung proses trauma support.

"Saya berterima kasih karena respons cepat untuk pemulihan psikologi untuk tragedi Kanjuruhan," kata Muhadjir saat membuka acara.

Sebab jumlah korban sangat. Yang meninggal 131 orang, yang dirawat di RS ada 30 dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga: Kisah Suporter Evakuasi Bripka Andik di Tragedi Kanjuruhan: Paling Mencolok, Gate 12-14 Orang Numpuk

Baca juga: Posko Trauma Healing Tragedi Kanjuruhan Malang Dibuka, Korban Bisa Dapat Pendampingan Psikolog

"Kalau korban fisik kan mudah diukur. Masalahnya cidera mental psikologi. Hanya bisa melihat gejala-gejalanya. Tapi tidak tahu bagaimana dalamnya jiwa-jiwa dari keluarga korban masing-masing," jelasnya.

Ia mencontohkan beberapa waktu lalu saat bertemu ayah korban yang dua anaknya meninggal dunia di kantor Kecamatan Lowokwaru.

Ia tidak menduga bapak itu pingsan saat bertemu dengannya.

Saat menceritakan itu, Muhadjir menyeka air matanya karena bisa merasakan apa yang dirasakan bapak tersebut yang ditinggal anaknya.

Maka perlu juga trauma healing menyasar pada keluarga korban yang tidak menonton bola namun anak-anaknya menjadi korban di kejadian itu.

Muhadjir juga mendorong perguruan tinggi berkontribusi untuk melakukan pendampingan lebih masif.

Baca juga: Masih Belum Kuat, Curhat Pilu Ibu Najwa Korban Tragedi Kanjuruhan Malang, Menyesal Izinkan Anak

Muhadjir juga menyatakan jika dana siap pakai (DSP) di pemerintah daerah yang bisa dialokasikan. 

Dana ini ada di APBD sebesar dua persen yang bisa dipakai untuk itu.

"Termasuk salah satunya untuk memberikan santunan kepada keluarga dan kegiatan trauma support ini. Dana desa juga bisa," kata dia.

Ditambahkan, Tragedi Kanjuruhan Malang adalah bencana sosial yang sifatnya non-diskriminasi.

Maka semua harus ikut memberikan bantuan. 

Muhadjir mengatakan warga Malang sangat well educated sehingga cepat merespons kejadian sehingga membantu menangani permasalah lebih cepat. 

Berita tragedi Arema vs Persebaya lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved