Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Kota Kediri

Kelola Bank Sampah, Wali Kota Kediri Launching Aplikasi Laku Pandai dan e-Bank Sampah

Untuk mengelola Bank Sampah, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melaunching aplikasi Laku Pandai dan e-Bank Sampah.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar meluncurkan aplikasi Laku Pandai dan e-Bank Sampah di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Senin (31/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar meluncurkan aplikasi Laku Pandai dan e-Bank Sampah di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Senin (31/10/2022).

Aplikasi tersebut menjadi solusi pengelolaan sampah di Kota Kediri.

Kegiatan ini dihadiri Pimpinan Bank Jatim Cabang Kediri Teguh Sunyoto, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Fadlilatul Taufany, dan perwakilan Tim Peneliti Harriot Watt University Inggris Thomas Wagner.

Saat peluncuran juga diserahan gawai dari Bank Jatim untuk mendukung pengelola bank sampah di Kota Kediri guna mendukung aplikasi Laku Pandai.

Ada 10 penerima, yaitu pengelola Bank Sampah Sri Wilis Pojok, pengelola Bank Sampah Sekar Arum Pojok, pengelola Bank Sampah Melati Sukorame, pengelola Bank Sampah Hijau Daun Bujel, pengelola Bank Sampah Sumber Rejeki Bandar Lor, pengelola Bank Sampah Ridhlo Berkah Bandar Kidul, pengelola Bank Sampah Dewi Sekartaji Mojoroto, pengelola Bank Sampah Teratai Ngadirejo, pengelola Bank Sampah Makmut Mulyo Rejomulyo, dan pengelola Bank Sampah Berseri Burengan.

Abdullah Abu Bakar menjelaskan, tidak terlambat kalau saat ini memulai aplikasi bank sampah. Karena sampah di Kota Kediri maupun di daerah lain masih menjadi permasalahan yang tidak bisa ditinggalkan.

"Bahkan di berbagai tempat menjadi permasalahan utama,” ungkapnya.

Kota Kediri telah mencanangkan untuk mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sementara untuk mewujudkan zero waste city, Kota Kediri  harus bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat. Karena tidak mungkin setiap tiga tahun sekali harus membeli lahan untuk tempat pembuangan sampah.

Diharapkan ada perubahan pola pikir masyarakat supaya tidak nyampah.

"Karena gampang sekali orang buang sampah, ditambah lagi sampahnya tidak bisa didaur ulang,” imbuhnya.

Diungkapkan, dalam pembuatan e-Bank Sampah bekerja sama dengan ITS dan Harriot Watt University. Program ini akan dikembangkan sampai tahun 2024.

Baca juga: Isuzu Serahkan 1 Unit Mobil Operasional Kepada Bank Sampah Latanza di GIIAS 2022

Pada prinsipnya, pengelola bank sampah sudah tidak melakukan pencatatan secara manual menggunakan kertas, karena dapat hilang. Sehingga aplikasi membantu sekali agar bukti transaksi tetap tersimpan dengan baik.

Abdullah Abu Bakar menjelaskan, supaya programnya multiguna, Bank jatim juga punya program yang bernama Laku Pandai. Jadi Bank Sampah di Kota Kediri ini bisa jualan pulsa, membayar BPJS melalui aplikasi dan akan mendapatkan fee.

"Saya harap ini bisa menjadi nilai lebih untuk mendongkrak perekonomian dari Bank Sampah,” ujarnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Kediri

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved