Berita Viral
Gelagat Aneh Budiyanto, Paman Keluarga Tewas di Kalideres, Jual Rumah Sang Kakak hingga Ada Ritual
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Budiyanto Gunawan menunjukkan gelagat aneh. Mulai dari menjual rumah sang kakak hingga ada ritual yang dilakukan.
TRIBUNJATIM.COM - Sudah hampir tiga pekan penyelidikan kasus kematian satu keluarga di sebuah rumah di Kalideres, Jakarta Barat masih belum menemukan titik terang.
Hingga kin, polisi masih belum bisa menyimpulkan terkait penyebab kematian satu keluarga di Kalideres.
Namun, Polda Metro Jaya menemukan fakta baru di tengah proses penyelidikan kasu kematian satu keluarga di Kalideres.
Salah satu korban tehas yang diektahui bernama Budiyanti disebut aktif melakukan sebuah ritual.
Fakta tersebut terungkap berdasarkan keterangan dari para saksi hingga bukti-bukti yang ditemukan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya di lokasi.
"Bahwa ada kecenderungan salah satu keluarga yang dominan, yang mengarah kepada Alm Budiyanto, bahwa yang bersangkutan memiliki sikap positif terhadap aktivitas ritual tertentu," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam keterangannya, Selasa (29/11).
Hengki menuturkan bahwa ada kepercayaan di keluarga tersebut untuk melakukan ritual guna membuat kondisi menjadi lebih baik.
Namun, polisi tidak menjelaskan secara rinci ritual yang dijalankan Budiyanto dan keluarganya.
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dari hasil pemeriksaan ahli psikolog forensik, diduga kuat tiga anggota keluarga lainnya mengikuti aktivitas ritual yang dijalankan Budiyanto Gunawan.
Ketiganya adalah Rudianto Gunawan (71) bersama istrinya Renny Margaretha (68) dan putri mereka Dian Febbyana (41).
"Hal ini mengakibatkan adanya suatu belief (kepercayaan) dalam keluarga tersebut bahwa upaya untuk membuat kondisi lebih baik atau mengatasi masalah dalam keluarga dilakukan melalui ritual tertentu," kata Hengki Haryadi, Selasa (29/11/2022).
Keyakinan Budiyanto menganut kepercayaan ritual tertentu diperkuat dengan ditemukannya sejumlah benda berupa buku-buku lintas agama serta mantra dan kemenyan di dalam rumah tersebut.
Sejumlah mantra ditemukan polisi dari dalam rumah dan ditulis di kain.
"Di kain, ada beberapa. Diduga mantra," ujar Hengki Haryadi saat dihubungi, Rabu (30/11/2022).
Atas temuan tersebut polisi akan memanggil ahli sosiologi agama untuk meneliti korelasi buku mantra dan kemenyan dengan aktivitas ritual yang dijalankan keluarga Kalideres tersebut.
"Kami akan mengundang ahli sosiologi agama untuk melakukan analisa lebih lanjut terhadap tulisan yang ada di dalam buku serta hubungannya dengan temuan jejak benda-benda di TKP," kata Hengki.
dalam buku serta hubungannya dengan temuan jejak benda-benda di TKP," pungkas Hengki.
Gelagat Aneh Budiyanto
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Budiyanto Gunawan memiliki gelagat aneh.
Kombes Hengki Haryadi mengatakan Budiyanto suka menjual aset kakaknya.
Ia sempat menjual mobil, motor, pendingin ruangan, kulkas, blender, dan televisi.
Selain itu, sertifikat rumah atas nama Renny Margareta Gunawan juga turut dijual Budiyanto.

Hal tersebut terungkap dari keterangan tiga mediator jual beli rumah yang kerap dihubungi Budiyanto Gunawan.
"Kemudian dia (yang dihubungi Budiyanto) mengajak rekannya yang sama-sama mediator penjualan rumah. Nah saat itu, Budiyanto menghubungi ketiga saksi dengan sangat proaktif untuk menjual rumah tersebut," ujar Hengki Haryadi.
Dalam kasus ini, polisi juga menemukan gelagat aneh Budiyanto.
Budiyanto menyebut bau yang menyeruak di rumahnya merupakan bau got yang belum dibersihkan.
Padahal bau itu merupakan bau mayat kakak iparnya, Renny Margaretha.
Hal ini diketahui saat satu mediator jual beli rumah dan dua pegawai koperasi simpan pinjam mendatangi rumah korban dan masuk ke dalamnya.
Ketiganya mulai mencium bau busuk saat berada di dalam rumah.
Saat ditanyakan, Budiyanto menjawab bau got yang belum dibersihkan.
Lantas, ketika diperlihatkan sertifikatnya, diketahui pemiliknya adalah Renny Margareta.
Namun, saat ditanya di mana sang pemilik rumah, sang anak yang bernama Dian menyebut jika ibunya sedang tertidur di dalam.
Anehnya, Dian melarang ketiga orang tersebut untuk menyalakan lampu.
Dian beralasan, ibunya sensitif terhadap cahaya.
Saat masuk kamar, bau busuk sangat terasa.
"Kemudian pegawai koperasi simpan pinjam ini mengajak agar diantarkan masuk ke dalam kamar, begitu pintu kamar dibuka, pegawai tersebut masuk dan menyeruak bau yang lebih busuk," ujar Hengki.
Hengki menuturkan, pihak koperasi sempat membangunkan sang ibu untuk mengecek sertifikat tersebut.
Namun, tak ada respons yang diterimanya.
Saat menyalaka lampu ponsel, pegawai kaget lantaran Renny sudah menjadi mayat.
Setelah menyelesaikan proses gadai, mereka lalu keluar rumah.
Budiyanto pun mengejar dan berkata, "Tolong pak, jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan ke pihak RT atau warga. Tolong."
Petugas koperasi dan dua mediator tersebut kemudian tak melaporkan kasus tersebut.
Sementara itu, polisi menjelaskan semua spekulasi terkait kematian satu keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat.
Hal itupun berkaitan dengan keluagr tersebut menganut aliran atau paham tertentu.
Saat ini, pihak kepolisian menyebut masih meneliti soal dugaan apapun termasuk soal penyebab kematian dengan motif satu keluarga tersebut.
Seperti diketahui, kasus kematian satu keluarga di Kalideres Jakarta Barat menimbulkan berbagai spekulasi jika keluarga tersebut menganut paham-paham terentu.
Terkait itu, Polda Metro Jaya menanggapi soal dugaan-dugaan yang dikaitkan dengan kematian keluarga di Kalideres tersebut.
Saat ini, pihak kepolisian menyebut masih meneliti soal dugaan apapun termasuk soal penyebab kematian dengan motif satu keluarga tersebut.
"Masih dalam penelitian. Ini kan ada dua penyebab kematian dan motif," kata Hengki Haryadi kepada wartawan.
Hengki tak mau berspekulasi terkait penyebab kematian satu keluarga tersebut. Hingga kini, semuanya masih diteliti oleh penyidik.
"Motif sedang didalami sama-sama bersama psikologi forensik. Sekarang sedang diautopsi psikologi secara komprehensif," ungkapnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Berita Kalideres lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com