Berita Arema

Tolak Lanjutan Liga 1 2022 Pakai Sistem Bubble, Aremania: Biarlah Kami Dihukum, Suporter Lain Jangan

Aremania menolak lanjutan Liga 1 2022-2023 digelar dengan sistem bubble: "Biarlah kami yang dihukum, suporter lain jangan".

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Taufiqur Rohman
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Aremania menolak lanjutan Liga 1 2022-2023 digelar dengan sistem bubble: "Biarlah kami yang dihukum, suporter lain jangan". 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Lanjutan Liga 1 putaran pertama musim 2022/2023 dengan sistem bubble mendapatkan penolakan tegas dari Aremania yang tergabung dalam posko Tim Gabungan Aremania (TGA).

Aremania dengan tegas menolak sistem bubble, agar suporter dari klub lain dapat bebas mendukung tim kesayangan dalam berlaga baik kandang maupun tandang.

Dengan besar hati, Aremania meminta kepada PSSI agar Aremania saja yang dihukum dan menerima sanksi untuk tidak mendukung dan menyaksikan Arema FC berlaga.

Seperti diketahui, imbas dari Tragedi Kanjuruhan, Aremania telah dihukum untuk tidak bisa menyaksikan Arema FC hingga akhir musim nanti.

Baca juga: Jadwal Padat Arema FC di Lanjutan Liga 1 2022-2023: Waktu Recovery Cuma 3 Hari

"Di sini Aremania tetap berjiwa besar. Kejadian Kanjuruhan Liga 1 biarlah kami yang dihukum,"

"Hukuman ini tetap kami jalani. Biar kami yang dihukum. Biarkan saudara kami, suporter-suporter lain untuk mendukung timnya," ucap Dirigen Aremania, Yuli Sumpil, diambil dari pernyataan sikap TGA pada Minggu, (4/12/2022) malam.

Yuli tidak ingin ada klub lain menerima hukuman seperti yang dirasakan oleh Arema FC dan Aremania.

Pentolan Aremania itu menginginkan lanjutan kompetisi Liga 1 tetap berjalan dengan semestinya tanpa menggunakan sistem bubble.

Agar suporter lain tetap bisa menyaksikan dan mendukung tim kebanggaannya berlaga baik kandang maupun tandang.

"Biarkan sepak bola Indonesia berjalan dengan semestinya. Luka ini, sanksi ini, biar Aremania yang menerima."

"Biarlah kami yang berjuang untuk mencari keadilan,"

"Biarkan hak saudara kami, suporter yang lain bisa menonton dengan keadaan yang aslinya."

"Jangan sampai karena kami suporter lain kena getahnya."

"Resiko ini kami tanggung, apapun keadaannya kami tetap berjuang, karena inilah kami Aremania," ujar Yuli.

Yuli juga menyampaikan, bahwa Aremania saat ini sedang fokus untuk mencari keadilan, agar Tragedi Kanjuruhan dapat diusut sampai tuntas.

"Biarlah kami berjuang untuk mencari keadilan sampai tuntas."

"Jangan sampai ada tim lain dihukum karena Aremania dan Arema," tandasnya.

Ikuti berita seputar Arema FC

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved