Berita Jatim

Idap Penyakit Batu Ginjal dan Asam Urat, Berkat JKN Pengobatan Suryanto Terjamin

Berulang kali pasien batu ginjal itu umengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dengan adanya JKN.

Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Idap penyakit batu ginjal dan asam urat, berkat JKN pengobatan Suryanto terjamin 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI – Mengidap dua penyakit sekaligus tentu tidak mudah bagi Suryanto (52).

Di usianya yang lebih dari setengah abad ini, Suryanto mengidap penyakit batu ginjal dan asam urat.

Pernah menjalani operasi batu ginjal dua tahun yang lalu, hingga menggunakan metode Shock Wave Lithotripsy (SWL) ketika batu ginjal itu tumbuh kembali, ia bersyukur semua biayanya ditanggung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Sudah tiga tahunan saya sakit batu ginjal. Asam urat lebih lama lagi, sekitar lima tahunan. Operasi batu ginjal dua tahun yang lalu lancar, tetapi jarak tiga bulan saya periksakan tumbuh lagi, kemudian dirujuk untuk SWL. Tiga bulan yang lalu hasil SWL bersih apa belum nanti dilihat lagi, kalau belum bersih SWL lagi. Yang dulu pengobatannya gratis, yang SWL juga gratis,” ujar Suryanto sambil menunggu atrean pemeriksaan asam uratnya.

Warga Kabupaten Kediri ini mengatakan, operasi dan SWL yang telah dilakukan hanya untuk batu ginjal di bagian ginjal sebelah kanan.

Batu ginjal di bagian ginjal sebelah kiri kemungkinan akan dilakukan SWL kembali setelah ginjal sebelah kanan sembuh.

“Batu ginjal saya ini kanan dan kiri. Yang kanan ditangani dulu sampai sembuh, setelah itu yang kiri, insyaAllah mungkin nanti SWL juga. Operasi dua tahun lalu itu operasi besar, sebelah kanan saja. Tetapi dari awal sudah tahu kalau batu ginjalnya di kanan dan kiri, tetapi yang besar ditangani dulu, yang kanan,” terangnya.

Selama menjalani berbagai pengobatan, Suryanto mengaku mendapatkan pelayanan yang baik.

Dirinya tidak dibedakan dengan pasien umum.

Sehingga bapak dua orang anak ini yakin menggunakan JKN. Tak dapat memungkiri, dengan kondisinya saat ini, apalagi Suryanto sudah tidak bekerja, ia merasa susah apabila tidak ada Program JKN.

“Pelayanannya baik, saya ditangani dengan baik. Tidak dibedakan dengan pasien umum, ya ditangani sama. Saya sudah membuktikan waktu saya operasi batu ginjal. Orang kecil kalau sakit akan susah kalau tidak ada JKN. Mau berobat sendiri kan perlu biaya banyak sekali. Adanya JKN ini sangat membantu sekali untuk orang seperti saya ini,” ujarnya.

Berulang kali Suryanto mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dengan adanya JKN.

Menurutnya, pengobatan yang berlanjut tidak mudah dan tidak murah biayanya tanpa JKN.

“Terima kasih sekali kepada Pemerintah. Saya bersyukur kepada Allah, alhamdulillah saya terbantu. Belum sembuh total tetapi sudah merasa terbantu. Karena saya merasa usia saya sudah lanjut, perlu pengobatan, dan pengobatan itu tidak mudah, kalau tanpa JKN juga biayanya mahal. Tidak mudah dan tidak murah. Saya juga pernah operasi katarak dua kali pakai JKN, gratis. Kalau biaya sendiri mungkin bisa sampai puluhan juta,” pungkasnya.

Baca juga: Dorong perusahaan Ikut GN Lingkaran, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Disnakertrans Jatim

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved