Liga 2 2022 Dihentikan

CEO Gresik United Curhat ke Menpora, Berharap Ada Titik Terang Usai Liga 2 Dihentikan

CEO Gresik United Muhammad Allan menemui Menpora Zainuddin Amali di Jakarta. Inginkan adanya solusi dari penghentian Liga 2.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Taufiqur Rohman
Kompas.com
CEO Gresik United, Gus Allan (kiri) bersama Menpora Zainuddin Amali (tengah). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - CEO Gresik United Muhammad Allan menemui Menteri Pemuda Olahraga (Menpora), Zainuddin Amali di Jakarta.

Pertemuan ini juga diikuti perwakilan sejumlah klub lainnya, mereka menginginkan adanya solusi dari penghentian kompetisi Liga 2 beberapa waktu lalu.

Perwakilan klub Liga 2 seperti Bekasi City FC, Semen Padang, dan lainnya mengaku meminta bantuan serta solusi ke Kemenpora.

Para petinggi klub merancang strategi, dan bersatu bagaimana kompetisi tersebut dilanjutkan kembali.

Pria yang akrab disapa Gus Allan ingin mencari solusi mengenai kekecewaan klub Liga 2 yang tidak bisa melanjutkan kompetisi karena dihentikan di tengah jalan.

"Mumpung masih di Jakarta sekalian bersilaturrahmi ke Menpora, dan mencari solusi soal keberlangsungan Liga 2."

"Kami ingin mendengar langsung arahan dari bapak Menpora bagaimana liga ini tetap dilanjutkan," ujar Gus Allan, Selasa (17/1/2023).

Gus Allan mengatakan, dalam pertemuan kurang dari satu jam itu Menpora berjanji segera membuat agenda rapat untuk mencari solusi keberlangsungan kompetisi Liga 2 ke PSSI.

Menpora berjanji memberikan jawaban secepatnya permasalahan yang dialami klub liga 2.

"Mudah-mudahan curahan hati kami dengan klub Liga 2 yang lain segera ada titik terang," kata dia.

Seperti diketahui, permasalahan ini mencuat saat PSSI mengundang meeting owner klub liga 2 pada 14 Desember 2022. Dari pertemuan itu, muncul dua surat.

Baca juga: Arema FC Minta Maaf, Imbas Tragedi Kanjuruhan Liga 2 dan Liga 3 Dihentikan

Pertama, klub menghendaki kompetisi tetap dilanjutkan dengan sistem buble (sentralisasi).

Kedua, klub meminta kompetisi tidak dilanjutkan dengan tanda tangan dugaan dipalsu.

Atas dasar itu, sejumlah klub Liga 2 merasa tidak menandatangani kompetisi berhenti.

Namun, sebaliknya klub menginginkan kompetisi dilanjutkan sampai selesai.

Bahkan, untuk mendukung itu masing-masing klub membuat pernyataan kekecewaan kompetisi Liga 2 dihentikan.

Ikuti berita seputar Liga 2

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved