Berita Viral
Tak Cuma Chat GPT, Deretan Program Perangkat Lunak Artificial Intelligence Ini Juga Buatan OpenAI
Ternyata tak cuma Chat GPT, deretan program perangkat lunak Artificial Intelligence ini juga buatan OpenAI (perusahaan asal Amerika Serikat).
TRIBUNJATIM.COM - Chat GPT disebutkan bekerja seperti sistem pencarian seperti Google, namun berbentuk chat
Platform Chat GPT ramai dibicarakan di media sosial Twitter.
Chat GPT disebutkan bekerja seperti sistem pencarian seperti Google, namun berbentuk chat. Sehingga pengguna seperti tengah bertukar pesan.
Apa itu ChatGPT?
Chat GPT adalah sebuah perangkat lunak berbentuk chatbot yang dikembangkan oleh OpenAI.
Sementara itu, GPT dalam Chat GPT merupakan singkatan untuk Generative Pre-trained Transformer.
Dikutip dari Fast Company, istilah ini merujuk pada kemampuan teknologi untuk memahami dan menghasilkan serangkaian ide kompleks.
Dilatih dengan teknik pembelajaran mesin
OpenAI menyatakan bahwa model Chat GPT mereka dilatih menggunakan teknik pembelajaran mesin yang disebut Reinforcement Learning from Human Feedback (RLHF).
Selain itu, Chat GPT juga dapat dioptimalkan melalui fine-tuning dengan cara menambahkan data latih yang spesifik untuk tugas tertentu, sehingga hasilnya lebih akurat.
Bisa berbagai bahasa
Chat GPT dilatih dengan menggunakan milyaran kalimat dari berbagai sumber, sehingga model ini dapat menangkap berbagai gaya bahasa dan konteks percakapan.
Masih punya keterbatasan
Beberapa sumber mengungkap bahwa chatbot milik OpenAI ini masih berpotensi menampilkan data yang salah, memberikan informasi yang bias, ataupun memberikan jawaban yang salah.
“Chat GPT terkadang menulis jawaban yang terdengar masuk akal, tetapi sebenarnya salah atau tidak masuk akal," tulis OpenAI pada laman resminya pada 30 November 2022.
Menurut laporan perusahaan finansial asal Swiss, UBS, terdapat 13 juta pengguna yang mengakses Chat GPT per hari pada Januari 2023.
Angka tersebut menunjukkan Chat GPT tampaknya berhasil memikat hati pengguna.
Tak bisa dipungkiri, banyaknya jumlah pengguna per hari itu dapat terjadi lantaran kemampuan yang ditawarkan ChatGPT.
Untuk diketahui, ChatGPT adalah program perangkat lunak berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) berupa chatbot (robot percakapan).
ChatGPT merupakan chatbot AI yang dikembangkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat, OpeAI.
Program AI ini telah dirilis OpenAI sejak 30 November lalu.
Sejak dikenalkan pertama kali, kemampuan Chat GPT langsung bisa dijajal oleh semua pengguna.
Dirancang OpenAI melalui pemodelan bahasa (language model) terlatih, Chat GPT mampu memberi tanggapan atau respons atas aneka informasi (bisa perintah atau pertanyaan) yang diajukan pengguna seperti sedang bercakap dengan sesama manusia.
Lewat kemampuan tersebut, Chat GPT akhirnya bisa viral seperti saat ini.
Di sisi lain, dari segi pengembangan program AI, sebetulnya OpenAI tidak hanya membuat Chat GPT.
Lantas, apa saja program AI buatan OpenAI?
Bila tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, berikut KompasTekno rangkumkan beberapa program AI buatan OpenAI yang tak kalah menarik dari Chat GPT.
Program AI buatan OpenAI
Pada 31 Januari 2023, OpenAI merilis AI Text Classifier.
Program ini diluncurkan sebagai salah satu solusi OpenAI untuk mengatasi kekhawatiran atas potensi hasil olahan ChatGPT yang diklaim sebagai karya tulis pribadi.
AI Text Classifier adalah program yang diklaim bisa mendeteksi apakah suatu karya tulis dibuat pengguna dengan menggunakan program AI seperti ChatGPT atau memang murni tulisan pribadi mereka.
Untuk menentukan orisinalitas karya tulis bukan dari program AI, AI Text Classifier bakal membandingkan teks yang diinput ke dalamnya dengan beragam teks lain yang ada di internet.
Sayangnya, tingkat keberhasilan mendeteksi dari alat ini hanya sekitar 26 persen.
2. Dall-E
OpenAI juga membuat Dall E, sebuah mesin pembelajaran yang bisa mengolah data teks untuk dikonversi menjadi gambar.
Proyek Dall E dimulai pada 2021 sebagai hasil pengembangan lanjutan dari GPT-3 (generasi ketiga). Dall E dapat menghasilkan gambar dari sekumpulan data teks yang dimasukkan pengguna.
Akurasi dan resolusi gambar yang bisa dihasilkan Dall E terus ditingkatkan hingga dirilisnya Dall-E 2 pada 6 April 2022.
3. Codex
Ketiga, OpenAI juga memiliki mesin pembelajaran bernama Codex.
Secara konsep, Codex bisa dibilang mirip dengan GPT atau Dall-E.
Bedanya, Codex bisa memproses teks atau bahasa natural menjadi kode pemrograman.
Codex dirilis pada 10 Agustus 2021 melalui program API ( Application Programming Interface ) dari OpenAI yang berada di platform GitHub Copilot.
Lewat API Codex di GitHub Copilot itu, pengguna bisa membuat kode pemrograman dari bahasa umum atau alami.
Demikianlah deretan program AI buatan OpenAI yang tak kalah menarik dari ChatGPT, meliputi Codex, AI Text Classifier, dan Dall-E.
Sebagai informasi tambahan, ketiga program AI buatan OpenAI tersebut bisa diakses secara umum dan gratis.
Apa Itu ChatGPT dan OpenAI?
Dihimpun dari sejumlah sumber, ChatGPT merupakan semacam robot percakapan (chatbot) yang dapat mensimulasikan percakapan layaknya berbincang dengan manusia asli.
Robot dan teknologi ini merupakan produksi dari perusahaan OpenAI.
OpenAI merupakan perusahaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Perusahaan ini didirikan oleh orang terkaya di dunia, Elon Musk, pada 2015.
Namun, Musk saat ini diketahui telah keluar dari perusahaan tersebut.
Sementara itu, GPT dalam ChatGPT merupakan singkatan untuk Generative Pre-trained Transformer.
Dikutip dari Fast Company, istilah ini merujuk pada kemampuan teknologi untuk memahami dan menghasilkan serangkaian ide kompleks.
Dengan demikian, Chat GPT merupakan produk dari OpenAI yang memungkinkan pengguna untuk bercakap-cakap atau menanyakan apa pun.
Sedangkan OpenAI merupakan perusahaan yang memproduksi teknologi tersebut.
Bagaimana Cara Menggunakan Chat GPT?
Sekilas, penggunaan Chat GPT tidak berbeda jauh dengan mesin pencarian Google sebab pengguna dapat mengetikkan ataupun bertanya apa pun di Chat GPT.
Namun, sebelum menggunakannya, Anda memerlukan akun terlebih dahulu yang dapat didaftarkan pada laman chat.openai.com.
Apabila Anda tidak ingin mendaftarkan akun ke Chat GPT OpenAI, Anda dapat pula login menggunakan akun Google atau Microsoft yang sudah Anda miliki.
Setelah itu, Anda diminta untuk memasukkan nomor telepon guna mendaftar ke OpenAI sekaligus mendapatkan nomor konfirmasi.
Kemudian, Anda akan diberitahukan sejumlah aturan, cara OpenAI mengumpulkan data, hingga cara pengguna mengirimkan umpan balik (feedback).
Setelah seluruh proses registrasi berakhir, Anda akan melihat tampilan semacam kotak teks di bagian bawah halaman untuk mengetikkan sebuah pertanyaan.
Anda dapat mencoba menuliskan seperti “Jelaskan bagaimana gempa bumi terjadi”.
Dalam Chat GPT, model pertanyaan tersebut akan mendapatkan informasi yang lebih detail dan lengkap daripada sekadar menuliskan “bagaimana gempa bumi terjadi”.
Hal ini disebabkan Chat GPT didesain seolah menjadi teman yang serbatahu.
Namun, beberapa sumber mengungkap bahwa chatbot milik OpenAI ini masih berpotensi menampilkan data yang salah, memberikan informasi yang bias, ataupun memberikan jawaban yang salah.
Keterbatasan ini pun diakui oleh OpenAI dalam laman resminya.
“ChatGPT terkadang menulis jawaban yang terdengar masuk akal, tetapi sebenarnya salah atau tidak masuk akal," tulis OpenAI pada 30 November 2022 lalu.
Meskipun begitu, kehadiran ChatGPT dinilai sebagai terobosan inovatif oleh sejumlah penggemar teknologi.
Bahkan, beberapa ahli memperkirakan jika ChatGPT berpeluang menggeser Google sebagai mesin pencarian ternama di dunia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Berita Jatim dan Berita Viral lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ilustrasi-Chat-GPT-Plus-Apa-bedanya-dengan-Chat-GPT-biasa.jpg)