Berita Viral
Diming-iming Jadi Operator Komputer, PMI Indramayu Disekap di Myanmar, Rela Jalan Kaki untuk Lolos
Inilah kisah para pekerja migran Indonesia atau PMI saat disekap. Awalnya mereka dijanjikan pekerjaan sebagai operator komputer di Myanmar.
TRIBUNJATIM.COM- Inilah kisah para pekerja migran Indonesia atau PMI saat disekap.
Awalnya mereka dijanjikan pekerjaan sebagai operator komputer di Myanmar.
Mereka harus berjuang setengah mati untuk lolos dari penyekapan.
Tiga pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Indramayu, Jawa Barat, akhirnya lolos dari penyekapan di Myanmar.
Kini mereka berada di Shelter KBRI Bangkok di Thailand.
Ketiga TKI asal Indramayu yang selamat tersebut adalah Susrendi (31) warga Kecamatan Patrol, Yogi (27) warga Kecamatan Anjatan, dan Irgi Prastiyo (19) warga Kecamatan Anjatan.
Mereka pun membagikan kabar lolos tersebut kepada Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).
Namun permasalahan tersebut tidak berhenti di situ.
Walau berhasil keluar dari perusahaan, mereka terlantar di Myanmar. Beruntung lokasinya berada di perbatasan Thailand. Mereka lalu menyeberang ke negara tersebut dan berupaya mencari pertolongan.
Karena tidak memiliki biaya, mereka harus berjalan kaki mencari lokasi KBRI Bangkok di Thailand. Meski demikian, ketiganya sekarang sudah aman dan sudah berada di Shelter KBRI setempat.
Baca juga: Kepulangan PMI Banyuwangi Disiksa Belum Pasti, Keluarga Berencana Jenguk ke Malaysia
Di sisi lain, Juwarih menjelaskan, selama penyekapan kondisi mereka mengkhawatirkan. Karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak keluarga memutuskan untuk membayar uang tebusan kepada pihak perusahaan agar mereka bisa lolos.
Diberitakan sebelumnya, penyekapan yang dialami para TKI itu terjadi setelah mereka diiming-imingi bekerja menjadi operator komputer.
Namun, sesampainya di penempatan kerja, mereka disekap oleh perusahaan yang dijaga ketat oleh orang-orang bersenjata dan berseragam militer.
Perusahaan itu mempekerjakan para korban secara paksa untuk online scam selama 17 jam kerja per hari. Mereka juga memperlakukan para korban dengan kasar dan dengan tindakan kekerasan fisik dan psikis, bahkan terjadi pemukulan hingga penyetruman.
Selain ketiga TKI asal Indramayu, masih ada puluhan TKI lainnya yang masih disekap.
Total ada 20 orang yang melapor ke SBMI. "Jadi itu mereka beda gedung. Teman-teman yang dari Indramayu ini berada di gedung yang lain," ujar dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita 3 TKI Indramayu Lolos Penyekapan di Myanmar, Jalan Kaki ke Thailand hingga Bayar Kompensasi"
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-ruangan-gelap-tempat-penyekapan.jpg)