Berita Mojokerto

Pemkab Mojokerto Bersiap Normalisasi Sungai Avour, Berikut 7 Titik yang Jadi Sasaran

Pemkab Mojokerto mulai melakukan persiapan normalisasi sungai Avour yang menjadi pemicu banjir.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/Mohammad Romadoni
Ilustrasi Normalisasi sungai di wilayah Kabupaten Mojokerto 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pemkab Mojokerto mulai melakukan persiapan normalisasi sungai Avour yang menjadi pemicu banjir.

Selain sungai avour di Modongan yang menjadi wewenang PU SDA Provinsi Jatim, Pemda juga melakukan upaya dengan normalisasi sungai di wilayahnya.

Normalisasi itu diprioritaskan di tujuh desa yang dilewati sungai Avour Wonoayu kurang lebih sepanjang 8,8 kilometer yang berada di wilayah Kecamatan Gedeg-Jetis.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman menjelaskan persiapan normalisasi mulai dilakukan menyusul datangnya musim kemarau.

"Kita sudah persiapan dengan koordinasi dengan Camat hingga Pemdes terkait normalisasi di Gedeg hingga Kecamatan Jetis," jelasnya saat dikonfirmasi Tribun Jatim melalui seluler, Minggu (21/5/2023).

Ia mengatakan normalisasi akan dilaksanakan di sepanjang aliran sungai Avour Wonoayu yang membentang dari tujuh desa di wilayah Gedeg- Jetis.

Baca juga: Banjir Luapan Sungai Avour Merendam Puluhan Rumah di Kota Mojokerto, Aktivitas Warga Terganggu

"Sasaran normalisasi Avour Wonoayu tujuh desa yakni di Kecamatan Gedeg, Desa Batankrajan, Pagerejo dan Balongsari. Sedangkan di Kecamatan Jetis, Desa Ngabar, Penompo, Canggu dan Desa Jetis," bebernya.

Ia mengungkapkan normalisasi di Avour Wonoayu dilakukan lantaran daerah tersebut menjadi langganan banjir yang merendam areal persawahan.

"Dari kajian memang daerah situ seringkali langganan banjir yang mengarah ke persawahan sehingga kita segera lakukan normalisasi saat musim kemarau ini," ungkapnya.

Menurut dia, rencananaya normalisasi akan dilaksanakan dalam waktu dekat Mei-Juni 2023. Estimasi pengerjaan normalisasi membutuhkan waktu kurang lebih sekitar dua bulan.

"Normalisasi Avour Wonoayu kemungkinan dua bulan karena bertahap dari 7 desa itu kalau panjang alirannya sekitar 8,8 kilometer," ucap Rois.

Pihaknya juga telah melakukan rapat berkoordinasi bersama Pemdes dan Camat untuk segera memulai normalisasi sungai.

"Paling tidak bulan ini mulai dikerjakan normalisasi bersamaan musim kemarau," terangnya.

Ditambahkannya, selain tujuh titik normalisasi sungai Avour juga akan dilakukan penanganan di waduk Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong.

"Sasaran normalisasi lainnya adalah waduk di Desa Banyulegi, Dawarblandong dan beberapa saluran irigasi yang dilaksanakan menunggu musim tanam ini," pungkasnya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved