Berita Viral

Sekilas Terlihat Seperti GubuK Reyot, Rumah Berdinding Bambu Ternyata Berintrior Mencengangkan

Sekilas rumah ini tampak seperti gubuk reyot. Saat masuk ke dalamnya, orang akan dibuat takjub.

Tayang:
Editor: Januar
Facebook
Rumah yang terlihat seperti gubuk reyot 

TRIBUNJATIM.COM- Sekilas rumah ini tampak seperti gubuk reyot.

Saat masuk ke dalamnya, orang akan dibuat takjub.

Ternyata interior di dalamnya malah mencengangkan.

Kisah rumah mungil nan unik ini dibagikan oleh pengguna akun Facebook Juvelyn Esgana.

Dilansir dari Tribun Style, dari luar rumah terlihat sangat sederhana dengan dinding gedek atau anyaman bambu.

Selain menggunakan dinding dari gedek, rumah itu juga berpintukan kayu triplek.

Untuk atapnya, tak terlihat barisan genteng, melainkan hanya seng yang diletakkan di kayu-kayu yang melintang.

Menambah kesan reyotnya, pada beberapa bagian ditempel kertas bekas kalender.

Lantai luar pun terlihat masih belum menggunakan keramik, sehingga pemilik harus siap sedia sandal.

Rumah unik ini diduga berlokasi di Filipina.

Rumah reyot yang unik
Rumah reyot yang unik (Facebook)

Lalu, alangkah terkejutnya begitu pintu dibuka, dalam rumah tertata sangat rapi dan indah.

Seperti memasuki ruangan yang berbeda, rumah kecil dengan luas 3,6 meter X 2,4 meter ini ditata cantik.

Dinding anyaman bambu sudah ditutup dengan kain-kain seperti gorden yang menjuntai dari atas hingga bawah.

Kemudian sang pemilik juga memasang lampu yang terang juga tanaman artificial.

Baca juga: Nelayan ini Ternyata Ayah Artis, Bahagia Meski Rumah Gubuk Reyot, Anak Haru: Abah Tidak Pernah Lupa

Terdapat sebuah kasur untuk tempat tidur dan bangku panjang untuk bersantai.

Tak hanya itu saja, beberapa pot tanaman ditempatkan di dalam ruangan kecil itu untuk menambah kesan asri.

Sepasang meja dan kursi belajar bertengger dengan cukup rapi.

Pemilik memilih warna pastel untuk mengecat barang-barang interiornya.

Lantainya juga sudah tak lagi dari tanah, kini berubah corak kayu.

Sebuah lemari dua pintu diletakkan di dalam ruangan mungil itu, yang mana penuh dengan baju juga sepatu wanita.

Jika lampu utama dimatikan, maka akan terlihat barisan lampu kecil yang menyala dengan cantik.

Rumah ini hampir senasib dengan rumah berdinding seng milik orang di Malaysia.

Rumah petak yang berisi perabotan mewah dan ruangannya pun menggunakan AC.

Tidak hanya itu saja, bagian kamar mandinya juga didominasi dengan warna emas.

Walaupun terlihat kecil, namun sang pemilik rumah sangat pandai dalam menata seluruh barang yang ada di dalamnya.

Kesan mewah dan nyaman sangat terasa pada video room tour rumah kecil tersebut.

Kisah lainnya soal rumah sederhana juga terjadi di tempat lainnya.

Inilah kisah pemuda yang nikahi janda 42 tahun.

Usia keduanya terpaut 15 tahun.

Seusai menikah, mereka berdua tinggal di gubuk reyot.

Putri sambungnya membongkar perlakuan sang ayah tiri kepada dirinya.

Perbedaan usia yang cukup jauh tak menghalangi kebahagiaan pasangan asal Vietnam ini.

Terpaut usia 15 tahun hingga perbedaan status justru bukan masalah bagi pasangan bernama Tien dan Kham.

Dilansir dari TribunTrends, Tien merupakan seorang pemuda berusia 27 tahun yang menikahi janda bernama Kham yang berusia 42 tahun.

Kham sendiri sebelumnya pernah menikah dan memiliki anak.

Namun ia tidak lagi melanjutkan rumah tangganya dengan sang suami.

Sampai suatu ketika, ia bertemu dengan Tien yang usianya terpaut cukup banyak dengannya.

Kehidupan Tien dan Kham setelah menikah jauh dari kata lebih.\

Pasangan ini tinggal di sebuah rumah yang luasnya hanya beberapa meter persegi di tengah hutan yang jauh dari keramaian.

Bukan rumah permanen, bangunannya hanya terbuat dari bambu dan kayu

Tien dan Kham juga tidak memiliki tanah untuk digarap sebagai sumber uang mereka.

Pasangan ini bekerja sebagai buruh upahan.

Mereka juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai pengumpul kulit jambu mete.

Kham sendiri diketahui sudah memiliki anak sebelum menikah dengan Tien.

Anak pertamanya kini sudah berusia 16 tahun, hanya beda 10 tahun dengan ayah sambungnya.

Kendati kehidupan mereka cukup sulit, Kham dan Tien tetap bahagia dan harmonis.

Rumah yang lebih mirip gubuk reyot tersebut jauh dari kata layak.

Di dalamnya tidak barang berharga hingga kasur untuk tidur.

Hanya ada dua sepeda tua di depan rumah yang diduga merupakan warisan keluarga.

Saat ada yang berkunjung ke rumahnya, Tien buru-buru memperkenalkan diri.

"Saya Tien, usia 27 tahun, tahun ini. Ini istri saya (menunjuk Kham), namanya Kham, 15 tahun lebih tua dari saya. kami adalah suami dan istri, bukan saudara," ujar Tien, seperti TribunTrends kutip dari eva.vn, Sabtu (26/5/2023).

Pria berusia 27 tahun tersebut kemudian menjelaskan soal pekerjaannya.

"Saya dan istri mengumpulkan kulit kacang mete untuk dijual dan uangnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pekerjaan yang saya jalani ini memang tidak sulit dan tidak melelahkan, tapi membutuhkan ketelitian. Hasil dari penjualannya juga tidak begitu banyak," beber Tien.

Tien mengaku kalau ia sebenarnya ingin merantau untuk memperbaiki hidup namun terhalang biaya.

"Saya sangat ingin merantau jauh untuk bekerja. Tetapi untuk pergi ke kota dan mencari pekerjaan, saya tidak memiliki sepeda motor. Saya juga tidak punya uang untuk naik bus," ujar Tien.

Gaji sebagai buruh dan mengumpulkan kulit kacang mete selama ini hanya cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan membayar sekolah anak-anak.

Kham pun menjelaskan seperti apa pekerjaan yang ia tekuni bersama suami ini.

Ternyata pemilik usaha akan memberinya kacang mete setiap minggu untuk dikupas.

Perusahan tersebut nantinya juga akan menimbang dan membayar kulit mete yang dikumpulkan oleh Kham.

"Uang tersebut akan saya belikan beras, ikan, dan daging, serta untuk membayar sekolah anak-anak. Ada masa di mana perusahaan tidak memiliki barang sehingga saya dan suami harus pergi ke hutan untuk mencari bahan pangan agar bisa kami makan. Ini membuat saya sedih, tapi tidak ada cara lain untuk membuat hidup saya lebih baik," tutur Kham.

Kham yang merupakan seorang janda ini mengaku pernah menikah dan memiliki anak.

Setelah menjanda, ia bertemu dengan Tien yang masih sangat muda.

Pemikiran hingga kondisi ekonomi yang sama membuat mereka cocok hingga menjadi suami istri.

Anak sulung Kham, Lien Thien, yang berusia 16 tahun pun membeberkan seperti apa perlakuan ayah tirinya.

"Saya putus sekolah dan tidak bekerja. Saya hanya di rumah untuk membantu orangtua. Usia saya hanya 10 tahun lebih muda dari ayah tiri. Saya tahu, ayah tiri saya sangat mencintai dan menyayangi ibu. Saya selalu ingin mereka hidup bahagia dan harmonis," tutur anak sulung Kham.

Kham sendiri saat ini hanya menginginkan sesuatu yang sederhana.

Ia hanya ingin memiliki kamar mandi dan dapur di rumahnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved