Ibadah Haji 2023
Pemerintah Pastikan Akan Badalkan Haji Jemaah Wafat dan Sakit, Begini Ketentuannya
Pemerintah memastikan akan badalkan haji jemaah yang wafat dan sakit, begini ketentuan lengkapnya.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Laporan Langsung Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika
TRIBUNJATIM.COM, MADINAH - Direktur Bina Haji Kementerian Agama, Arsad Hidayat mengatakan, untuk jemaah haji Indonesia yang meninggal sebelum puncak haji, akan dibadalkan oleh pemerintah.
"Kita dari pemerintah menyiapkan nanti siapa yang berhak untuk mendapatkan badal haji," kata Arsad, sapaan akrabnya, Kamis (15/6/2023).
Adapun jemaah yang berhak mendapatkan badal haji, yakni mereka yang meninggal dunia setelah masuk asrama haji sampai menjelang pelaksanaan wukuf.
Jemaah lainnya yang berhak mendapatkan badal haji yakni mereka yang sakit.
Kondisinya mungkin cukup parah, sehingga tidak bisa dimobilisasi.
“Nah itu bisa juga masuk kategori (dapat badal haji), orang yang dirawat di rumah sakit, yang kalau dicopot alatnya (infusnya) bisa terjadi kondisi fatal,” paparnya.
Sedangkan untuk jemaah yang demensia, kata dia akan dilihat kondisinya. Jika memungkinkan akan dituntun puncak haji, jika tidak, akan dibadalkan.
Ia meminta jemaah untuk menjaga kondisi kesehatannya agar bisa melaksanakan rangkaian rukun dan wajib haji. Selain itu, ia mengimbau jemaah menyimpan tenaga.
Baca juga: VIRAL Jemaah Haji Stroke Sembuh usai Minum Air Zamzam 3 Hari, Bahagia Nyaris Tak Percaya: Mukjizat
Seiring mendekati puncak haji, tingkat kepadatan (jemaah) semakin tinggi, maka jemaah disarankan untuk tidak terlalu banyak aktivitas.
“Silakan melaksanakan aktivitas ibadah di hotel atau di masjid-masjid yang terdekat dengan jemaah haji tersebut,” urainya.
Arsad mengatakan, untuk menekan angka kematian jemaah, PPIH mencoba mendekatkan pelayanan kesehatan kepada jemaah melalui layanan satelit yang ada di hotel.
"Jadi bukan lagi di sektor ya. Kami buka di setiap hotel. Mereka (jemaah) turun dari kamar ke lantai paling bawah ada di situ layanan satelit,” tambahnya.
Baca juga: SOSOK Jemaah Haji Termuda 2023 di Indonesia, Daftar Sejak TK, Diharap Jadi Sahabat Lansia
Ia menyebut, ini merupakan langkah yang positif, langkah maju sebagai upaya menekan angka kematian yang terus naik.
Menurut Arsad, tenaga kesehatan sudah melakukan upaya antisipasi agar tidak terjadi kegawat daruratan.
“Kami upayakan maksimal,” tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-Jemaah-haji-Indonesia-yang-sakit-dan-mendapatkan-perawatan-di-KKHI-Madinah-2023.jpg)