Berita Surabaya

Peringati Bulan Bung Karno, GMNI Surabaya Gelar Pentas Seni dan Diskusi Budaya

Dalam rangka memperingati bulan Bung Karno, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya menggelar serangkaian keg

Penulis: Zainal Arif | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/ZAINAL ARIF
Keluarga Besar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya di Warung Mbah Cokro Jemursari Surabaya, Minggu (18/6/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Zainal Arif

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dalam rangka memperingati bulan Bung Karno, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya menggelar serangkaian kegiatan kesenian dan diskusi budaya di Warung Mbah Cokro Jemursari Surabaya, Minggu (18/6/2023).

Kegiatan ini sengaja diinisiasi untuk mengangkat pemikiran Bung Karno tentang Trisakti, yang menekankan pentingnya kebudayaan dalam membentuk kepribadian bangsa.

Sebuah pertunjukan drama teatrikal yang mengisahkan dinamika keluarga Bung Karno pasca kemerdekaan telah berhasil membuat puluhan penonton terpukau dengan penampilan para pemainnya yang merupakan perwakilan dari setiap DPK GMNI se-Surabaya.

Selain itu, kegiatan ini juga diwarnai oleh pentas seni, mulai dari musikalisasi puisi hingga orasi, yang memperlihatkan ekspresi ketegasan dalam mempertahankan budaya.

"Budaya merupakan identitas suatu bangsa, dan setiap wilayah memiliki ciri khasnya sendiri. Namun, pada era modern ini, minat terhadap budaya tampaknya kurang diminati, bahkan dilupakan oleh generasi milenial," ujar Prima, Ketua DPC GMNI Surabaya saat memberikan sambutan kepada puluhan anggota sekaligus alumni GMNI yang hadir.

Baca juga: Respons Kenaikan Harga BBM, DPP GMNI Serukan Kader untuk Turun Aksi di Daerah: Merahkan Jalanan

"Ini menjadi perhatian bagi kader GMNI, bahwa penting bagi generasi muda memiliki awareness dalam mempertahankan dan melestarikan budaya sebagai identitas bangsa. Budaya harus selalu dilestarikan, karena di era bonus demografi, banyak usia produktif yang tergerus akan jati diri sendiri akibat dari globalisasi yang tanpa filterisasi," imbuhnya.

Dalam kegiatan ini juga menghadirkan acara talk show bertajuk "budaya dan tantangan generasi pemuda dalam mempertahankan kebudayaan Indonesia" dengan Dominikus Adi Sutarwijono selaku Ketua DPRD Kota Surabaya dan Eko Rinda selaku alumni GMNI Surabaya bertindak sebagai pembicara.

"Saat ini, kebudayaan Indonesia mengalami degradasi hingga de Soekarnoisasi, yang merupakan bentuk ancaman liberalisme yang masuk Indonesia. Masyarakat harus mampu mempertahankan identitas Indonesia, seperti gotong royong, yang kini mulai tergeser oleh budaya individualisme," papar Adi Sutarwijono.

Baca juga: Nuansa Bulan Bung Karno, ESI Jatim Gelar Kejurprov Esports Kota Blitar, Jaring Atlet untuk PON 2024

Sementara itu, Eko Rinda, alumni GMNI Surabaya, menambahkan bahwa kader marhaenis harus menjadi dinamis dalam gerakan, terutama dalam mengedukasi masyarakat melalui media sosial.

Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang menerima informasi yang tak benar, terutama terkait penggantian ideologi negara, yaitu Pancasila.

"Semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya, sekaligus mempererat hubungan antar kader GMNI se-Surabaya," harapnya.

Sekedar informasi, kegiatan ini selain menjadi wujud nyata dari visi dan misi DPC GMNI Surabaya, yang ingin mengeratkan serta melegitimasi harmonisasi gerakan dari DPK GMNI se-Surabaya, serta memfasilitasi ruang silaturahmi antara kader dari berbagai komisariat.

DPC GMNI Surabaya juga melibatkan UMKM setempat sebagai bentuk dukungan kepada UMKM dalam bidang ekonomi. UMKM-UMKM tersebut memberikan jajanan gratis kepada peserta yang hadir dalam acara ini.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved