Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Penangkapan Maling Motor di Surabaya

BREAKING NEWS: Sopir Truk Gagalkan Upaya Pelarian Komplotan Curanmor yang Sudah Beraksi di 20 TKP

Video sopir truk mengeluh perjalanan terhambat karena bodi truknya ditabrak oleh mobil para terduga pelaku maling yang mengendari mobil.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Taufiqur Rohman
Tangkapan layar video
Tangkapan layar video sopir truk mengeluh perjalanan terhambat karena bodi truknya ditabrak oleh mobil para terduga pelaku maling yang mengendarai mobil, viral di WhatsApp (WAG), pada Rabu (5/7/2023) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Video sopir truk mengeluh perjalanan terhambat karena bodi truknya ditabrak oleh mobil para terduga pelaku maling yang mengendarai mobil, viral di WhatsApp (WAG), pada Rabu (5/7/2023) malam.

Video amatir menggunakan ponsel tersebut berdurasi tak lebih dari 18 detik.

Video itu merekam momen sopir truk mengeluhkan perjalanan terhambat akibat bodi sisi kanan truknya ditabrak sebuah mobil jenis sedan berwarna putih.

Saat mengarahkan sorot kamera ponselnya ke arah mobil tersebut. Ternyata kondisi mobil dalam keadaan ringsek atau pecah pada bagian kaca depannya.

Lalu di sisi kanannya, terdapat puluhan orang warga berkerumun. Dan tampak beberapa orang mencoba berkomunikasi dengan si sopir mobil sedan dari sisi kanan pintu mobil.

Sopir truk yang merekam video tersebut sempat menjelaskan kejadian yang dialaminya itu, secara lugas dan menggunakan logat khas Jawa Timur, Suroboyoan.

Bahwa, mobil sedan yang menabrak truknya dikemudikan oleh komplotan maling.

Komplotan maling tersebut, diduga kuat sedang berupaya kabur menghindari kejaran warga dan aparat.

Namun, di sebuah ruas jalan. Mobil si maling terhalang laju truk yang dikemudikan si sopir atau perekam video tersebut.

Tak pelak, upaya pelarian komplotan maling tersebut, berhasil digagalkan.

"Haduh onok ae lur musibah disikat montor. Montorku disikat maling lur. Onok-onok ae rek. Wes wes. Lho macet lho. Maling iki. Wong enak enak melaku ketutup dalan malinge. Apesmu cak," ujar si perekam video amatir, seraya mengarahkan sorot kameranya ke berbagai arah.

(Aduh. Ada-ada saja, musibah ditabrak mobil. Trukku ditabrak mobil. Ada-ada saja. Ini macet lho. Mereka maling. Hari sialmu mas)

Selain video itu, beredar juga video melalui angle video lain, dalam durasi lebih singkat lagi, yakni tak lebih dari 11 detik.

Video tersebut menampilkan situasi kedua orang yang disebut-sebut maling telah dalam keadaan tertelungkup di atas aspal, seperti sedang menghindari gegap gempita pukulan warga yang mengerumuni keduanya.

"Wes wes (sudah-sudah cukup memukulinya)," ujar seorang pria berkaus polo warna hitam, yang diduga kuat anggota kepolisian berseragam sipil yang mengamankan para pelaku, seraya menghalangi warga yang berusaha memukuli para pelaku.

"Nangis om (menangis pelakunya)," teriak salah seorang warga di salah satu sudut, dalam kerumunan tersebut.

Seperti sedang berdialog saling bersahutan. Terdengar dari arah lain, seseorang berkata bahwa dirinya geram karena sempat ditabrak mobil pelaku.

"Jarno aku mari ditabrak (biarkan aku habis kena tabrak)."

Penelusuran TribunJatim.com, kejadian video amatir viral tersebut, berlokasi di bahu Jalan Tambak Langon, Asemrowo, Surabaya, sekitar pukul 19.00 WIB, pada Rabu (5/7/2023).

Kapolsek Asemrowo Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Kompol Hegy Renanta mengatakan, insiden tersebut terjadi di wilayah hukumannya.

Namun ternyata, kedua orang yang ditangkap itu, merupakan komplotan maling motor yang beraksi menggunakan mobil.

Dan, kasusnya, ditangani lebih dulu oleh Anggota Tim Antibandit Polsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya.

"Benar maling motor. Tapi kasus ditangani Polsek Lakarsantri," ujar Hegy, saat dikonfirmasi TribunJatim.com.

Sementara itu, Kapolsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya Kompol Hakim mengatakan, kedua orang yang ditangkap itu, merupakan tersangka pencurian motor, bermodus mencari sasaran secara berkeliling mengendarai mobil.

Kedua tersangka berinisial, HS (38) joki mobil sarana aksi sekaligus pemilik sah mobil Toyota Agya bernopol L-1471-ON, dan MS (27) eksekutor pencurian motor yang jadi sasaran.

Masih terdapat seorang tersangka lain yang sedang dilakukan pengejaran oleh anggota kepolisian. Hakim menyebutkan, tersangka lain, yang dikejar itu berinisial GN.

"Benar, 2 pelaku maling motor tapi modus berkeliaran berkeliling naik mobil. Sudah kami amankan untuk pemeriksaan di Mapolsek Lakarsantri."

"Sementara ini, anggota masih melakukan pengejaran pelaku lainnya," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Rabu (5/7/2023) malam.

Setelah dimintai keterangan. Ternyata, ungkap Hakim, komplotan maling tersebut telah beraksi mencuri motor di 20 lokasi yang tersebar di tiga kecamatan Kota Surabaya.

Yakni, 15 lokasi di antaranya berada di Kecamatan Gayungan. Empat lokasi lain berada di Kecamatan Lakarsantri. Dan, satu lokasi sisanya, berada di Kecamatan Pakal.

"20 TKP, kayaknya lebih. 15 di Gayungan, 4 di Lakarsantri, Pakal 1 lokasi. Entah kapan itu. Komplotan itu berhasil mencuri motor di Pakal. Eksekutornya si Gogon, dia DPO, kami sedang kejar," ungkapnya.

Menurut Hakim, video viral tersebut merupakan puncak dari aksi pengejaran dramatis yang dilakukan oleh anggota Tim Antibandit Polsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya yang dikomandoi langsung oleh Ipda Bambang, selaku kanit reskrimnya.

Beberapa hari sebelumnya, pihaknya memperoleh laporan dari masyarakat adanya aksi pencurian motor bermodus para pelaku mengendarai mobil, yang sempat terekam CCTV, di area kawasan Citraland wilayah Barat dan Bukit Palma.

Setelah melakukan penyelidikan dengan mengantongi ciri dan nopol mobil.

Anggota Tim Antibandit Polsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya melakukan patroli dan pengejaran terhadap komplotan tersebut.

Ditengah aktivitas patroli, anggota kepolisian bertemu dan mengetahui mobil komplotan maling yang menjadi target operasi (TO) mereka, berkeliaran untuk mencari mangsa motor curian.

"Kami patroli wilayah, ternyata bertemu mobil dengan ciri bodi dan nopol yang sama. Kami sergap ternyata mereka kabur. Larinya sampai Osowilangun," katanya.

Saat dilakukan penyergapan. Komplotan tersebut malah kabur dengan menggeber kencang mobilnya. Dan, aksi pengejaran tak dapat terelakkan.

"Dia lari sampai ke GBT, sampai romokalisari karena macet. Anggota saya lihat ada truk, ternyata kecepitlah gak bisa gerak."

"Berapa km kami melakukan pengejaran. Bahkan mereka sempat melewati depan Polsek Pakal," terangnya.

Mengenai sosok kedua tersangka. Hakim mengungkapkan, keduanya tak jelas pekerjaannya.

Namun, keduanya diketahui sudah berkeluarga.

Dan, yang cukup mencengangkan, seorang tersangka yang berinisial MS, diketahui merupakan residivis, atau memiliki catatan pernah ditangkap kepolisian akibat kasus yang sama; pencurian motor, beberapa tahun lalu.

"Penyelidikan kami, 1 orang tersangka adalah residivis. Iya yang nama inisialnya MS," pungkasnya.

Ikuti berita seputar Surabaya

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved