Berita Surabaya
Penyebab Tingginya Kasus Perceraian di Surabaya: Say Hello ke Mantan hingga Chat Mesra ke Orang lain
Setiap Kantor Pengadilan Agama Surabaya buka selalu banyak kaum hawa datang. Ada yang mengajukan permohonan dispensasi nikah, ada juga perceraian.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Taufiqur Rohman
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setiap Kantor Pengadilan Agama Surabaya buka selalu banyak kaum hawa datang.
Kursi-kursi di sana jarang sekali terlihat renggang.
Ada yang datang menyodorkan permohonan dispensasi nikah, tapi ada juga yang datang mengajukan perceraian.
Sejak Januari hingga Juni 2023 ada 2.074 pengajuan cerai talak dan gugat yang masuk pengadilan.
Rinciannya cerai talak 853. Sedangkan, cerai gugat 2.074.
Baca juga: 2 Tahun Cerai, Stefan William Akhirnya Bantah Tudingan Selingkuh, Celine Evangelista: Aku Tahu
Panitera muda Gugatan Pengadilan Agama Surabaya, Koes Atmajahutama mengatakan, kasus cerai di Surabaya terbilang tinggi.
Rata-rata kasus cerai bermula salah satu pasangan kurang bijak menggunakan sosial media.
Say Hello ke mantan hingga chat mesra ke orang lain.
"Faktor tersebut menduduki peringkat tertinggi yang menjadi alasan terjadinya perceraian."
"Baru kedua alasan soal ekonomi. Kemudian, faktor salah satu pihak tiba-tiba ditinggalkan," katanya.
Teguh menjelaskan, biasanya gugat cerai terjadi karena gugatan nafkah istri yang harus dipenuhi tidak dilakukan suami.
Keduanya sama-sama tidak bisa saling menyadari dan menghargai.
Kemudian terjadi pertengkaran hingga berbuntut perceraian.
"Misalnya, istri yang bekerja gajinya besar dikasih uang suami tapi lebih kecil dari gajinya dan merasa gaji suami kurang besar.'
"Ada yang sebaliknya yakni suaminya atau pasangan tidak mau tahu, mungkin kurang bersyukur sehingga terjadilah perceraian," tuturnya.
Ikuti berita seputar Surabaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-perceraian-2020.jpg)