Berita jatim
Tak Lagi Bikin Risih, Sudah Ada Metode PCR melalui Urin Untuk Deteksi Kanker Serviks
Kanker serviks masih menjadi momok perempuan Indonesia, dilihat dari data di laman web kementerian kesehatan
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO- Kanker serviks masih menjadi momok perempuan Indonesia, dilihat dari data di laman web kementerian kesehatan saja, sejenis kanker yang 99,7 persen disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) menempati di urutan tinggi dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2 % dari total kasus kanker di Indonesia.
Mirisnya, kesadaran wanita Indonesia untuk memeriksakan organ intimnya melalui skrining kanker serviks (Global Cancer Observatory) sangat minim, yakni 5 % dari total pengidap kanker serviks.
Alasan rendahnya pendeteksian dini tersebut dikarenakan ketidaknyamanan dalam proses pemeriksaan.
Kampanye pendeteksian kanker serviks sejak dini pun digencarkan oleh aktivis kanker. Salah satunya oleh Founder Zumba Community Sidoarjo, Anita Damayanti.
Ia pun mengajak para wanita untuk aware terhadap diri sendiri, khususnya yang berkaitan dengan kanker. Langkah terdekat untuk kampanye penanggulangan kanker serviks, pihaknya pun menggelar event talkshow terkait penyakit kelamin itu beserta pencegahannya yang dikemas dengan activity zumba party sebelumnya.
Acara ini di laksanakan pada hari Minggu 16 Juli 2023 pagi di Kahuripan Nirwana. Aktivitas ini bertujuan agar para wanita khususnya yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
"Harapannya tidak ada lagi wanita yang enggan untuk melakukan deteksi dini kanker serviks karna semakin cepat terdeteksi, maka lebih cepat dan mudah juga untuk ditangani," kata Anita.
Untuk narasumber acara tersebut, pihaknya mendatangkan dr. Nur Aini. Dia akan menjelaskan perihal kanker serviks mulai dari pencegahan hingga penangannya. Demi mengingatkan para perempuan untuk memiliki kesadaran dan secara rutin memeriksakan kesehatan.
Terpisah, dr. Nur Aini mengatakan sebetulnya kanker serviks itu bisa dicegah, dengan mawas diri dan memiliki kesadaran untuk memeriksa kesehatan sedini mungkin, khususnya di organ intim.
"Apalagi jika kita sudah aktif berhubungan seksual, karena kebanyakan kanker serviks ditularkan melalui hubungan seksual," ujarnya.
dr. Aini pun menuturkan, saat ini ada metode pendeteksian kanker serviks yang lebih mudah, bahkan tidak membuat para kaum hawa ini risih dalam proses pemeriksaannya.
Dengan pengembangan teknologi yang mutahir, kini pemeriksaan kanker serviks bisa dilakukan melalui tes urin dengan metode PCR. Ia katakan, metode PCR melalui media urin itu bisa mendeteksi tanda-tanda awal terjadinya kanker serviks, bahkan sebelum terjadinya lesi pra kanker dengan tingkat sensitivitas nya 96,4 % dan spesifijasi 99,5 % dibanding dengan golden standart nya.
"Tentunya saat ini tidak ada alasan untuk malas periksa kanker serviks. Apalagi sekarang tesnya sudah mudah dan nyaman yaitu screening HPV DNA melalui sampel urin, inovasi teknologi anak bangsa dari Biofarma induk holding BUMN farmasi Indonesia," katanya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/zumba-party-sebagai-kampanye-cegah-kanker-serviks.jpg)