Berita Madura
Warga Bangkalan Patungan Perbaiki Jalan Rusak, Pemkab Minta Masyarakat Bersabar
Dalam tiga hari terakhir, mulai Sabtu (15/7/2023), para pelintas di Jalan Raya Kampung Tegel, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah disuguhi dengan kegiatan
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Faisol
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Dalam tiga hari terakhir, mulai Sabtu (15/7/2023), para pelintas di Jalan Raya Kampung Tegel, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah disuguhi dengan kegiatan warga memperbaiki jalan rusak dengan cara patungan atau swadaya.
Berakhirnya proses pengaspalan, Senin (17/6/2023), mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan warga memperbaiki jalan penghubung lintas desa itu.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Bangkalan, Guntur Setyadi membenarkan bahwa terdapat beberapa titik dengan tingkat kerusakan sedang pada ruas Bilaporah-Parseh. Namun masih kategori baik, belum mengalami tingkat kerusakan berat.
“Sebenarnya kami berharap masyarakat bersabar, jalan tetap kami tangani. Namun kami memilih penerapan skala prioritas karena masih banyak di Kabupaten Bangkalan dengan tingkat kerusakan lebih parah dari ruas Bilaporah-Parseh,” ungkap Guntur didampingi Plt Kepala Dinas PUPR Bangkalan, Rizal Mardiansyah.
Baca juga: Rusak Akibat Bencana Alam Sejak 2020, Jembatan di Sampang Madura Diperbaiki Warga Secara Swadaya
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam beberapa pekan terakhir masyarakat di tiga desa; Bilaporah, Jaddih, dan Parseh, Kecamatan Socah melakukan patungan untuk menambal beberapa titik lubang di Jalan Kampung Tegal, Desa Bilaporah. Pekerjaan tambal sulam itu sepanjang sekitar 250 meter.
Hasil patungan terkumpul hingga senilai lebih dari Rp 30 juta. Dana sebesar itu disepakati untuk kebutuhan membeli batu, kerikil, pasir, aspal, membayar ongkos tukang, hingga mendatangkan kendaraan wales.
“Kami punya data tingkat kerusakan jalan kabupaten di seluruh Bangkalan, lokasi swadaya itu masuk ruas Bilaporah-Parseh. Tahun ini untuk ruas Bilaporah-Parseh ada anggaran dana aspirasi tapi nilainya tidak begitu besar, itu ada penanganan nanti di sana,” jelas Guntur.
Ia mengaku, sejatinya titik-titik kerusakan di lokasi itu masih bisa dilakukan penanganan ringan melalui pembiayaan rutin dari anggaran pemerintah yakni dengan proses tambal sulam. Namun sudah terlanjur ditangani masyarakat.
“Kami memang belum mendapat info sebelumnya, pra masyarakat melakukan swadaya. Mungkin kami akan mengalihkan, melanjutkan dana yang sudah masuk. Memang (anggaran) ada, tapi kecil untuk dikerjakan di titik-titik yang belum ditangani masyarakat,” pungkas Guntur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/warga-memperbaiki-jalan-rusak-dengan-cara-patungan-atau-swadaya.jpg)