DBL Dance Competition 2023

Usung Konsep Gelap dan Sad Ending, Wednesday Sampaikan Peringatan di DBL Dance Competition 2023

Melalui koreografinya saat tampil pada DBL Dance Competition 2023 di Honda DBL with Kopi Good Day 2023 Seri Surabaya, Wednesday (sebutan tim dance SMA

Tayang:
Editor: Ndaru Wijayanto
DBL Indonesia
Melalui konsep penampilannya pada DBL Dance Competition 2023 Seri Surabaya, Wednesday (tim dance SMA Cita Hati West Surabaya) ingatkan sisi bahayanya internet dan sosmed jika tidak dapat mengontrolnya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Melalui koreografinya saat tampil pada DBL Dance Competition 2023 di Honda DBL with Kopi Good Day 2023 Seri Surabaya, Wednesday (sebutan tim dance SMA Cita Hati West Surabaya) berupaya menyampaikan peringatan bagi anak muda.

Pesan yang ingin disampaikan yakni pada era digital seperti saat ini, anak muda juga patut mengerti internet dan media sosial memiliki sisi negatif jika tak bijak menggunakannya.

Mengenakan kostum monokrom, paduan hitam dan putih, Wednesday sengaja membawa nuansa dan karakter gelap pada penampilannya kali ini.

“Melalui koreografi dan kostum, kami mau menunjukkan ke penonton mengenai betapa bahayanya internet jika seseorang tidak dapat mengontrolnya,” terang Phoebe, kapten dari Wednesday.

Baca juga: DBL Dance Competition 2023 Seri Surabaya: FxC Sampaikan Pesan Tersirat Lewat Kostum ‘Bantal Hidup’

Melalui konsep penampilannya pada DBL Dance Competition 2023 Seri Surabaya, Wednesday (tim dance SMA Cita Hati West Surabaya) ingatkan sisi bahayanya internet dan sosmed jika tidak dapat mengontrolnya.
Melalui konsep penampilannya pada DBL Dance Competition 2023 Seri Surabaya, Wednesday (tim dance SMA Cita Hati West Surabaya) ingatkan sisi bahayanya internet dan sosmed jika tidak dapat mengontrolnya. (DBL Indonesia)

 

Baca juga: Sixers Dance One Blood Sukses Hadapi Rintangan Tampil di DBL Dance Competition 2023

Untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan, di akhir koreografi sengaja satu anggota yang menggambarkan seorang manusia tenggelam di balik buruknya media sosial.

“Kami memang sengaja buat sad ending, biar gak sama dengan tim dance lainnya,” ucapnya.

Meski mengangkat konsep gelap dan sad ending. Namun Wednesday tetap berharap tim mereka bisa lolos ke Top 10. “Malah kalau bisa tembus ke Top Five dan jadi juara,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved