Breaking News

HUT RI ke 78

Cara Beda Nelayan Surabaya Peringati HUT RI, Gelar Upacara dan 78 Perahu Berjajar Kibarkan Bendera 

Menarik yang dilakukan warga nelayan di kampung pesisir Surabaya di Kecamatan Bulak saat menggelar upacara kemerdekaan.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/NURAINI FAIQ
Suasana pengibaran bendera merah putih di Kampung Pesisir Pantai Surabaya di Kecamatan Bulak, Surabaya, yang diikuti nelayan bersama perahunya, Rabu (16/8/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Unik dan menarik yang dilakukan warga nelayan di kampung pesisir Surabaya di Kecamatan Bulak saat menggelar upacara kemerdekaan RI, Rabu (16/8/2023).

Tidak hanya digelar di lokasi pantai dengan hamparan laut lepas, tapi juga bersama 78 perahu nelayan.

Jumlah perahu menggambarkan HUT Kemerdekaan ke-78 RI tahun ini.

Perahu-perahu nelayan di Surabaya ini berjajar, sementara para nelayan kompak berada di perahu mengikuti upacara Kemerdekaan dan serentak mengibarkan bendera di atas perahu masing-masing.

Baca juga: Empat Nelayan Prigi yang Hilang di Perairan Tulungagung Ditemukan Sekitar Lokasi Terbaliknya Perahu

Tercatat ada 400 peserta upacara kemerdekaan terdiri atas nelayan, Fatayat, Muslimat, IPPNU, IPNU, Ansor, BANSER, IPM (Ikatan Pemuda Muhammadiyah), KOKAM, Karang Taruna Bulak, hingga organisasi Pemuda Pancasila serta di hadiri oleh Sekertaris Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama Kecamatan Bulak. 

Upacara Kemerdekaan di pesisir pantai ini diinisiasi oleh Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Surabaya, sebuah organisasi sayap PDIP.

"Kami ingin mengobarkan semangat kecintaan terhadap tanah air dengan nuansa berbeda," kata Ketua BKN Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am.

Semangat dan antusias warga nelayan di Bulak tak terbendung. Mereka ada yang mengikuti barisan upacara dan ada yang berdiri tegak di atas geladak perahu.

Mereka berbaur dengan suasana kebersamaan dan persatuan bersama organisasi kepemudaan dan tokoh masyarakat lainnnya. 

Baca juga: Akhirnya 3 Nelayan Tersapu Ombak di Tulungagung Ditemukan, Evakuasi ke Pantai Prigi, ini Kondisinya

"Kami kedepankan rasa kemanusiaan sebagaimana ajaran Bung Karno. Jelasnya ini sesuai yang diajarkan bung karno. Semua tahu bahwa kemerdekaan didapat melalui proses perjuangan," tandas Ghoni yang jadi Inspektur upacara kemerdekaan.

Dia teringat peristiwa bersejarah, Rengasdengklok. Ghoni juga ingin mengajarkan kepada nelayan untuk sama-sama menjaga laut serta pesisir pantai. 

Sebab menjaga laut serta pesisir pantai adalah salah satu proses menghargai jasa para pahlawan dan menjaga kemerdekaan untuk anak cucu penerus bangsa. Nelayan pun bersemangat mengikuti upacara.

"Kami senang bisa ikut upacara begini," ucap Warsito, salah satu nelayan

Tampak sepanjang pantai berjajar puluhan perahu yang menepi rapi.

Seakan mereka juga ikut berbaris. Perahu ini lengkap dengan ornamen utama, bendera merah putih berkibar kokoh di setiap tiang perahu. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved