Berita Sidoarjo

Ada Bantuan Beras dari Pemerintah Bagi 86.720 Warga Sidoarjo, Bupati Gus Muhdlor: 3 Bulan

Bantuan pangan dari pemerintah untuk keluarga penerima manfaat (KPM) di Sidoarjo kembali digelar.

Penulis: M Taufik | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/M TAUFIK
Pembagian bantuan beras kepada warga Sidoarjo yang digelar di Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Bantuan pangan dari pemerintah untuk keluarga penerima manfaat (KPM) di Sidoarjo kembali digelar.

Kali ini terhitung ada 86.720 KPM yang menerima bantuan. 

Masing-masing dari mereka mendapat bantuan berupa 10 kilogram beras dalam penyaluran bantuan pangan pemerintah tahap dua ini. 

Penyaluran bantuan beras Bulog itu dipusatkan di Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

Penyerahan bantuan dilakukan untuk tiga bulan sekaligus.

Baca juga: Naas Ibu di Sidoarjo Terlindas Truk di Depan Masjid, Gagal Nyalip, Tabrak Trotoar hingga Terpental

“Dengan bantuan beras 10 kilogram ini, insyaAllah cukup. Minimal membantu panjenengan semua dalam kebutuhan sehari-hari untuk makan," kata Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor di sela acara penyaluran di Balai Desa Sumberejo, Kamis (28/9/2023).

Menurutnya, bantuan yang disalurkan selama 3 bulan berturut-turut mulai dari bulan September, Oktober, dan November ini harus terus mendapatkan pengawasan ketat agar tepat sasaran. 

"Pemerintah Kabupaten Sidoarjo) akan terus mengawasi program bantuan ini, agar tepat sasaran pada penerima yang benar-benar membutuhkan. Bukan asal dibagi, apalagi diserahkan ke yang tidak berhak," tegasnya. 

Gus Muhdlor juga menambahkan, langkah ini merupakan upaya Pemerintah memberikan dampak positif terhadap penguatan daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.

Baca juga: Truk Bermuatan Tebu Tiba-tiba Mogok di Atas Rel Sidoarjo, Jadwal Tiga Kereta Api Terganggu 

"Ini sebagai bentuk upaya pemerintah mewaspadai potensi kenaikan permintaan bahan pangan pada perayaan Natal dan Tahun Baru. Karena kenaikan tersebut harus diantisipasi agar tidak berdampak pada lonjakan harga pangan," ujarnya. 

Bupati berpesan, dalam proses penyaluran ini pihaknya mengajak semua pihak untuk sinergi dan guyub.

Antara warga dengan desa harus tetap dijaga kerukunannya, apabila ada permasalahan supaya bisa diselesaikan dengan baik dan benar.

“Jika ada warga yang mengetahui warga lainnya yang lebih membutuhkan tetapi tidak dapat bantuan, segera laporkan ke Kepala Desa agar semuanya yang membutuhkan sama-sama merasakan bantuan,” pesannya. 

Surik, warga penerima bantuan pangan beras mengaku bersyukur dan berterima kasih bisa dapat bantuan.

Dengan itu, dia bisa mengurangi pengeluaran bahan pokok.

“Saya mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas bantuan beras ini. Bantuan ini dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli beras keluarga saya dan uang untuk beli beras bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya,” kata warga Sumberejo itu.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved