Berita Malang
Guru di Kabupaten Malang Dibekali Cara Cegah Bullying di Sekolah, Diminta Lebih Sabar Hadapi Siswa
Ratusan guru dibekali cara atau upaya untuk mencegah kasus bullying yang marak terjadi di lingkungan sekolah, di Kantor PGRI Kecamatan Pakisaji, Kabup
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Lu'lu'ul Isnainiyah
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ratusan guru dibekali cara atau upaya untuk mencegah kasus bullying yang marak terjadi di lingkungan sekolah, di Kantor PGRI Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Senin (9/10/2023).
Pembekalan ini dilakukan di dalam bentuk seminar bertema "Peran Pendidik Dalam Mencegah Bullying di Sekolah" dalam rangka HUT ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional 2023.
Dwi Sucipto, Ketua PGRI Kabupaten Malang mengatakan, pemberitaan terkait kasus kekerasan atau perundung di lingkungan sekolah marak terjadi sejak 2018 silam.
Mengetahui adanya hal tersebut, Dwi mengaku cukup prihatin. Sehingga, dalam hal ini peran guru dirasa cukup penting untuk mencegah terjadi bullying.
"Melihat maraknya bullying baik yang terjadi antarsiswa, atau pada guru, dan orang tua kepada guru ini sesuatu yang disesalkan," ujar Dwi.
Baca juga: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Serius Tangani Kasus Bullying, akan Buat Rumusan Penanganan
Mengenai kasus perundungan di wilayah Kabupaten Malang sendiri, di catatan PGRI dikatakan Dwi tidak terlalu fatal.
"Ada di beberapa tahun lalu guru cubit anak dilaporkan, ada juga siswa yang tidak sopan dengan guru. Namun, untuk Kabupaten Malang di catatan PGRI sendiri belum fatal," terangnya.
Oleh sebab itu, dalam seminar ini ratusan guru di Kabupaten Malang dibekali cara mencegah terjadinya kasus bullying di sekolah.
Pembekalan yang diberikan berupa penanaman sikap disiplin, etika dan gaya hidup. Terutama, guru menjalankan kewajiban sesuai dengan kode etik guru. Sehingga tidak terjadi adanya kekerasan.
Baca juga: 5 Rekomendasi Drama Korea Bullying yang Menguras Emosi, Bitch X Rich dan The Glory Layak Ditonton!
Selain itu, pengendalian emosional dalam hal ini juga sangat diperlukan. Menurut Dwi, guru harus lebih bersabar dalam menghadapi siswa.
"Guru harus lebih bersabar, jangan sampai nyawa melayang gara-gara tersinggung dan langsung membully," tuturnya.
Secara terpisah, Bupati Malang, Sanusi, ya g turut hadir dan membuka acara seminar mengatakan, bahwa peran guru dalam mengatasi bullying perlu diperhatikan.
Di antaranya peran guru dalam hal membimbing, menasehati, dan mengarahkan siswa ke hal positif.
"Guru mengajarkan ahlakul karimah kepada siswa merupakan upaya menjaga anak didik kita tidak melakukan bullying," ucap Sanusi.
Selanjutnya, Sanusi mengarahkan para guru untuk melakukan pendekatan yang baik
kepada siswa.
Kemudian memberikan penekanan dan mencontohkan perilaku yang terpuji serta tutur kata yang santun bagi siswa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ratusan-guru-mengikuti-seminar-Peran-Pendidik-Dalam-Cegah-Bullying.jpg)