Berita Bojonegoro

Bunga Enceng Gondok Mulai Bermekaran Menutupi Sungai Bengawan Solo, Belum Ada Tindakan

Fenomena berbunganya enceng gondok yang memenuhi sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro itu, kian memantik atensi masyarakat

Penulis: Yusab Alfa Ziqin | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Yusab Alfa
Tanaman enceng gondok yang memenuhi sungai Bengawan Solo di Bojonegoro sedang berbunga, Sabtu, (21/10/2023). 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Fenomena tanaman enceng gondok memenuhi permukaan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro sejak sebulan belakangan, belum ditindaklanjuti.

Terkini, tanaman enceng gondok yang memenuhi sungai terpanjang se-Pulau Jawa itu bahkan sudah berbunga.

Fenomena berbunganya enceng gondok yang memenuhi sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro itu, kian memantik atensi masyarakat. Tengaranya, bunga tanaman bernama latin eichhornia crassipes ini cukup indah. Berwarna putih keungu-unguan.

Dua lokasi untuk melihat fenomena enceng gondok yang berbunga dan memenuhi permukaan sungai Bengawan Solo ini di antaranya Jembatan Malo-Kalitidu serta Jembatan Kasiman-Padangan, Kabupaten Bojonegoro.

Lukman Hakim, salah satu warga yang sering melintas di Jembatan Malo-Kalitidu mengaku cukup senang atas berbunganya enceng gondok di sungai Bengawan Solo turut Kecamatan Malo-Kalitidu.

Baca juga: Potret Bengawan Solo Berwarna Hijau Dipenuhi Enceng Gondok, Musiman dan Tak Ada Yang Membersihkan

"Dengan berbunganya enceng gondok itu, keadaan permukaan sungai Bengawan Solo lebih indah. Sebelum enceng gondok itu berbunga, tidak indah sama sekali. Hanya hijau saja," ujarnya kepada Tribunjatim.com, Sabtu (21/10/2023).

Namun demikian, Lukman sapaannya mengharapkan, Pemkab Bojonegoro maupun pihak terkait segera menindaklanjuti fenomena enceng gondok yang memenuhi sungai Bengawan Solo tersebut.

"Ini (fenomena enceng gondok memenuhi sungai Bengawan Solo, red) jangan dibiarkan lama-lama. Perlu ada tindakan. Supaya hal-hal kurang baik sebab enceng gondok, tidak terjadi," tuturnya.

Terpisah, Dosen Ilmu Lingkungan Universitas Bojonegoro (Unigoro) Laily Agustina mengatakan hal serupa saat forum group discussion (FGD) di Unigoro, Rabu (18/10) lalu membahas fenomena enceng gondok yang memenuhi sungai Bengawan Solo.

Dia menyebut, fenomena enceng gondok memenuhi sungai Bengawan Solo ini perlu ditindaklanjuti karena bisa menjadi ancaman bagi ekosistem sungai.

Sebab, enceng gondok sampai menyebabkan permukaan sungai Bengawan Solo tertutup rapat.

"Tertutupnya permukaan sungai Bengawan Solo ini bisa menyebabkan fitoplankton sebagai kunci rantai makanan di perairan, gagal berfotosintesis. Sehingga, hewan air di sungai Bengawan Solo bisa kekurangan makanan hingga mati," jelasnya.

Selain itu, lanjut dosen akrab disapa Laily itu, fenomena enceng gondok yang memenuhi permukaan sungai Bengawan Solo ini bisa memicu terjadinya pendangkalan sungai Bengawan Solo jika terus dibiarkan dalam waktu lama.

Dalam FGD yang sama, Asisten I Pemkab Bojonegoro Djoko Lukito mengemukakan, Pemkab Bojonegoro telah mengatensi fenomena enceng gondok yang memenuhi sungai Bengawan Solo ini.

Dia menyebut, solusi jangka pendek atas fenomena tersebut, memang pembersihan secara langsung. Namun, untuk tindak lanjut tersebut perlu koordinasi dengan BBWS selaku pihak yang lebih berotoritas.

‘’Yang jelas, Pemkab Bojonegoro siap membantu pembersihan enceng gondok itu. Tenaga hingga peralatan, bisa kami sediakan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved