Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

ITS Buka Prodi S1 Safety Engineering Pertama di Indonesia, Dibuka Jalur Mandiri hingga 16 Juni

ITS Buka Prodi S1 Safety Engineering Pertama di Indonesia, Dibuka Jalur Mandiri hingga 16 Juni

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Sulvi Sofiana
Kepala Departemen Teknik Mesin ITS Dr Ir Atok Setiawan MEngSc (kanan) bersama Kepala Subdirektorat Admisi ITS Dr Eng Unggul Wasiwitono ST MEngSc 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka Program Studi (Prodi) S1 Rekayasa Keselamatan Proses (RKP) atau Safety Engineering pertama di Indonesia.

Penerimaan mahasiswa untuk prodi ini akan dilakukan pada seleksi Mandiri Umum dan Kemitraan mulai tanggal 28 Mei hingga 16 Juni mendatang. 

Kepala Departemen Teknik Mesin ITS Dr Ir Atok Setiawan MEngSc mengungkapkan bahwa RKP ini masih berada di bawah naungan Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS).

“Selain mempelajari mata kuliah dari berbagai departemen di FTIRS, mahasiswa RKP juga akan diajarkan kemampuan manajerial,” ungkapnya,  Rabu (29/5/2025).

Dalam hal teknis, jelas Atok, peserta didik akan dibekali dengan kemampuan mengoperasikan perangkat lunak untuk merancang, mengoperasikan, memodifikasi, dan melakukan pemeliharaan yang berfokus pada keselamatan. 

Sedang dari sisi nonteknis, peserta didik mendapat kemampuan manajerial seperti sistem manajemen keselamatan yang mempelajari regulasi keselamatan skala nasional maupun internasional.

Tak hanya memberikan pengetahuan, prodi ini juga menyediakan fasilitas praktikum yang memadai. 

Contohnya, untuk mendukung pembelajaran nantinya disediakan laboratorium mekanika dan permesinan fluida serta laboratorium pengukuran keandalan risiko dan keselamatan. 

“Kami juga menyediakan laboratorium simulator agar mahasiswa dapat menyimulasikan secara langsung operasional dari pembangkit listrik,” papar lelaki lulusan Teknik Mesin ITS tahun 1988 ini.

Atok pun menerangkan perbedaan prodi RKP dengan prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ada di kampus-kampus lainnya. 

Prodi K3 berfokus pada bidang kesehatan para pekerja, sedangkan RKP bertujuan melahirkan lulusan yang mampu meninjau dan menginvestigasi proses keselamatan dari segi teknis. 

“Contohnya, jika terjadi ledakan pada sebuah industri, lulusan RKP mampu menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ledakan tersebut,” beber Atok.

Lebih lanjut, menurut Atok, lulusan RKP memiliki kesempatan besar berkarir dalam bidang industri, utamanya bidang pertambangan dan petrokimia. 

Baca juga: Rektor ITS Tegaskan UKT Tak Alami Kenaikan : Kaji Kesesuaian Kategori UKT

Selain itu, peluang untuk bekerja dalam instansi pemerintah juga terbuka lebar. 

“Lulusan RKP memiliki kesempatan kerja yang luas karena sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang industri,” tutur Ketua Laboratorium Pembakaran dan Sistem Energi ITS ini. 

Sebagai penutup, Atok meyakinkan bahwa pembukaan prodi RKP ini telah melalui proses pertimbangan yang matang sehingga kualitas pengajaran tidak perlu diragukan. 

"Kami menyiapkan pengajar yang ahli dalam bidang rekayasa keselamatan untuk menciptakan lulusan yang terunggul dan aman, safety is priceless," tutupnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved