Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Pantas Pak RW Berani Kasih Hadiah Rp1 Juta Buat Warga Tangkap Maling, Tak Masalah Pakai Uang Pribadi

Warga yang berhasil menangkap maling akan mendapatkan hadiah dari Pak RW dari Rp250 ribu sampai Rp1 juta.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
KOMPAS.com/RIZKY SYAHRIAL
Pak RW berani sediakan hadiah Rp1 juta buat warga yang berhasil tangkap maling 

TRIBUNJATIM.COM - Aksi seorang Ketua RW yang nekat membuka sayembara demi menekan kasus pencurian, jadi buah bibir.

Diketahui, hal itu terjadi karena kasus pencurian yang makin marak membuat warga resah.

Ketua RW 01 Jembatan Besi pun akhirnya inisiatif menggelar sayembara tangkap maling.

Warga yang berhasil menangkap maling pun bakal mendapatkan hadiah dari Pak RW.

Sayembara tersebut digelar oleh Ketua RW 01 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.

Spanduk bertuliskan 'Sayembara Tangkap Maling Berhadiah', terpajang di sejumlah titik di wilayah RW 01 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.

Selain itu tertulis informasi nominal uang tunai mulai dari Rp250.000 hingga Rp1 juta bagi mereka yang berhasil menangkap pelaku curanmor, dan pelaku kejahatan lainnya.

Hasanuddin alias Nurdin selaku Ketua RW 01 Jembatan Besi menyebut bahwa pemasangan spanduk tersebut telah konsisten dilakukannya sejak tahun 2021 lalu.

Sebelum tahun 2021, wilayahnya kerap kemalingan, mulai kotak amal, sepeda motor, dan barang-barang berharga lainnya.

Tak main-main, dalam satu bulan, warga di wilayahnya bisa kemalingan hingga empat motor sekaligus.

Melihat fenomena ini, Nurdin lantas mencoba berkoordinasi dengan warga sekitar dan memikirkan ide agar kasus pencurian di wilayahnya dapat diredam.

"Saya ngobrol sama RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, RW nih kalau hilang motor nyalahin RT, kamtibmas, hansip."

"Nyalahin staf RW enggak aktif segala macam. Di mata masyarakat, pengurus di wilayah ini bener aja salah, apalagi salah pasti parah," kata Nurdin saat ditemui di rumahnya, Kamis (25/7/2024).

"Menjaga image ini, kami ajak warga edukasi gimana caranya. Supaya bahwa yang disalahkan bukan RT, pemuka masyarakat, atau kamtibmas," imbuh Nurdin.

Baca juga: Sosok Nurdin Pak RW yang Buat Sayembara Tangkap Maling Pakai Uang Sendiri, Pelaku Tak Boleh Bonyok

Kala itu, Nurdin mengaku memikirkan konsep sayembara tangkap maling selama dua hari lamanya.

Usulan sayembaranya kemudian diperbolehkan oleh jajaran Danramil, Camat, Lurah, hingga kepolisian setempat.

Sejak saat itulah, dirinya rutin memperbarui spanduk sayembara tangkap maling untuk menekan kasus pencurian di wilayahnya.

"(Sayembara dari) 2021. Pas 2022 sempat viral sampai YouTuber dateng. Dari Wali Kota juga dukung," ujarnya.

Nurdin tidak menggunakan uang kas RW sebagai hadiah sayembara bagi masyarakat yang berhasil menangkap maling.

Melainkan menggunakan uang pribadinya.

"Staf sempat tanya, 'Yang keluarin dana siapa?'. Saya jawab, 'Alhamdulillah (uang) saya sendiri'," ungkap Nurdin.

"Makanya ini kan saya atas dasar inisiatif sendiri dan rembukan. Masalahnya kan di dana, kalau di sini saya rembukan."

"Mereka tanya, ini siapa yang bayar, ya saya bilang saya yang bayar, enggak usah udunan (patungan)," imbuhnya.

Sosok Nurdin Pak RW yang Buat Sayembara Tangkap Maling Pakai Uang Sendiri, Pelaku Tak Boleh Bonyok
Sosok Nurdin Pak RW yang buat sayembara tangkap maling pakai uang sendiri (KOMPAS.com/RIZKY SYAHRIAL)

Namun sepanjang tiga tahun ia menerapkan sayembara tersebut, baru satu kali ia mengeluarkan uang untuk hadiah pencari maling.

Pasalnya Nurdin menerapkan empat syarat yang harus dipenuhi seseorang yang mengikuti sayembara tersebut.

Pertama, warga tersebut harus menyertakan barang bukti (berupa barang hasil curian), korban, pelaku, dan saksi.

"Cuma satu (pernah ngasih hadiah). Beruntung saya, berarti saya berhasil edukasi masyarakat," kata Nurdin.

Meskipun demikian, rupanya aksi memasang spanduk sayembara tersebut efektif untuk menekan kasus pencurian motor dan kotak amal di wilayahnya.

Bahkan kasus pencurian di wilayahnya tersebut kini dapat dikatakan nihil.

"Sebelum terpasang banner ada empat kejahatan sebulan, sekarang kosong. Belum tentu ada," kata Nurdin.

"Empat kejadian itu 2019-2020 masih kenceng tuh kotak amal gila tuh."

"Makanya sekarang belum ada satu kejadian dalam satu bulan. Asal empat kriteria itu ada," imbuhnya.

Baca juga: Ustaz Ngamuk Ancam Guru Sambil Bawa Golok hingga Tantang 1000 Warga, Masyarakat Ngeluh Resah

Di akhir, Nurdin menyebut jika sayembara tersebut berlaku bagi siapapun, sekalipun dia bukan berasal dari wilayahnya.

Yang terpenting buatnya, seseorang yang ikut sayembara yang dibuatnya bisa melampirkan barang bukti dan syarat-syarat lainnya.

Untuk informasi, berikut daftar hadiah yang diberikan Nurdin kepada penangkap maling di wilayah RW 01 Jembatan Besi:

1. Roda dua maupun roda 4

- Rp 1 juta (malam hari)

- Rp 500.000 (siang hari)

2. Jambret

- Rp 500.000 (malam hari)

- Rp 250.000 (siang hari)

3. Kotak amal

- Rp 500.000 (malam hari)

- Rp 250.000 (siang hari)

"Kalau malam hari itu lebih rawan daripada siang hari."

"Apalagi kalau maling motor dan mobil itu sering terjadi," jelas Nurdin.

Ketua RW 01 Jembatan Besi, Nurdin, sang pencetus sayembara tangkap maling berhadiah uang tunai dengan dana pribadi
Ketua RW 01 Jembatan Besi, Nurdin, sang pencetus sayembara tangkap maling berhadiah uang tunai dengan dana pribadi (KOMPAS.com/RIZKY SYAHRIAL)

Nurdin juga tak lupa selalu mengingatkan warganya untuk tidak main hakim sendiri, saat ikut sayembara tangkap maling berhadiah.

"Satu hal yang selalu saya tekankan, jangan main hakim sendiri," ucap Nurdin saat dijumpai, Kamis (25/7/2024).

Nurdin menuturkan, warga boleh saja memukul maling untuk melumpuhkannya, namun tidak sampai bonyok.

Nurdin tidak mau sayembara yang dia gelar malah membuat masyarakat melanggar hukum.

"Mukul sedikit enggak masalah ya, mungkin meluapkan emosi sambil melumpuhkan."

"Tetapi ya jangan sampai malingnya bonyok," tutur Nurdin.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved