Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Sosok Komandan Korem yang Bina Joni, Wujudkan Janji Jokowi agar Bocah Pemanjat Tiang Lolos TNI

Sosok Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes Komandan Korem 161/Wira Sakti yang siap membina Joni bocah pemanjat tiang bendera agar bisa lolos TNI

|
Editor: Torik Aqua
Kolase Istimewa dan dokumen Joni
Yohanes Gama Marchal Lau alias Joni yang gagal seleksi TNI meski sempat dijanjikan Presiden Jokowi langsung diterima 

TRIBUNJATIM.COM - Simak sosok Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes Komandan Korem 161/Wira Sakti yang siap membina Joni bocah pemanjat tiang bendera agar bisa lolos TNI.

Nama Komandan Korem itu mulai dikenal sejak dirinya menyebut akan mempersiapkan Joni lulus seleksi TNI.

Dirinya menyebut, akan mempersiapkan di tempat Joni mendaftar.

Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes menyebut salah satu masalah dihadapi Joni ialah tinggi badan.

Baca juga: Joni Sedih Tak Lulus Seleksi TNI Padahal Itu Cita-citanya, Dulu Viral Gegara Panjat Tiang Bendera

Tinggi badan Joni hanya 155,8 sentimeter, sementara untuk lolos menjadi TNI tinggi badan harus 163 sentimeter.

"Saya akan bina dia, saya akan mempersiapkan dia nanti," ujarnya, Rabu (7/8/2024).

Jika ia tak lolos mendaftar di Bintara, maka ia akan disiapkan mengikuti tes di Universitas Pertahanan.

Ia bisa mengikuti tes jalur khusus untuk kejuruan atau keahlian pada akhir Agustus 2024.

Joni pun mengaku akan mempersiapkan diri untuk mengikuti tes masuk TNI berikutnya di Unhan.

Perjalanan Karir

Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes lahir di Bobonaro, Timor Timur (saat ini negara Timor Leste), pada tanggal 18 Juli 1967.

Ia menempuh pendidikan di SD Negeri Bobonaro (1982), SMP Negeri Maliana (1985), dan SMA Negeri Dili (1988).

Brigjen Nunes juga telah merampungkan pendidikan tinggi di S1 STIE AMA Salatiga (2013) dan S2 STIEPARI Semarang (2021).

Brigjen Joao Xavier Barreto Nunes adalah lulusan Akademi Miltier (Akmil) tahun 1991.

Sederet pendidikan kemiliteran yang pernah ditempuhnya antara lain adalah Sesarcabif, Selapa Infanteri (1999), Seskoad (2008), Susdandim (2010), Sesko TNI (2014), dan Lemhannas RI (2017).

Karier Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes telah malang melintang di dalam kemiliteran tanah air.

Berbagai jabatan strategis di TNI AD sudah pernah diembannya.

Joao tercatat pernah menjabat sebagai Danton Yonif 327/Brajawijaya, Pasi I/Lidik Yonif 327/Brajawijaya, dan Dankipan B Yonif 327/Brajawijaya.

Selain itu, ia juga sempat menduduki posisi sebagai Guru Militer Pusdikif (2000—2008), Dansatdik Susjurbata Pusdikif (2008—2009), dan Pabandyalat Kodam IV/Diponegoro (2009—2010).

Karier Brigjen Joao Xavier Barreto Nunes makin moncer setelah didapuk menjadi Dandim 0714/Salatiga pada tahun 2010.

Pada tahun 2013, ia ditunjuk menjadi Kasi Ops Korem 072/Pamungkas.

Setelah itu, Joao dimutasi sebagai Kasi Ops Korem 091/Aji Surya Natakesuma pada tahun 2015.

Satu tahun kemudian, Joao Xavier dipercaya untuk mengisi kursi jabatan sebagai Kajasdam VI/Mulawarman.

Pada 2019, Joao kemudian damanahkan menjadi Sahli Pangdam VI/Mulawarman Bid. Ideologi.

Lalu, Brigjen Joao ditugaskan untuk menduduki posisi sebagai Danrindam IX/Udayana pada tahun 2020.

Pada 2021 ia dimutasi menjadi Pamen Ahli Bid. Jemen Sishanneg Sahli Pangdam XVII/Cenderawasih.

Barulah di tahun 2024 Brigjen Joao Xavier Barreto Nunes diangkat sebagai Danrem 161/Wira Sakti.

Biodata

Nama: Joao Xavier Barreto Nunes

Tempat dan tanggal lahir: Bobonaro, Timor Portugis, 18 Juli 1967

Agama:

Pekerjaan: Pati TNI AD

Istri:

Anak:

Lulusan Akmil: 1991

Minta Bantuan Jokowi

Ingat Yohanes Gama Marchal Lau atau Joni? Ia pernah viral tahun 2018.

Saat itu, Joni memberanikan diri memanjat tiang bendera saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI.

Ia nekat memanjat tiang bendera setinggi 15 meter untuk membetulkan tali yang tersangkut di atas tiang.

Padahal Joni kala itu adalah bocah Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Setelah videonya viral, Presiden Jokowi kemudian memanggil Joni ke Istana.

Kini Joni telah menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Atambua

Ia pun membulatkan tekadnya menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Joni mendaftar di jalur Bintara TNI.

Namun keinginannya menjadi anggota TNI harus kandas di tengah jalan.

Setelah gagal menjadi anggota TNI, Joni kemudian menagih janji ke Presiden Jokowi.

Kala itu, Jokowi berjanji bakal mempermudah Joni saat dia membulatkan tekad jadi abdi negara.

"Pengen jadi tentara? Ya sudah nanti langsung daftar ke Panglima, langsung diterima kamu, sudah ya," kata Jokowi ketika itu.

Melalui video singkat, bocah yang sempat viral itu pun menagih janji Presiden. 

Dalam video yang beredar. Joni bercerita jika dirinya gagal meski baru satu kali menempuh proses seleksi.

Dia dinyatakan gagal dan diminta untuk mencoba peruntungan di tahun depan.

Kegagalannya pun membuat Joni kecewa.

"Tahun 2024 saya mengikuti tes (TNI), saya gagal," ujar Joni dikutip TribunTrends, Selasa, (6/8/2024).

"Saya gagal di awal validasi. Saya tidak lulus saat validasi awal," jelasnya lagi.

Secara terang-terangan, Joni meminta bantuan hingga menyebut jajaran petinggi TNI, Panglima TNI, hingga Presiden Jokowi.

"Saya mohon bantuan kepada bapak Presiden bersama bapak Panglima dan juga jajarannya.

Saya mohon bantuan untuk meluluskan saya menjadi anggota TNI, sekian dan terima kasih," terangnya.

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved