Berita Viral

Karyawan Nangis Dihukum Makan Bunga Hingga Menampar Diri, Tak Berani Melawan, Ibunya Juga Diteror

karyawan perusahaan game dan ilustrator di Jakarta Pusat berinisial CS (27) itu juga pernah dihukum naik turun tangga puluhan kali hingga makan bunga

Tayang:
Editor: Torik Aqua
freepik/microone
Ilustrasi karyawan - Tangis karyawan dihukum makan bunga hingga disuruh menampar diri, ibunya juga diteror 

TRIBUNJATIM.COM - Nasib karyawan yang dihukum atasannya tanpa alasan yang jelas.

Nahasnya, karyawan perusahaan game dan ilustrator di Jakarta Pusat berinisial CS (27) itu juga pernah dihukum naik turun tangga puluhan kali hingga memakan bunga.

Bahkan sang ibu juga akan diteror jika CS tak menuruti atasannya.

CS sendiri sudah laporkan kasus atasannya berinsial C (43) ke Polda Metro atas dugaan kekerasan.

Baca juga: Karyawan Dipaksa Bos Naik Turun Tangga 45 Kali hingga Tampar Diri Sendiri, Ajukan Resign Ditolak

Namun, CS menemui kendala dalam mencari bukti awal yang cukup kuat untuk ditindaklanjuti oleh kepolisian.

"Bukti (C melakukan kekerasan terhadap karyawan) sebenarnya ada banyak. Tapi untuk menyatukan semuanya, susah," ungkap CS kepada Kompas.com, di salah satu mall yang ada di Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2024).

Salah satu kendala pengumpulan bukti terjadi pada pencarian CCTV. 

CS mengatakan, CCTV kantornya sudah dicoba untuk diminta.

Tetapi rupanya rekaman video pada hari C melakukan aksi kekerasannya sudah terhapus otomatis.

Aksi kekerasan juga pernah dilakukan C di salah satu hotel di Setiabudi, Jakarta Selatan.

CS sudah meminta rekaman CCTV di hotel itu, tetapi pihak hotel mempersulitnya.

Pihak hotel meminta surat keterangan dari polisi dan harus polisi sendiri yang datang untuk meminta CCTV.

"Padahal menurut Polda, surat bukti ke laporan ini harusnya cukup untuk dikasih lihat ke pihak hotel untuk minta CCTV," ucap dia.

Pada titik ini pun, CS mengaku seperti dilempar-lempar, baik oleh pihak hotel maupun oleh kepolisian. 

Kendala lain yang dihadapi adalah pihak kepolisian meminta CS mentranskrip serta menerjemahkan percakapannya di aplikasi WhatsApp dengan C ke bahasa Indonesia.

Sebab, percakapan keduanya menggunakan bahasa Inggris.

CS tentu tidak habis pikir dengan permintaan kepolisian ini.

Ia menganggap, hal itu justru menjadi tugas pihak kepolisian.

Ia pun hanya bisa berharap pihak kepolisian serius menindaklanjuti laporan.

Diberitakan sebelumnya, karyawan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang game dan ilustrasi di Jakarta Pusat mendapatkan tindakan kekerasan dari atasannya yang merupakan warga negara Hong Kong. 

CS pernah dipaksa C menampar dirinya sendiri sebanyak 100 kali.

CS mengatakan, C sering marah tanpa sebab dan memberikan hukuman secara fisik kepada dirinya.

Selain menampar diri sendiri, C juga pernah meminta CS lari turun naik tangga dari lantai satu ke lantai lima sebanyak 45 kali dalam semalam.

Parahnya lagi, CS juga diminta untuk membenturkan kepalanya sendiri ke dinding hingga muncul benjolan pada keningnya.

CS juga sudah melaporkan C ke Polda Metro Jaya sejak awal September 2024.

Adapun, perusahaan itu sendiri diketahui sudah tutup pada Agustus 2024 lalu.

Sementara itu, C juga pernah menghukum bawahannya untuk memakan bunga.

CS (27) mengaku, sang atasan berinisial C (43) pernah menghukumnya untuk memakan bunga.

"Dia kalau menghukum aku, suruh aku makan bunga gitu," ungkap CS kepada Kompas.com di sebuah mall di Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2024).

Saat itu, CS mengaku tak berdaya.

Ia mengetahui sifat atasannya seperti apa.

Oleh sebab itu, ia terpaksa memakan bunga sembari menangis.

"Aku makan karena kalau aku enggak makan, dia marah. Dia ngamuknya tuh seram," terang CS. 

Bahkan ketika CS sudah menuruti permintaan C tetapi memasang wajah yang muram, C akan tetap marah.

Jadi, apa pun hukuman yang dilakukan, CS harus menjalaninya dengan penuh senyuman.

"Harus melakukan dengan senyum. Kalau kita enggak melakukan itu dengan senyum, dia ngamuknya benar-benar seram banget, karena di saat itu tuh aku ngerasa ini bukan orang yang tahu batas gitu," terang CS. 

Di sisi lain, CS khawatir apabila tidak menuruti permintaan atasannya, C selalu mengancam akan menyakit keluarga korban. 

CS mengatakan, C sudah pernah berkunjung ke rumahnya sehingga ia sudah mengetahui alamat lengkap karyawannya itu

"Apalagi dia sudah pernah bertamu ke rumah aku. Jadi, dia sudah tahu alamat aku di mana, dia selalu ngancam bakal apa-apain keluarga aku," ujar CS.

Bahkan, C sampai meminta alamat kantor di mana ibu CS bekerja, agar ketika bawahannya itu tak menuruti permintaannya maka ia bisa meneror ke ibunya.

Berita ini telah tayang di Kompas.com

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved