Berita Viral

2 Tahun Diet Bareng, Sharifah dan Sekeluarga Berhasil Turunkan BB 100 Kg, Tiap Hari Jalan Kaki 5 Km

Kisah satu keluarga sukses turunkan berat badan 100 kilogram viral di media sosial. Mereka menjalani diet bersama sejak dua tahun lalu.

Tayang:
Penulis: Arie Noer Rachmawati | Editor: Mujib Anwar
Siti Sharifah bte Osman/womensweekly.com.sg via KOMPAS.com
Sharifah dan keluarganya berhasil diet 100 kilogram dalam 2 tahun. 

TRIBUNJATIM.COM - Kisah satu keluarga sukses turunkan berat badan 100 kilogram viral di media sosial.

Mereka menjalani diet bersama sejak dua tahun lalu.

Hasilnya, mereka sama-sama berhasil menurunkan berat badan.

Hal ini bermula dari sosok Sharifah Osman (49), ibu dari keluarga asal Singapura tersebut.

Sharifah mengatakan, niatnya untuk menurunkan berat badan berawal dari resolusi tahun baru 2022.

Namun pada waktu itu, ia masih melakukannya dengan setengah hati.

Dan tentunya, belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

Setelah menjalani program penurunan berat badan dan berhasil, hal tersebut ternyata memotivasi suami dan dua anaknya untuk melakukan hal yang sama.

Dikutip dari Straits Time via Kompas.com, Sharifah memulai usaha dietnya saat rekannya bertanya tentang resolusi tahun barunya pada Januari 2022. 

Saat itu, Sharifah memiliki berat badan 105 kilogram dan dinyatakan obesitas.

Hal itu karena ia hanya memiliki tinggi badan 158 sentimeter.

Karena memiliki berat badan berlebih, Sharifah harus mengonsumsi obat untuk tiga penyakit kronis.

Yakni tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Di tahun yang sama, yakni 2023, suami Sharifah juga mengalami serangan jantung.

Sharifah dan keluarganya berhasil diet 100 kilogram dalam 2 tahun.
Sharifah dan keluarganya berhasil diet 100 kilogram dalam 2 tahun. (Siti Sharifah bte Osman/womensweekly.com.sg)

Sementara anak perempuannya memiliki kebutuhan khusus.

Karena sadar mendapatkan banyak ujian dari segi kesehatan, ia tergugah untuk mulai hidup sehat dan menurunkan berat badannya.

Ia kemudian melibatkan pelatih pribadi, Deen Mujahid yang memotivasinya untuk berolahraga dan mengubah pola makannya.

Mujahid menyarankan Sharifah untuk mengurangi konsumsi nasi dan makanan tidak sehat lain yang biasa ia konsumsi, dilansir dari Hindustan Times.

Selain itu, ia menjadi lebih sering berolahraga dan melakukan kebiasaan sehat lainnya.

Wanita yang tinggal di lantai 13 tersebut menggunakan tangga untuk naik ke apartemennya.

Ia juga sering melakukan lompat tali, jalan kaki sejauh lima kilometer tiap hari, dan pergi ke tempat gym pada jam makan siang.

Diet tersebut merupakan awal perjalanan yang memuaskan.

Dalam 17 bulan, ia kehilangan lebih dari 50 kilogram dan menghadiri acara lari khusus untuk wanita.

Penurunan berat badannya juga membantunya mengendalikan penyakit dan ia tak lagi mengonsumsi obat.

Baca juga: Dulu Digandrungi Pria, Gadis Kembang Desa Kini Menyesal Bobotnya Jadi 19 Kg, Kurang Gizi karena Diet

“Saya perlu melakukan sesuatu untuk mengubah hidup saya. Saya merasa sangat sulit untuk menurunkan berat badan, kami menyukai makanan, dan makanan adalah kenyamanan saya. Setiap kali saya stres, saya makan,” jelas Sharifah.

Ketika sudah berhasil menurunkan berat badan, Sharifah kemudian meyakinkan suaminya, Supian Abdul Ghani (54) dan anak pertamanya untuk menjalani gaya hidup sehat.

Supian yang merupakan seorang pengawas lapangan golf memiliki berat badan 98 kilogram pada 2022.

Ia tercatat pernah mengalami dua kali serangan jantung.

Yakni pada 2012 dan Maret 2022 karena kegemukan dan punya kebiasaan merokok.

“Setelah serangan jantung kedua saya, Sharifah mengatakan kepada saya untuk tetap semangat dan menjaga kesehatan saya karena mungkin tidak akan ada kesempatan ketiga,” jelas Supian.

Setelah melakukan gaya hidup sehat seperti istrinya, Supian berhasil menurunkan lebih dari 20 kilogram berat badannya.

Putra Sharifah, Syahmi juga pernah mengalami obesitas dengan berat badan lebih dari 100 kilogram pada 2022.

Syahmi yang berprofesi sebagai guru tersebut juga mengikuti jejak kedua orang tuanya untuk menurunkan berat badan.

Sekarang, berat badannya hanya 70 kilogram dan ia sering melakukan zumba bersama dengan ibunya.

Baca juga: Agus Korban Air Keras Sudah Bisa Melihat Lagi? Viral Video Pandangi Rp50 Ribu, Keluarga Tak Percaya

Sementara itu, sebuah perusahaan membuat program diet untuk karyawan dengan hadiah fantastis.

Akan ada bonus khusus untuk mereka yang berhasil diet.

Namun jika gagal, mereka harus membayar dendanya.

Perusahaan yang membuat program tersebut bernama Insta360 di Tiongkok.

Mereka menyumbangkan hampir satu juta yuan (sekitar Rp 2,3 miliar) untuk membantu karyawan mereka yang inign menurunkan berat badan.

Perusahaan yang berada di Shenzhen, provinsi Guangdong, Tiongkok ini meluncurkan program penurunan berat badan tersebut di awal tahun lalu.

Sejak diluncurkan kala itu, ada 150 pekerja yang telah mengambil bagian dalam program ini.

Total berat badan pekerja yang berhasil turun yakni mencapai 800 kg.

Program yang dijalankan yakni berupa kamp pelatihan penurunan berat badan.

Perusahaan merancang setiap kamp akan berdurasi selama tiga bulan, dan setiap kali digelar diikuti oleh 30 pekerja.

Baca juga: 3 Siswa Dipulangkan karena SPP Nunggak Rp42 Juta Awalnya Sekolah Gratis, Ibu Masih Keluarga Yayasan

Sejauh ini sudah ada lima kamp yang diselenggarakan.

Dikarenakan banyaknya karyawan yang ingin ikut program ini, perusahaan memprioritasnya kuota kepada mereka yang mengalami obesitas.

Anggota di setiap kubu dibagi menjadi tiga kelompok, dengan dua kelompok masing-masing beranggotakan 10 orang dan kelompok ketiga beranggotakan lima orang.

Setiap individu ditimbang setiap minggunya dan masing-masing akan diberi hadiah sebesar 400 yuan (Rp 900 ribu) untuk setiap rata-rata 0,5 kg berat badan yang berhasil diturunkan oleh kelompok tersebut.

Jika ada anggota kelompok yang mengalami kenaikan berat badan, tidak ada yang mendapat bonus.

Mereka yang gagal juga masing-masing akan didenda 500 yuan (Rp 1,1 juta).

Tidak ada satu pun karyawan yang bergabung dalam kamp tersebut yang mengalami penambahan berat badan dalam periode tiga bulan sejak program dimulai.

“Membuat kelompok menambah dimensi moral bagi karyawan. Mereka tidak ingin mengecewakan rekan-rekannya,” kata seorang staf, yang bermarga Li.

“Jika Anda tidak lebih langsing, Anda tidak hanya akan mempengaruhi bonus Anda sendiri, tetapi juga menyeret anggota lain ke belakang. Jadi cara ini benar-benar melambungkan masyarakat untuk saling memotivasi dan juga diri sendiri untuk lebih giat berolahraga,” ujarnya, dikutip dari SCMP, Senin (9/6/2024) via TribunTrends.

Li mengatakan dia bergabung dengan sebuah kamp pada bulan November tahun lalu.

Skema bonus dari perusahaan hingga masalah kesehatan yang dialami karena berat badannya lebih dari 90 kg lah yang memotivasinya untuk lebih kurus.

Selain diet, Li juga melakukan latihan fisik seperti lari, berenang, dan bermain basket setiap hari sepulang kerja.

Li berhasil menurunkan berat badan sebanyak 17,5 kg dalam waktu tiga bulan.

Ia pun menerima bonus sebesar 7410 yuan (sekitar Rp 16,6 juta).

“Setelah menurunkan berat badan, saya berada dalam kondisi yang cukup baik. Daguku lebih lancip dan perutku lebih kecil. Saya bisa merasakan saya jauh lebih ringan. Saya lebih energik saat bermain basket,” ujarnya.

Warganet yang mengetahui hal ini pun ramai memberikan pujian kepada perusahaan tersebut.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved