Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Terpopuler

JATIM TERPOPULER: Kakek Terjebak di Rumah Terbakar. - Ivan Sugianto Nangis Bikin Malu Keluarga

Berita terpopuler Sabtu 16 November 2024: Kakek terjebak di rumah terbakar. - Ivan Sugianto nangis bikin malu keluarga.

Editor: Hefty Suud
KOLASE Istimewa - Twitter (x)/@LexWu_13 via Tribunnews
Petugas Damkar melakukan pembasahan di lokasi kebakaran Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jumat (15/11/2024). - Ivan diketahui sempat membuat video permintaan maaf usai viral memaksa siswa sujud dan menggonggong. Ia nangis karena membuat keluarga malu. 

TRIBUNJATIM.COM - Kumpulan berita peristiwa yang terjadi di Jawa Timur (Jatim) tersangkum dalam berita terpopuler Jatim, Sabtu 16 November 2024.

Berita pertama, kekek terjebak dalam kebakaran rumah di Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jumat (15/11/2024).

Ada juga berita kisah orangtua siswa antar anak sekolah dengan sebrangi lahar Gunung Semeru. Pemandangan ini terlihat di di Jembatan Limpas, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Selanjutnya berita Ivan Sugianto telah ditetapkan polisi sebagai tersangka atas kasus suruh siswa SMA di Surabaya sujud dan gonggong Kamis (14/11/2024), nangis buat keluarga malu.

Berikut selengkapnya berita terpopuler Jatim hari ini, Sabtu (16/11/2024) di TribunJatim.com.

Baca juga: Tanggapi Hasil Survei Litbang Kompas, Akademisi Klaim Undecided Voters Dominan ke Khofifah-Emil

Baca juga: Si Jago Merah Melalap Rumah di Bondowoso, Warga Ketar-ketir Api Merembet ke Tempat Agen Gas Elpiji

Baca juga: Pilu Mbah Usman, Tukang Gali Keliling sudah Seminggu Tak ada Kerjaan, Terpaksa Utang untuk Makan

1. Terjebak dalam Rumah yang Terbakar, Nyawa Kakek di Mojokerto Tak Tertolong

Petugas Damkar melakukan pembasahan di lokasi kebakaran Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jumat (15/11/2024).
Petugas Damkar melakukan pembasahan di lokasi kebakaran Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jumat (15/11/2024). (istimewa)

Peristiwa kebakaran rumah di Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto merengut satu korban jiwa.

Akibat kejadian tersebut korban, Ruslan (68) meninggal dunia akibat terjebak api di dalam rumahnya, pada Jumat (15/11/2024). Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal di ruangan dapur.

"Korban meninggal terjebak api saat terjadi kebakaran," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mojokerto, Parmanto.

Dikatakan Parmanto, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terjadi kebakaran rumah yang berlokasi di Desa Batankrajan, sekitar pukul 15.00 WIB.

Petugas Damkar menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian. 

"Api berhasil dipadamkan pukul 16.20 WIB. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik," jelasnya.

Ia mengungkapkan dampak kebakaran menghanguskan bagian dapur dan kamar.

"Luas area yang terdampak kebakaran kurang lebih 30 meter," ungkap Parmanto.

Polisi melakukan olah TKP di lokasi kebakaran tersebut. 

Setelah dilakukan identifikasi, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulanske RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto.

Baca selengkapnya

2. Kisah Orangtua Siswa Gendong Anaknya Sebrangi Lahar Gunung untuk Sekolah, Tiap Banjir selalu Cemas

Kisah Orangtua Siswa Gendong Anaknya Sebrangi Lahar Gunung untuk Sekolah, Tiap Banjir selalu Cemas
Kisah Orangtua Siswa Gendong Anaknya Sebrangi Lahar Gunung untuk Sekolah, Tiap Banjir selalu Cemas (KOMPAS.COM/MIFTAHUL HUDA)

Para orangtua siswa ini harus antar anak sekolah dengan sebrangi lahar Gunung Semeru.

Ya, pemandangan ini terlihat di di Jembatan Limpas, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Para orangtua itu menggendok anaknya untuk ke seberang sungai melintasi aliran lahar.

Meskipun biasanya anak-anak ini berangkat sendiri ke sekolah.

Melansir dari Kompas.com, lahar hujan Gunung Semeru yang terjadi pada Kamis (14/11/2024) malam membuat jembatan limpas tertutup material pasir dan batu yang dibawa banjir lahar.

Alhasil, para orangtua ini khawatir akan keselamatan sang buah hati dan terpaksa menggendongnya sampai seberang sungai.

Apalagi, usai diterjang banjir, aliran air Sungai Regoyo masih cukup deras, sehingga berbahaya untuk anak-anak.

"Kalau habis banjir ya selalu gini, digendong sampai seberang, takut kalau anak-anak berangkat sendiri airnya masih deras," kata Sulaiman, salah satu orang tua siswa, Jumat (15/11/2024).

Tidak hanya saat berangkat sekolah, para orangtua siswa ini juga harus bersiaga di pinggir sungai saat jam pulang sekolah.

Apalagi, jika cuaca sudah mulai mendung atau turun hujan.

Tidak jarang, siswa dan orangtuanya harus menunda pulang sampai banjir surut agar bisa menyeberang.

"Nanti jemput juga, kalau pas pulang itu banjir ya harus nunggu dulu sampai reda," ujar Yanti, orangtua siswa.

Meski harus bersusah payah sampai ke sekolah, anak-anak ini tetap bersemangat untuk pergi belajar ke sekolah.

Baca selengkapnya

3. Ivan Pengusaha Surabaya Nangis Buat Keluarga Malu Imbas Paksa Siswa Sujud Menggonggong: Ampuni Saya

Ivan diketahui sempat membuat video permintaan maaf usai viral memaksa siswa sujud dan menggonggong. Ia nangis karena membuat keluarga malu.
Ivan diketahui sempat membuat video permintaan maaf usai viral memaksa siswa sujud dan menggonggong. Ia nangis karena membuat keluarga malu. (Twitter (x)/@LexWu_13 via Tribunnews)

Kasus siswa dipaksa sujud dan menggonggong oleh pengusaha Surabaya kini masih menjadi perbincangan.

Pengusaha Surabaya berinisial IV alias Ivan Sugianto telah ditetapkan polisi sebagai tersangka atas kasus tersebut pada Kamis (14/11/2024).

Ivan ditangkap di Bandara Internasional Juanda.

Ivan diketahui sempat membuat video permintaan maaf usai viral memaksa siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya untuk sujud dan menggonggong di depan banyak orang.

Video permintaan maaf itu dibuat Ivan pada 14 November, subuh.

Dalam video tersebut, Ivan tampak memejamkan mata dan menggenggam kedua tangannya.

Dia mengatakan, dirinya akan segera menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya.

"Saya berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama warga Surabaya, bisa mengampuni saya," ucap IV.

Pria yang memiliki bisnis beberapa tempat hiburan malam di Surabaya itu memulai video permintaan maaf dengan mengenalkan diri sebagai Ivan Sugianto

Ia menjelaskan, dirinya memilih untuk diam dan tidak muncul di tengah perbincangan publik karena lebih memilih untuk introspeksi diri atas kegaduhan yang sudah terjadi.

"Permintaan maaf ini saya sampaikan kepada SMA Gloria 2, orang tua siswa, terutama kepada ET dan kedua orang tuanya," katanya.

Di akhir video, ia tampak menangis dan meminta maaf kepada keluarganya.

"Untuk istri dan anak saya, papa minta maaf atas perbuatan yang sudah membuat kalian malu," tandasnya.

Ivan ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya setelah pemeriksaan 11 saksi dan gelar perkara.

Baca selengkapnya

---

Berita Jatim dan Berita Viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved