PDIP Copot Adi Sutarwijono

Usai DPC Surabaya dan Bondowoso, PDIP akan Evaluasi Sejumlah Daerah Lain di Jawa Timur

Budi Sulistyono alias Kanang mengatakan, sementara, ada dua DPC PDIP, yakni Surabaya dan Bondowoso yang dilakukan pencopotan jabatan ketua. 

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Yusron Naufal
EVALUASI KINERJA - Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Jatim, Budi Sulistyono alias Kanang saat menyampaikan keterangan di Kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari, Surabaya, Jumat (2/5/2025). Kanang memastikan PDIP akan terus mengevaluasi kinerja DPC.  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Evaluasi terhadap kinerja struktural DPC PDI Perjuangan (PDIP) di Jawa Timur akan terus dilakukan, Jumat (2/5/2025).

Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Jawa Timur, Budi Sulistyono alias Kanang mengatakan, sementara ini, sudah ada dua DPC, yakni Surabaya dan Bondowoso yang dilakukan pencopotan jabatan ketua. 

Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono dicopot dari struktural pada Jumat (2/5/2025).

Beberapa waktu lalu, Irwan Bachtiar dicopot sebagai Ketua DPC Bondowoso.

"Yang sedang kita evaluasi memang Surabaya, kemudian Sidoarjo berproses. Kota Pasuruan juga sedang proses," kata Kanang di Kantor DPD PDIP Jatim, Jumat. 

Evaluasi ini disebut bermula dari penurunan kursi DPRD saat Pileg 2024 lalu.

Evaluasi itu lantas diperdalam dan ternyata didapati penilaian bahwa soliditas internal tidak optimal.

"Soliditas ini memang menjadi yang utama untuk menuju evaluasi yang lebih dalam lagi," ungkap Kanang yang merupakan anggota DPR RI tersebut. 

Baca juga: BREAKING NEWS - PDIP Copot Adi Sutarwijono dari Jabatan Ketua DPC Surabaya

Kanang belum membocorkan progres evaluasi yang dilakukan untuk sejumlah daerah selain Surabaya dan Sidoarjo.

Apakah akan bernasib sama seperti Adi Sutarwijono dan Irwan Bachtiar, Kanang menyebut semua tengah berproses.

Namun dia menyebut, evaluasi itu akan dilakukan mendalam hingga menemukan titik persoalan. 

Jika dianggap persoalan soliditas itu lantaran kinerja ketua, sekretaris dan bendahara, maka sanksi yang akan diberikan juga bakal serupa.

"Bisa saja semua kita evaluasi," ujar politisi kawakan yang juga mantan Bupati Ngawi tersebut. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved