Belanja Alat Kedokteran Bedah, Pemkab Jember Siapkan Rp 6,9 Miliar 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember Jawa Timur mengalokasikan Rp 6,9 miliar untuk belanja alat kedokteran bedah.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Imam Nawawi
BELANJA ALAT - Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Hendro Soelistijono (kemeja putih) saat rapat dengar pendapat di Komisi D DPRD Jember, dalam artikel berjudul "Belanja Alat Kedokteran Bedah, Pemkab Jember Siapkan Rp 6,9 Miliar " 

Laporan Wartawan TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Imam Nawawi

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember Jawa Timur mengalokasikan Rp 6,9 miliar untuk belanja alat kedokteran bedah.

Dana tersebut berada di Dinas Kesehatan Jember, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Berdasarkan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup), anggaran tersebut diperuntukan untuk belanja meja operasi, lampu operasi dan mesin anastesi di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung Jember.

Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Hendro Soelistijono mengatakan hal tersebut dapat ditanyakan langsung di rumah sakit.

"Karena pengadaan anggarannya ada di Dinas Kesehatan. Tetapi DAK-nya melekat di rumah sakit," ujarnya, Jumat (9/5/2025).

Menurutnya, Dinkes Jember memang membawahi tiga rumah sakit daerah, otomatis anggaran pengadaan mereka melekat.

"Tapi pengadaanya ada di mereka (rumah sakit), yang mengusulkan juga mereka dalam DAK," ucap dr Hendro.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSD Balung Nurullah mengatakan, hal tersebut sebatas Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang wajib dipublikasikan.

Baca juga: Temui PLN Pusat di Jakarta, Bupati Gus Fawait Perjuangkan 7 Ribu Warga Jember Dapat Listrik Gratis

"Kami memang BLUD, tetapi juga OPD. Namanya OPD pasti ada DPA yang harus di informasikan," tanggapnya.

Namanya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), kata dia, belanja anggaran ini tergantung kondisi keuangan lembaga yang bisa diserap.

"Tetapi kalau tidak ada anggaran, DPA tersebut tetap harus dipublikasikan begitu," paparnya.

Artinya belanja tersebut sebatas rencana saja. Kata dia, untuk eksekusi anggaran, tergantung kondisi keuangan rumah sakit.

"Karena BLUD jadi tergantung kondisi keuangan, kalau memang ada, ya kami lakukan. Tapi kadang kala ada perubahan, tergantung kondisi," tuturnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved