Bantuan Rumah Bibit Cabai di Kediri Bantu Petani Tekan Risiko Gagal Panen
Untuk menekan risiko gagal panen dan mendukung budidaya pertanian yang berkelanjutan, para petani cabai di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI – Untuk menekan risiko gagal panen dan mendukung budidaya pertanian yang berkelanjutan, para petani cabai di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri kini memanfaatkan fasilitas rumah bibit yang dibangun atas bantuan Bank Indonesia sejak tahun 2018.
Rumah bibit ini menjadi solusi bagi para petani dalam memproduksi bibit cabai yang sehat, berkualitas, dan tahan terhadap serangan hama penyakit.
Fasilitas tersebut disiapkan bersamaan dengan pembangunan embung di wilayah setempat, yang difungsikan untuk
meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Solikin, penanggung jawab rumah bibit yang juga anggota Kelompok Tani Aneka Makmur, menjelaskan bahwa kapasitas rumah bibit ini cukup besar. Sekali produksi, ruangan tersebut bisa menampung hingga 200.000 bibit cabai.
Baca juga: Menanam dengan Standar, Memanen dengan Nilai: Transformasi Cabai di Kebonrejo Kabupaten Kediri
"Alhamdulillah rumah bibit ini sangat membantu petani. Di sini bibit bisa kami siapkan dalam kondisi sehat, dan alat yang digunakan juga sudah cukup modern dengan sistem pengairan otomatis," ujar Solikin, Sabtu (14/6/2025).
Menurutnya, mayoritas petani di Kebonrejo membutuhkan bibit cabai berusia satu bulan, yang siap dipindahkan ke lahan tanam.
Permintaan biasanya meningkat pada masa tanam utama antara bulan Agustus hingga Desember.
"Pada musim tanam, ada petani yang menitipkan benih untuk disemai di sini, ada pula yang langsung mengambil bibit dari kami. Mereka percaya kualitasnya terjaga," imbuhnya.
Salah satu keunggulan dari rumah bibit ini adalah kemampuannya menyediakan lingkungan tumbuh yang terkontrol. Suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya dapat diatur sesuai kebutuhan bibit, sehingga pertumbuhannya lebih optimal.
Solikin menambahkan, sistem ini sangat efektif dalam mengurangi ancaman gagal panen yang kerap dialami petani akibat serangan penyakit sejak dini. Dengan bibit yang kuat dan sehat, tanaman memiliki daya tahan lebih baik ketika ditanam di lahan terbuka.
"Bibit lokal di sini juga sangat adaptif. Itu yang paling banyak kami kembangkan karena terbukti paling kuat," bebernya.
Selain pengendalian hama dan penyakit, rumah bibit juga berperan penting dalam menjaga kemandirian petani. Mereka tidak lagi bergantung pada pembelian bibit dari luar daerah yang harganya kerap tidak stabil.
"Ini bagian dari sistem pertanian berkelanjutan. Petani bisa memproduksi bibit sendiri, kualitasnya juga bisa kami jamin," jelas Solikin.
Penggunaan rumah bibit ini dinilai mampu mengurangi kerugian akibat gagal panen yang selama ini menghantui petani, terutama pada musim tanam dengan curah hujan tinggi atau serangan organisme pengganggu tanaman.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang telah memberikan bantuan rumah bibit kepada petani cabai di wilayah Kebonrejo.
Menurutnya, fasilitas ini bisa menjadi tonggak penting dalam membangun sistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan, khususnya di sektor hortikultura seperti cabai yang rentan terhadap perubahan cuaca dan serangan hama.
"Dengan adanya rumah bibit, petani bisa mengurangi risiko gagal panen karena bisa memulai dari bibit yang benar-benar sehat dan terkontrol," ujarnya.
Lebih jauh, ia berharap model seperti ini bisa direplikasi di wilayah lain yang memiliki komoditas unggulan serupa. Dengan begitu, ketahanan pangan daerah bisa diperkuat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
"Jika bibitnya bagus, tentu produksi cabai juga akan melimpah. Ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan pasokan di pasar," tambahnya.
Rumah bibit tidak hanya menyediakan bibit, tetapi juga edukasi bagi petani untuk mengenal teknik budidaya cabai yang tepat sejak awal. Ini menjadi bekal penting dalam membangun pertanian cabai yang berorientasi jangka panjang.
Kesuksesan program Rumah Bibit menjadi bukti nyata komitmen Bank Indonesia dalam menjaga keberlanjutan produksi cabai di wilayah Kediri sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga, dikarenakan cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi terbesar di Kediri dan Jawa Timur.
Dengan hadirnya Rumah Bibit, petani akan mendapatkan akses yang lebih mudah untuk mendapat benih yang berkualitas untuk
menghasilkan produk cabai dengan kualitas, kontinuitas, dan kapasitas yang terjamin untuk tercapainya stabilitas harga.
| Sosok Hendro Prasetyo, Remaja Tuli Nganjuk yang Sukses Berikan Lukisan Pensil Buatannya ke Prabowo |
|
|---|
| Harta Kekayaan dan Isi Garasi Seskab Teddy Indra Wijaya yang Mencapai Rp 20 Miliar |
|
|---|
| Pabrik Arang di Pare Kediri Terbakar Hingga Merugi Rp30 Juta, Pemicu Diduga Mesin Blower |
|
|---|
| Mitos Idul Adha 2026 Dibongkar Buya Yahya, Kambing Betina Hingga Kurban Sekali Seumur Hidup |
|
|---|
| Lantik 23 Pengurus PAC, PDIP Bondowoso Targetkan 8 Kursi dan Rebut Kursi Eksekutif di Pemilu 2029 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Untuk-menekan-risiko-gagal-panen-dan-mendukung-budidaya-pertanian-yangberkelanjutan.jpg)