Bagikan Dividen, MSJA Optimis Capai Target Pertumbuhan Penjualan 25 Persen Tahun Ini

Kondisi ekonomi global yang tak menentu akibat konflik Iran-Israel tak membuat PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) menyurutkan semangat

Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
BAGIKAN DEVIDEN : PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) memberikan kabar baik bagi pemegang sahamnya, bahkan pada Rabu (25/6/2025) perusahaan produsen nonwoven tersebut membayarkan deviden sebesar Rp.12 per lembar saham. 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA  - Kondisi ekonomi global yang tak menentu akibat konflik Iran-Israel tak membuat PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) menyurutkan semangat memberikan kabar baik bagi pemegang sahamnya.

MSJA, perusahaan yang bergerak di sektor produsen nonwoven tersebut membayarkan deviden sebesar Rp.12 per lembar saham, pada Rabu (25/6/2025) lalu.

Corporate Secretary MSJA, Kent Kurniawan Handi menerangkan, pembayaran deviden Rp12 per lembar saham tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya, dan kondisi global yang menciptakan berbagai macam tantangan mampu diatasi oleh perusahaannya.

"Termasuk pertumbuhan ekonomi, konflik di beberapa negara yang masih belum selesai sampai sekarang serta fragmentasi dalam perdagangan internasional, tapi dari hal-hal tersebut masih ada hal baik yang terjadi di dalam perekonomian Indonesia masih menunjukkan penguatan dan ketahanan," ucapnya Sabtu (5/7/2025).

Baca juga: Hadapi Ketidakpastian Global, MSJA Catatkan Laba USD 4,06 Juta di Kuartal III 2024

Dari penguatan ekonomi dalam Negeri yang diproyeksikan oleh Bank Indonesia pada 2024  dan 2025 berada pada angka 5,5 persen, dijelaskan oleh Kent bahwa MSJA mengalami peningkatan penjualan nonwoven dari domestik maupun mancanegara, tapi secara nilai uang mengalami penurunan sebesar 2,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.  Hal inilah yang menjadi dasar MSJA membayarkan deviden pada hari ini.

"Kalau dari sisi biaya beban pokok penjualan kelihatannya meningkat sebesar 1,67 persen tapi peningkatan tersebut bukan karena kami nggak efisien tetapi biaya pokok penjualan itu terutama disebabkan oleh meningkatnya penggunaan bahan baku untuk produksi sebagai akibat peningkatan kuantitas penjualan yang terjadi pada tahun 2024," urainya.

Baca juga: Komitmen MSJA Tingkatkan SDM di Tengah Kebijakan Efisiensi, Kolaborasi dengan Kampus Terkemuka

Kent menambahkan, meski 2024 bukanlah tahun yang mudah bagi MSJA tapi industri nonwoven ini mampu mencatatkan laba 5,6 juta US Dollar dan dengan kondisi keuangan dan pengelolaannya yang terjaga baik, ini juga menjadi dasar pembayaran devidien tunai bagi pemegang saham. 

"Yang mana ini naik cukup banyak dibandingkan pembayaran deviden tunai di periode sebelumnya," tegasnya.

Di tahun 2025 ini MSJA tetap optimis menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 25 persen yang dapat dilihat di annual report yang telah dipublikasikan di bursa efek Indonesia.

"Kami tetap optimis bisa mencapai pertumbuhan, adapun kami melihat sumber pertumbuhan itu nantinya akan datang dari penguatan inovasi produk yaitu yang kami lakukan dengan berinvestasi dalam riset dan teknologi untuk menciptakan produk nonwoven berkualitas tinggi dengan nilai tambah yang lebih besar. Diharapkan produk ini sudah bisa mencapai tahap komersialisasi pada semester dua tahun 2025," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved