Breaking News

Ramalan Cuaca Jatim

Cuaca Hari Ini Kamis 10 Juli 2025: Jawa Timur Cerah, Surabaya Panas, Waspada Anomali Curah Hujan

Berikut tersaji prediksi cuaca Jawa Timur (Jatim) untuk Kamis 10 Juli 2025 melansir dari laman resmi BMKG Kelas 1 Juanda Sidoarjo.

Tayang:
Editor: Hefty Suud
Aflo
CUACA JATIM KAMIS - Foto ilustrasi untuk berita cuaca Jatim Kamis, 10 Juli 2025 melansir dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Juanda Sidoarjo. 

TRIBUNJATIM.COM - Inilah prediksi cuaca hari ini Jawa Timur (Jatim). 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Juanda Sidoarjo memprediksi tak ada hujan turun hari ini, Kamis (10/7/2025)

Cuaca Jatim diprediksi akan cerah sepanjang hari. 

Suhu udara cuaca Jatim hari ini tertinggi mencapai 34 derajat celcius, terendah 14 derajat celcius. 

Menurut prediksi BMKG Kelas 1 Juanda Sidoarjo, paling panas di Kota Surabaya. Suhu udara di kisaran 21-34 derajat celcius. 

Prediksi cuaca Jawa Timur selengkapnya: KLIK 

Di samping itu, sejumlah wilayah di Indonesia masih diguyur hujan meski memasuki musim kemarau.

Atas fenomena ini muncul kondisi anomali curah hujan.

Ya, Indonesia ternyata saat ini mengalami anomali curah hujan atau musim kemarau basah.

Adapun musim kemarau basah yakni kondisi curah hujan di atas normal selama periode kemarau.

Hal ini menyebabkan sebagian wilayah Indonesia mengalami hujan lebat meski seharusnya sudah memasuki periode musim kemarau.

Baca juga: JATIM TERPOPULER: Pria Surabaya Curi 14 Motor & Mobil Orang Tua - Motor Tak Bertuan Terbakar Jombang

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, kemarau basah diperkirakan berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia hingga Oktober 2025.

"Hasil prediksi curah hujan bulanan menunjukkan bahwa anomali curah hujan yang sudah terjadi sejak Mei 2025 akan terus berlangsung dengan kondisi curah hujan di atas normal di sebagian besar wilayah Indonesia hingga Oktober 2025," ujar Dwikorita, dikutip dari Kompas.com, Jumat (8/7/2025).

Lantas, apa kondisi anomali curah hujan atau kemarau basah?

Kemarau basah adalah kondisi cuaca tidak biasa di mana hujan tetap terjadi dengan intensitas cukup tinggi meskipun berada dalam periode musim kemarau.

Dikutip dari laman Kompas.com (19/5/2025), BMKG menyebut fenomena ini disebabkan berbagai faktor atmosfer dan perubahan iklim yang memengaruhi pola cuaca di Indonesia.

Umumnya musim kemarau identik dengan cuaca panas dan langit cerah, namun saat musim kemarau basah, kelembaban udara tetap tinggi sehingga memungkinkan terjadi hujan lebih sering.

Baca juga: VIRAL TERPOPULER: Sosok Siswa Punya Nama Cuma 1 Huruf - Lulusan Oxford Jadi Kurir Makanan

Kelembaban udara dan curah hujan masih cukup tinggi selama periode pancaroba hingga awal periode kemarau.

Penyebab kemarau basah cukup kompleks dan dipengaruhi beberapa fenomena atmosfer di wilayah Indonesia.

BMKG menyebut, tingginya curah hujan di musim kemarau ini merupakan dampak dari anomali iklim atau musim kemarau basah.

Beberapa faktor utama penyebabnya antara lain:

ANOMALI CURAH HUJAN - Ilustrasi hujan lebat. Indonesia kini mengalami fenomena anomali curah hujan atau musim kemarau basah yang diprediksi hingga Oktober 2025, Rabu (9/7/2025).
ANOMALI CURAH HUJAN - Ilustrasi hujan lebat. Indonesia kini mengalami fenomena anomali curah hujan atau musim kemarau basah yang diprediksi hingga Oktober 2025, Rabu (9/7/2025). (freepik.com)
  • Melemahnya Monsun Australia, sehingga udara kering tidak dominan
  • Suhu muka laut yang tetap hangat di selatan Indonesia
  • Gelombang Kelvin dan konvergensi angin di barat-selatan Pulau Jawa
  • Labilitas atmosfer tinggi, yang mempercepat pembentukan awan hujan.

Secara musiman, kemarau basah dipicu oleh aktifnya gelombang atmosfer tropis seperti MJO, gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuator.

Ketiga fenomena ini membawa uap air dalam jumlah besar dan mendorong pembentukan awan hujan.

Kondisi tersebut mengganggu pola cuaca normal, menyebabkan curah hujan meningkat secara signifikan walaupun musim kemarau sedang berlangsung.

Berita Jatim lainnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved