Berita Viral
Marah 9 Siswa Tak Lolos Masuk SMA Negeri, Orang Tua Murid Segel Akses Sekolah: Diportal
Terdapat sembilan orang tua siswa yang menyegel jalan menuju sebuah SMA tersebut. SMA yang disegel adalah SMA Negeri 6 Kota Tangerang Selatan.
TRIBUNJATIM.COM - Akses sebuah SMA disegel oleh orang tua siswa.
Penyebabnya, orang tua siswa ini tak terima anaknya tak lolos di sekolah negeri tersebut.
Diketahui terdapat sembilan orang tua siswa yang menyegel jalan menuju sebuah SMA tersebut.
SMA yang disegel adalah SMA Negeri 6 Kota Tangerang Selatan.
Baca juga: Kaget Anaknya Tidak Naik Kelas, Orang Tua Siswa Curiga Ada Dendam Pribadi Sang Guru, Kepsek Bantah
Aksi penyegelan oleh warga dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, khususnya jalur domisili.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten, Lukman, mengklaim persoalan penyegelan akses menuju SMA Negeri 6 Kota Tangerang Selatan oleh warga telah diselesaikan.
Lukman menjelaskan, sembilan warga Pamulang Permai, Pamulang, yang anaknya tidak diterima di sekolah negeri telah disalurkan ke sekolah swasta.
“Di SMA Negeri 6 itu ada sembilan siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.
Mereka sudah kami salurkan ke sekolah swasta sesuai ketentuan.
Insya Allah persoalan ini sudah bisa diselesaikan,” ujar Lukman kepada wartawan di Pendopo Gubernur, Rabu (9/7/2025).
Menurutnya, aksi penyegelan oleh warga dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, khususnya jalur domisili.
Para orangtua merasa anak-anak mereka tidak diprioritaskan untuk masuk ke SMP maupun SMA negeri yang berada di sekitar tempat tinggal, meskipun lokasi rumah mereka berdekatan dengan sekolah.
“Mereka kecewa karena tidak lolos masuk ke SMP dan juga tidak diterima di SMA. Akhirnya satu jalur ditutup, ya dipasang portal,” kata dia.
Lukman mengakui, minimnya sosialisasi terkait mekanisme SPMB 2025 menjadi salah satu pemicu utama timbulnya kekecewaan dari warga.
"Informasi tidak tersampaikan secara menyeluruh, sehingga muncul asumsi dan kekecewaan. Ini akan menjadi catatan penting kami ke depan,” ujar Lukman.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Curhat Tukang Sol yang Lapaknya Dijarah saat Demo Rusuh, Sepatu Pelanggan Hilang: Ganti dengan Apa? |
![]() |
---|
Rumah Uya Kuya Kosong saat Dijarah Tapi Ada Belasan Kucing, Sherina Munaf Rawat 1: Kondisi Kurus |
![]() |
---|
Pemilik Toko Kaget Barang Retur Miliknya Dijual Murah dan Tak Kembali, Karyawan Ekspedisi: Hal Biasa |
![]() |
---|
Brankas Ahmad Sahroni Isi Pecahan 1.000 SGD Disebar saat Rumahnya Dijarah, per Orang Dapat Rp12 Juta |
![]() |
---|
Makan Bareng di Mobil, Bidan dan Kekasihnya Ditemukan Meninggal di dalam Mobil |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.