Pemkab Sidoarjo Terus Matangkan Program Bus Sekolah Gratis, Bakal Sediakan 5 Kendaraan
Pemkab Sidoarjo hingga kini masih terus mematangkan rencana program bus sekolah gratis untuk pelajar, bakal sediakan lima kendaraan di tahap awal.
Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Program layanan bus sekolah gratis untuk pelajar di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus dimatangkan.
Mulai perencanaan pengadaan bus, trayek, sistem layanan, rute layanan bus, dan beberapa hal teknis lainnya.
Menurut Bupati Sidoarjo, Subandi, layanan bus sekolah gratis itu bakal direalisasikan pada tahun 2026 mendatang.
Sebelum pelaksanaan, diharapkan persiapannya benar-benar matang. Supaya pada saatnya nanti, layanan bisa langsung berjalan dengan baik.
“Beberapa hal sedang kita siapkan terkait program tersebut. Semoga semua tuntas sampai akhir tahun ini, kemudian bisa direalisasikan melalui APBD tahun 2026 mendatang,” kata Subandi, Senin (22/7/2025).
Dinas Perhubungan (Dishub) dan beberapa instansi terkait sudah dimintanya untuk mematangkan perencanaan ini.
Termasuk pengalokasian anggaran dan penerapan sistem layanannya.
Kendati demikian, Subandi tetap berharap dukungan dari berbagai pihak supaya program itu bisa berjalan bagus.
“Ini program untuk anak-anak kita. Untuk para siswa di berbagai wilayah di Sidoarjo. Supaya berangkat dan pulang sekolah bisa mendapat layanan angkutan gratis,” tandasnya.
Baca juga: Layanan Bus Sekolah Gratis Disambut Antusias Pelajar di Kota Kediri, Aman dan Tepat Waktu
Dengan program itu, diharapkan bisa mengurangi angka kecelakaan pelajar di Sidoarjo. Sekaligus mengurangi angka kemacetan yang kerap terjadi saat jam berangkat dan pulang sekolah.
Serta dengan program ini, bisa meringankan orang tua. Yang sebelumnya harus mengantar dan menjemput anaknya, bakal mendapat layanan antar jemput sekolah gratis.
Kepala Dishub Sidoarjo, Benny Airlangga mengungkapkan, untuk pemantapan perencanaan dan sebagainya, pihaknya bersiap mengalokasikan anggaran pada PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) APBD 2025 akhir tahun nanti.
“Realisasinya menggunakan anggaran 2026, tapi untuk penguatan persiapan dan perencanaan kami siapkan di PAK. Semoga semua bisa berjalan lancar,” kata Benny.
Disebutnya, untuk rencana awal, Pemkab Sidoarjo bakal menyediakan lima bus berukuran sedang dengan kapasitas 25-30 orang.
Bus itu beroperasi menyesuaikan jam berangkat dan pulang sekolah para siswa.
Untuk tahap awal itu, direncanakan rute yang dilayani baru wilayah Kecamatan Buduran-Sidoarjo, Candi-Porong, dan Wonoayu.
Wonoayu dipilih karena diketahui banyak siswa dari kawasan itu yang bersekolah di SMAN 4 Sidoarjo.
Menurut Benny, penentuan sekolah dilakukan berdasar lokasi strategis dan jumlah siswa.
Bus sekolah gratis Sidoarjo ini disesuaikan dengan standar keselamatan dan kenyamanan pelajar. Juga, dilengkapi identitas khusus sebagai armada angkutan sekolah.
Pemkab Sidoarjo bakal mengalokasikan dana sekira Rp 4 miliar melalui APBD 2026 untuk merealisasikan program tersebut.
Ke depannya, program tersebut juga bakal terus ditingkatkan dan diperluas secara bertahap sampai melayani seluruh wilayah di Kabupaten Sidoarjo.
Program itu juga sepertinya bakal mulus saat melalui pembahasan di DPRD Sidoarjo.
Karena, Ketua DPRD Sidoarjo, Abilah Nasih juga sudah memberikan lampu hijau.
Politisi PKB tersebut menyatakan persetujuannya atas program yang sedang disiapkan Pemkab Sidoarjo untuk para siswa itu.
Bahkan, Nasih menyebut, layanan itu bisa ditingkatkan dengan nelibatkan angkot.
“Cakupannya bisa diperluas. Bus kan hanya bisa beroperasi di jalur tertentu, nah untuk jalur perluasannya bisa memanfaatkan angkot untuk penguatan program itu,” kata dia.
Dicontohkannya untuk menjangkau kawasan padat penduduk seperti Waru, Taman, Kota, dan sebagainya, pemberdayaan angkot dirasa bakal efektif untuk memberikan layanan antar jemput bagi para siswa saat berangkat dan pulang sekolah.
Ketua dewan juga mengusulkan untuk digunakan sistem abonemen.
Dicontohkan ketika pelajar membutuhkan layanan angkot, bisa berlangganan kemudian bayarnya pakai kupon. Kupon itu yang kemudian bisa ditagihkan oleh sopir angkot ke pemerintah.
“Dengan begitu, pelajar bisa tetap mendapat layanan gratis, dan para sopir angkot juga mendapat pemasukan tambahan. Yang penting, angkot harus ontime. Jangan sampai siswa justru telat ke sekolah atau telat dijemput gara-gara nunggu angkotnya tiba,” lanjutnya.
Untuk penguatan program itu, angkot juga perlu peremajaan.
Supaya menarik bagi para siswa untuk bersedia memanfaatkannya pergi dan pulang sekolah. Jangan sampai angkotnya tersedia, tapi siswa tidak mau karena dianggap tidak layak.
bus sekolah gratis
Sidoarjo
Subandi
Benny Airlangga
TribunJatim.com
Berita Sidoarjo Terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
| Serunya 'The Tropical Carving' di Sheraton Surabaya, Ubah Semangka Jadi Karya Seni Bareng Keluarga |
|
|---|
| Tiga Jurnalis Indonesia Ikut Ditahan saat Israel Bajak 11 Kapal Kemanusiaan |
|
|---|
| Jatim Terpopuler: Antusias Warga di Surabaya Vaganza 2026 Hingga Rumah Pengusaha Digeledah KPK |
|
|---|
| Rugikan Penyanyi Dangdut Rp1,8 M untuk Biaya Nikah, Novita Pelaku Arisan Bodong Diusir Ibu Mertuanya |
|
|---|
| Perkuat Industri Mojokerto, Ruas Pekukuhan-Ngoro Direkonstruksi dari Jalan Aspal Diganti Beton Kokoh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Bupati-Sidoarjo-subandi-jelaskan-rencana-layanan-bus-sekolah-gratis-untuk-siswa-Sidoarjo.jpg)