Berita Viral
Kepala Dinas Datangi Langsung Rumah Bocah SD yang Viral ke Sekolah Harus Seberangi Sungai
Seorang kepala dinas mendatangi rumah bocah SD yang berakhir viral karena menempuh perjalanan ekstrem untuk me
Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM - Seorang bocah SD menjadi viral lantaran muncul dalam sebuah video.
Pengalamannya ketika berangkat sekolah ternyata tidak seperti kebanyakan orang.
Pada umumnya, pelajar berangkat ke sekolah dengan rute aman.
Namun yang dialami JIS (7) ternyata menjadi buah bibir banyak orang.
Berikut ini video Penelusuran Rumah Bocah SD Viral ke Sekolah Lewati Sungai, Kunjungan Kadisdik Kota Semarang.
Kabar viral tentang bocah SD, JIS (7) yang berangkat ke sekolah dengan cara mlipir di Sungai Kaligarang juga sampai ke telinga Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto.
Pada Kamis (31/7/2025), Bambang ditemani Camat Gajahmungkur Puput Widhiatmoko Hadinugroho serta perwakilan TNI/Polri mengunjungi rumah orangtua JIS di Jalan Lamongan Selatan II RT 07 RW 01, Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
Diketahui, alasan JIS harus melewati sungai ke sekolah karena kasus sengketa rumah orangtuanya, seperti informasi yang dikutip TribunJatim.com dari TribunJateng.com, Jumat (1/8/2025).
Rumah yang ditempati tersebut rupanya atas nama orang lain yakni Sri Rejeki.
Baca juga: Sosok dan Harta Kekayaan Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP Divonis 3,5 Tahun Dapat Amnesti Presiden
Sebelumnya Juladi bisa menempati rumahnya itu setelah membeli sepetak tanah milik Zaenal Choridin dengan cara mencicil tanpa ada surat keterangan resmi pembelian kavling.
Namun setelah Zaenal meninggal, datang Sri Rejeki yang merupakan adik kandung Zaenal.
Dia mengklaim tanah itu telah berganti nama atas nama miliknya dan dibuktikan dengan sertifikat kepemilikan tanah, sehingga kasusnya terus berlanjut sampai ke meja hijau.
Juladi yang telah dinyatakan kalah di Pengadilan Negeri Semarang, kini mengajukan banding.
Atas kasus itu, akses rumah Juladi menjadi terisolasi karena pagar rumahnya ditutup besi baja ringan dan atap galvalum oleh pihak Sri Rejeki melalui tim pengacara.
Baca juga: 8 Cara Mudah Menanam Tauge di Rumah, Sayuran dengan Cita Rasa Renyah dan Segar, Pakai Kacang Hijau
Bahkan pihak Sri Rejeki juga memasang CCTV.
Satu-satunya akses sehari-hari keluarga tersebut adalah berjalan melewati pinggiran sungai.
Pagar rumah Juladi yang masih ditutup atap galvalum karena masih dalam proses hukum, membuat Bambang Pramusinto dan rombongan hanya bisa sampai dari luar pagar.
Di lingkungan tersebut, Juladi lebih akrab disapa Paung.
Bambang Pramusinto dan rombongan yang sudah terlanjur sampai di lokasi tetap berupaya agar tetap berkesempatan berkomunikasi dengan keluarga Juladi.
Dari balik pagar tralis besi yang tertutup rapat, Bambang Pramusinto bersama rombongan mendekati area rumah tersebut langsung ditemui Juladi bersama dengan istrinya, Imelda Tobing.
Dan JIS yang ternyata siap siaga jika rombongan Kepala Disdik Kota Semarang memanggil mereka.
"Selama ini, Pak, mereka hanya tahu sepihak."
"Tidak tahu versi dari kami," kata Juladi membela diri dan keluarganya di depan rombongan.
Sedangkan istrinya, Imelda dengan ekspresi memelas turut berkeluh kesah tentang kekhawatirannya terhadap psikologis JIS di sekolah.
"Mau sampai kapan seperti ini, Pak?"
"Kasihan mental dan psikologis anak saya kalau sampai dibully," ungkapnya.
Sementara itu, Bambang Pramusinto mencoba langsung berkomunikasi secara langsung dengan JIS yang kebetulan ada di rumah itu.
Mulai dari menanyakan kabar hingga aktivitasnya di sekolah.
Adapun kepada awak media, Bambang Pramusinto menegaskan, Disdik Kota Semarang ingin tetap memastikan kondisi JIS secara langsung atas kasus yang sedang menimpa orangtuanya.
Baca juga: Sosok Iman Tukang Ojek Tewas Dibegal, Tangis Istri di Pelukan Terakhir: Hanya Bisa Meratapi Nisannya
Sebelum mengunjungi rumah keluarga Paung, Bambang juga menghadiri mediasi terkait masalah sengketa rumah milik Juladi dengan pihak kelurahan, kecamatan, dan pengacara Sri Rejeki, Roberto Sinaga di Kantor Kelurahan Bendan Ngisor.
"Kalau kami ingin memastikan JIS bisa kembali ke sekolah secara nyaman."
"Ini sudah ada informasi bahwa JIS bertempat tinggal di saudaranya dan ternyata lebih dekat dengan sekolahnya," kata dia.
"Di sekolah, ikut pembelajaran seperti biasanya."
"Ke depan tentu akan terus kami pantau," jelasnya.
Baca juga: Orang Tua Meninggal Gegara Rekening Mendadak Diblokir, Warga Tak Bisa Ambil Tabungan untuk Berobat
Sementara, atas lanjutan kasus sengketa tanah ini, kedua pihak yang berselisih dijadwalkan akan dipertemukan kembali di Kantor Kelurahan Bendan Ngisor pada pukul 09.00, Jumat (1/8/2025).
Sisi lain, sosok Juladi Boga Siagian rupanya disebut-sebut personal yang problematik di lingkungan tersebut.
Meski telah menetap lama, sejak 2011, Juladi menurut penuturan warga sering membuat masalah.
Belakangan terkuak jika warga sempat membuat surat pernyataan keberatan dengan beberapa catatan, yang dilayangkan kepada Zaenal Choridin yang merupakan pemilik tanah tersebut.
Sebelumnya Juladi bisa menempati rumahnya itu karena membeli sepetak tanah milik Juladi dengan cara mencicil.
Beberapa catatan tersebut mulai dari mencabut portal Covid-19 tanpa seizin warga hingga tidak pernah ikut dalam kegiatan warga seperti kerja bakti, melayat, hingga sosialisasi.
Juga disebutkan bahwa yang bersangkutan melakukan ancaman fisik kepada warga lain.
Berita viral lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
Kadisdik Kota Semarang
Rumah Bocah SD Viral ke Sekolah Lewati Sungai
Sungai Kaligarang
seberangi sungai
berita viral
TribunJatim.com
| Mobil Ambulans Dilempari Batu Orang Tak Dikenal Modus Minta Uang Rp 100 Ribu |
|
|---|
| Aksi Joki Terbongkar, UTBK Dapat Nilai Tinggi Tapi Gelagapan saat Ditanya Bahasa Madura |
|
|---|
| 3 Alasan Badut Nekat Habisi Nyawa Mertua saat Menganiaya Istrinya |
|
|---|
| Daftar 17 Bandara Internasional dan Domestik di Indonesia |
|
|---|
| Hukuman untuk Pegawai Disdik Pasuruan yang Berbuat Tak Pantas Bersama Wanita di Mobil Dinas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kunjungan-pejabat-daerah-ke-rumah-bocah-viral-seberangi-sungai.jpg)