Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Terpopuler

VIRAL TERPOPULER: Alasan Guru Tak Mau Cicipi MBG - Sudewo Menolak Mundur dari Jabatan Bupati Pati

Kumpulan berita peristiwa viral di media sosial tersangkum dalam berita terpopuler Jatim, Kamis 28 Agustus 2025.

Editor: Hefty Suud
KOLASE KOMPAS.com/Labib Zamani - TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal
BERITA VIRAL TERPOPULER - (foto kiri) Ilustrasi program MBG. Sejumlah guru keberatan disuruh menyicipi makanan imbas keracunan massal yang pernah terjadi, dan (foto kanan) Sudah didemo rakyatnya, Sudewo tegas tak akan mundur dari jabatan Bupati Pati.  

TRIBUNJATIM.COM - Kumpulan berita viral di media sosial, tersangkum dalam berita viral terpopuler, Kamis 28 Agustus 2025.

Berita pertama, pemuda di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan bakar rumah ibunya sendiri usai kesal tak diberi uang.

Selanjutnya berita alasan guru menolak untuk mencicipi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) meski sudah mendapat instruksi.

Ada juga berita tentang Sudewo yang menolak mundur dari jabatan Bupati Pati walaupun tak disukai masyarakatnya.

Berikut selengkapnya berita viral terpopuler hari ini, Kamis (28/8/2025) di TribunJatim.com.

Baca juga: JATIM TERPOPULER: Maling Motor Modus COD di Probolinggo - Jasad Wanita di Lahan Kosong Surabaya

1. 'Lihat Ma Aku Bakar Rumahmu' Pemuda Bakar Rumah Ibu Imbas Kesal Tak Diberi Uang Rp 240 Ribu

KESAL - Ilustrasi kebakaran. Kelakuan licik pemuda nekat bakar rumahnya sendiri usai kesal tak diberi uang oleh ibunya Rp 240 ribu.
KESAL - Ilustrasi kebakaran. Kelakuan licik pemuda nekat bakar rumahnya sendiri usai kesal tak diberi uang oleh ibunya Rp 240 ribu. (ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM)

Kelakuan seorang pemuda bakar rumah ibunya sendiri usai kesal tak diberi uang.

Kelakuan licik itu terjadi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Pemuda itu bahkan meminta ibunya agar melihat kelakuannya membakar rumah.

Pelaku adalah seorang pemuda bernama Dicky Ubai (28)

Ia membakar perabotan di rumah orangtuanya hanya karena permintaannya akan uang tidak dipenuhi.

Atas perbuatan biadabnya, Dicky kini harus mendekam di penjara Polres Lubuklinggau. 

Ironisnya, laporan polisi yang menjebloskannya ke sel justru datang dari ibunya sendiri, Herianah, seorang pensiunan guru yang trauma akibat ulah sang anak.

Peristiwa pembakaran itu terjadi dua kali dalam sehari, pada Sabtu (9/8/2025). 

Yang pertama pada pukul 03.00 WIB, kemudian terulang lagi pada pukul 07.00 WIB. 

Untungnya, api cepat diketahui warga, sehingga kebakaran besar bisa dihindari.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP M Kurniawan Azwar, kejadian bermula saat Dicky mendatangi rumah ibunya di Jalan Flamboyan I untuk meminta uang sebesar Rp 240 ribu. 

Karena sering diperlakukan tidak baik oleh Dicky, Herianah menolak permintaannya.

"Tersangka langsung berkata, 'tingoke lah ma aku bakar rumah kamu' (lihatlah ma, saya bakar rumah kamu)," tutur Kurniawan, menirukan ancaman pelaku.

Baca selengkapnya

2. Imbas Kasus Keracunan Massal MBG, Sejumlah Guru Tak Mau Cicipi Makanan Meski sudah Diperintah

KERACUNAN - Ilustrasi program MBG. Sejumlah guru keberatan disuruh menyicipi makanan imbas keracunan massal yang pernah terjadi.
KERACUNAN - Ilustrasi program MBG. Sejumlah guru keberatan disuruh menyicipi makanan imbas keracunan massal yang pernah terjadi. (KOMPAS.com/Labib Zamani)

Guru menolak untuk mencicipi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) meski sudah mendapat instruksi.

Instruksi itu muncul setelah kasus keracunan massal yang terjadi di beberapa sekolah wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman sampai memberi instruksi kepada guru agar selalu memitigasi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kualitas MBG dicek sebelum dibagikan ke siswa.

Bahkan, bila perlu guru untuk mencicipi makanan untuk memastikan keamanan mutu MBG.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Susmiarto saat ditemui pewarta Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin.

"Saya minta ini dibuat (SOP) tertulis, sehingga kita mitigasi, kejadian seperti itu," kata Susmiarto, Rabu (20/8/2025). 

Pemkab Sleman menilai hal ini penting untuk mencegah terulangnya kasus keracunan massal yang terjadi pada Rabu (13/8/2025).

Hingga Jumat (15/8/2025) pukul 20.00 WIB, tercatat korban keracunan massal mencapai 379 orang dari total 1.880 siswa pada empat sekolah yang berbeda di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.

Diduga siswa dari SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMP Pamungkas, dan SMPN 3 Mlati mengalami keracunan setelah sehari sebelumnya mengonsumsi MBG dengan menu rawon, nasi, dan lalapan.

Baca selengkapnya

3. Menolak Mundur Jadi Bupati Pati Walaupun Tidak Disukai Rakyatnya, Sudewo: Saya akan Amanah

BUPATI DILEMPAR SANDAL - (foto kiri) Bupati Pati Sudewo saat memberikan keterangan pada wartawan di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (3/3/2025). Kini ia dilempar sandal oleh warganya hingga dituntut mundur dalam demo besar-besaran terjadi di depan Kantor Bupati Pati di Jalan Tombronegoro Nomor 1, Kaborongan, Pati Lor, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025).
BUPATI DILEMPAR SANDAL - (foto kiri) Bupati Pati Sudewo saat memberikan keterangan pada wartawan di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (3/3/2025). Kini ia dilempar sandal oleh warganya hingga dituntut mundur dalam demo besar-besaran terjadi di depan Kantor Bupati Pati di Jalan Tombronegoro Nomor 1, Kaborongan, Pati Lor, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). (KOLASE TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal - TRIBUNJATENG/Mazka Hauzan Naufal)

Sudah didemo rakyatnya, Sudewo tegas tak akan mundur dari jabatan Bupati Pati

Demo menuntut Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatan ini viral di media sosial

Sudewo adalah Bupati Pati, Jawa Tengah periode 2025-2030. 

Sudewo bersama Risma Ardhi Chandra memenangkan Pilkada Pati 2024 berkat torehan 419.684 suara.

Keduanya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Ke-8 RI Prabowo Subianto. 

Belum satu tahun kepemimpinannya, Sudewo didemo mundur dari jabatannya oleh ratusan ribu warga Pati pada Rabu (13/8/2025).

Penyebabnya, Sudewo dinilai arogan dalam memimpin Pati, Jawa Tengah. 

Penetapan kenaikan tarif PBB-P2 hingga 250 persen, membuat amarah masyarakat memuncak hingga menggelar unjuk rasa. 

Ditemui di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Rabu (27/8/2025), Sudewo menegaskan dirinya tak akan mundur dari jabatan. 

"Saya akan istikamah, akan amanah untuk membangun Kabupaten Pati untuk sebaik-baiknya," ujar Sudewo

Ia juga menambahkan dukungannya agar masyarakat Pati tetap solid.

Baca selengkapnya

---

Berita Jatim dan Berita Viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved