Mahasiswa Unair ini Ubah Cangkang Bekicot Jadi Penumbuh Sel Tulang
Penelitian luar biasa ini dilakukan lima orang mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Keseharian mahasiswa sering disibukkan dengan tugas dan materi kuliah.
Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan seorang mahasiswa berinovasi dengan disiplin ilmu yang mereka peroleh.
Hal inilah yang dilakukan lima orang mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) melakukan penelitian.
Mereka adalah, Teky Putri Rahayu (19), Ilham Nur Dimas Yahya (21), Mohamad Heykal Putra Ardana (21), Anissa Treby Marliandini (19), dan Laila Firdaus Zakiya (19).
Kelimanya ingin memanfaatkan cangkang bekicot (Achatina Fullica) yang memiliki kandungan kitosan lebih besar dari cangkang udang, kepiting rajungan, dan sebagainya.
“Kandungan kitosan ini sangat berguna bagi komposisi tulang, khususnya bagi penderita kanker tulang (osteosarcoma). Yang menyerang sel tulang dan beberapa komponen bagian tulang,”ungkap Heykal sapaan akrab Mohamad Heykal Putra Ardana pada Surya, Jumat (30/6/2017).
Baca: Kulit Anda Sensitif dan ingin Terlihat Mulus, Cobalah Sabun dari Susu Sapi ini
Untuk mengisi rongga tulang yang rusak,menurutnya dibutuhkan material yang di namakan bone filler.
Sedangkan bahan utama pembuatan bone filler itu adalah hidroksiapatit yang mempunyai sifat mekanis yang rendah, sehingga untuk meningkatkan sifat tersebut diperlukan bahan tambahan.
“Kitosan merupakan bahan material yang diyakini selain bisa meningkatkan sifat mekanis juga dapat untuk mempercepat proses pertumbuhan sel pada tulang (osteoblas) pasca penanganan kanker tulang,” tutur Heykal.
Teky Putri Rahayu menambahkan, dalam pembuatan material ini diperlukan beberapa tahapan yang cukup panjang.
Baca: VIDEO - Menikmati Indahnya Pantai Pasir Putih Tuban Saat Libur Lebaran
Cangkang bekicot yang sudah digiling dan menjadi serbuk, lalu ditambahkan dengan larutan tertentu agar kandungan yang ada pada cangkang seperti protein, mineral, dan zat besi menjadi hilang, sehingga didapatkan kitosan.
Kitosan ini yang berikutnya ditambahkan ke dalam bone filler untuk dilakukan beberapa pengujian.
Sehingga hasil dari bone filler yang telah ditambahkan kitosan tersebut mampu memiliki sifat karateristik sesuai dengan standar medis, dan dapat dikembangkan menjadi biomaterial dengan kinerja pemulihan jaringan tulang yang baik dan optimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kitosan-yang-dibuat-dari-cangkang-bekicot_20170630_163400.jpg)