Jadi Ketua Umum PDIP, Megawati Ternyata Tak Punya Ponsel: Orang Tidak Akan Memindai Otak Saya

Penulis: Januar AS
Editor: Yoni Iskandar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan - KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA  - Megawati Soekarnoputri merupakan ketua umum partai yang saat ini paling lama menjabat.

Megawati menjabat sebagai ketua umum PDI-P sejak partai tersebut masih bernama PDI pada 1993.

Ini berati, posisi Ketua Umum PDI-P sudah dijabat oleh Megawati selama sekitar 25 tahun alias seperempat abad.

Kursinya sempat digoyang oleh Soerjadi lewat Kongres Luar Biasa PDI 1996.

Setelah Seperempat Abad, Megawati Tiba-tiba Ingin Mundur dari Ketua Umum PDIP: Saya Makin Kesal

Namun, Megawati tidak menerima hasil kongres itu dan akhirnya PDI dibawah kepemimpinannya berubah nama menjadi PDI-P. Sejak saat itu, kursi Megawati tidak pernah goyah.

Pada Kongres PDI-P 2015 di Bali, Megawati bahkan masih terpilih secara aklamasi.

Namun, belakangan keinginan untuk pensiun sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), tiba-tiba diungkapkan oleh Megawati Soekarnoputri.

Hal tersebut disampaikan Megawati saat membuka sekolah bagi calon anggota legislatif tingkat DPR RI, di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, seperti yang dilansir dari Kompas.com Kamis (15/11/2018) lalu.

Awalnya Tak Dipercayai Gus Dur, Pesan Para Kiai ini Terbukti saat Dirinya Jatuh dari Kursi Presiden

"Memang saya kalau dilihat, perjalanan politik sudah cukup lama. Saya Ketum parpol paling senior sekian lama belum diganti-ganti, padahal saya sudah lama berharap diganti," kata Megawati dihadapan ratusan caleg PDI-P.

Kini, alih-alih pensiun dari pimpinan partai, Megawati yang berusia 71 tahun justru mendapat tugas tambahan dari Presiden Joko Widodo.

Ia didapuk sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (BPIP).

"Padahal umur saya sudah 70 plus. Tapi hari ini malah ditambahi tugas ideologi Pancasila," kata Megawati.

Bali United Vs Persebaya Surabaya, Inilah 18 Nama Penggawa Bajul Ijo yang Diboyong ke Bali

Megawati menyesalkan, pada saat ia sudah tua, justru perempuan yang terjun di dunia politik semakin sedikit.

Di BPIP misalnya, Megawati menjadi satu-satunya perempuan di jajaran dewan pengarah.

"Saya makin kesal pada diri saya sendiri apa salahnya perempuan Indonesia. Kenapa tidak mau jadi tokoh politik," kata Presiden ke-5 RI ini.

Selain itu, Megawati juga menceritakan dirinya yang tidak memiliki ponsel genggam alias HP (handphone).

Irwan Mussry Dikunjungi Istrinya di Kantor, Lihat Penampilan Maia Estianty Dijadikan Tamu Istimewa

Seperti yang dilansir dari Tribunnews.com, Jumat (16/11/2018), Megawati mengatakan tidak memiliki ponsel karena diakuinya dialah orang yang paling sering disadap.

Awalnya, di atas mimbar Megawati menyebut soal bagaimana dunia berkembang melalui teknologi dan anak muda semakin melek akan hal tersebut.

"Makanya kalau ditanya sebagai ketum, pernah presiden, pernah wapres, saya ini enggak punya HP loh," ujarnya di DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat.

Cucunya pernah menganggap dirinya seorang yang kuper.

Lihat Foto Mesra Maia Estianty dan Irwan Mussry, Sarita Abdul Mukti Komentar yang Beda dari Lainnya

"Tidak, saya yang paling pintar. Kalau kamu tergantung kepada alatmu, saya tergantung pada otak saya. Orang tidak akan memindai otak saya," lanjutnya.

Selain itu, pembantu rumah tangganya saja, dikatakan Megawati, memiliki ponsel hingga lima buah.

"Kok kaya kamu ya daripada saya?" celoteh Mega menirukan percakapan dengan pembantunya, dan disambut gelak tawa para caleg PDIP.

Megawati kemudian mengandalkan beberapa ponsel milik pembantunya untuk menelepon karena ponsel pembantunya tidak mungkin kena sadap.

Maia Estianty Pamer Foto Mesra Bareng Irwan Mussry, Komentar Sarita Abdul Mukti Beda dari yang Lain

"Tapi sekarang penyadapan tidak satu-satu begini, tapi saya biarkan saja deh," lanjutnya.

Kemudian, Megawati secara bercanda menyebut nama Johan Budi dan tempat di mana dulu dirinya bertugas.

"Itu tempatnya Johan Budi juga ikut nyadap," pungkas Megawati dan kembali terdengar tawa para caleg di ruangan lantai lima DPP PDIP tersebut.

Datangi Bosnia, Pesawat Soeharto Diincar Sniper, Pengawal Ungkap Cara Sang Presiden Menghadapinya

Selain Johan Budi, dalam acara pembekalan caleg PDIP tersebut, hadir pula wartawan senior, Putra Nababan dan musisi Harvey Malaiholo selaku caleg dari kalangan figur publik.

Sementara itu, menemani Megawati, ada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga, dan Kader PDIP sekaligus mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Bali United Vs Persebaya Surabaya, Inilah 18 Nama Penggawa Bajul Ijo yang Diboyong ke Bali

Berita Terkini