Sudah 4 Hari Warga Perum BTU Krisis Air Bersih, Dirut PDAM Kota Malang: Kami Masih Normalisasi

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Dwi Prastika
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dengan membawa galon, ember dan jeriken, sejumlah warga yang tinggal di Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) Malang mengantre untuk mendapatkan air bersih, Minggu (13/1/2019).

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sudah empat hari, warga yang tinggal di Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) Malang dan sekitarnya mengalami krisis air bersih.

Hal tersebut menyebabkan aktivitas warga menjadi terganggu.

Bahkan, beberapa warga mengantre untuk mengambil air bersih yang disediakan oleh pihak pengelola Perumahan BTU.

Seperti yang dialami oleh Dimas, warga Perumahan BTU KR 22.

Ini Faktor yang Membuat Disparbud Kabupaten Malang Yakin Kunjungan Wisata akan Naik 10 Persen

Milomir Seslija Mengaku Tertantang Dipatok Target Berat oleh Manajemen Arema FC

Dalam sehari, ia mengaku dua kali mengambil air melalui keran air yang terdapat di sejumlah titik di Perumahan BTU.

"Tiap pagi dan sore hari. Di sini warga mengantre karena sejak Kamis lalu, air sudah mati," ucapnya saat ditemui SURYAMALANG.COM (TribunJatim.com Network), Minggu (13/1/2019).

Sejumlah warga membawa galon dan jeriken untuk mengambil air.

Mereka rela menunggu agar mendapatkan giliran sampai galon yang mereka bawa terisi penuh.

Bahkan, dari warga, ada yang membawa mobil dan motor untuk mengakut air tersebut sampai ke rumah mereka masing-masing.

Krisis Air di Kota Malang, PDAM Lakukan Upaya Tratracing Flow untuk Normalisasi Tandon Buring Atas

Sungjae BTOB Live 12 Jam Maraton Gegara Kalah Main Batu Gunting Kertas dengan Changsub

"Ini saya bawa motor karena mengangkut dua galon, kalau jalan ya capek karena jalannya nanjak," ujar Dimas.

Di sisi lain, Developer Perairan di Perumahan BTU, Haidari mengatakan, tandon air tersebut dibuka agar masyarakat bisa menikmati air yang disediakan oleh pihak Perumahan BTU.

"Ini sudah kami buka semenjak air PDAM mati. Intinya ya untuk menertibkan masyarakat saja agar tidak panik sembari menunggu air PDAM hidup kembali," ucapnya.

Tak hanya itu, kasus yang sama juga pernah terjadi pada tahun lalu.

Cyber Crime di Kabupaten Malang Didominasi Kasus Penipuan Jual Beli Online

7 Hotel Murah Dekat Alun-alun Batu, Cocok Buat Backpacker dengan Harga di Bawah Rp160 Ribu

Menurutnya, pada saat itu air PDAM mati selama satu minggu sebelum akhirnya normal kembali.

Haidari juga memuji respons cepat dari PDAM Kota Malang karena telah menyediakan bantuan berupa truk tangki yang berisi 4000 liter air untuk warga yang tinggal di Perumahan BTU.

Dengan membawa galon, ember dan jeriken, sejumlah warga yang tinggal di Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) Malang mengantre untuk mendapatkan air bersih, Minggu (13/1/2019). (SURYA/RIFKY EDGAR)
Halaman
12

Berita Terkini