"Pripun kondisine Mbah," tanya Gus Yani.
"Durung iso sepeda'an gus (belum bisa bersepeda)," jawab mbah Amang.
"Ayo mbah kulo betoh ten rumah sakit mawon nggeh ben cepet waras (ayo mbah saya bawa ke rumah sakit, biar cepat sembuh)," tawar Gus Yani.
"Gak usah gus, tak istirahat nak omah wae" jelas mbah Amang.
Semangat kemerdekaannya itu loh. Nampak jelas.
Mengalir deras dalam darah seni mbah Amang.
Di saat tubuhnya terbaring lemas, tangannya mencoba menggapai sebuah buku.
Semacam antologi.
Kumpulan eksistensi (foto-foto pentasnya, red) di dunia musik dari era orde lama hingga era reformasi (digital). Foto-foto itu terbingkai rapi. Seraya bercerita. Buku itu ditunjukkan ke saya. Lembar demi lembar saya buka. Sembari saya mensupportnya untuk doyan makan. Agar sehat. Supaya bisa beraktifitas kembali. Meramaikan suasana kota industri. Dengan alunan harmonikanya yang merdu itu. Serta lagu andalannya 'Never On Sunday".
Melihat perjuangan hidup Lelaki kelahiran Gresik 21 Juli 1940 itu. Membuat saya tersadar bahwa para seniman di Gresik merupakan aset penting yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Seperti mbah Amang. Ia sendiri ternyata mampu memainkan tiga alat musik sekaligus, bahkan sambil main silat. Ini belum ada sebelumnya di Gresik. Hanya satu-satunya di Gresik. Sampai detik ini. Pun masih mbah Amang yang bisa melakukan itu.
Puluhan lagu bisa dimainkannya dengan mahir. Baik itu lagu bahasa Inggris, Jepang, Mandain maupun lagu-lagu daerah. Kepiawaiannya memainkan harmonika itu tlah diakui banyak orang. Deretan piala dalam ajang festival yang pernah diikutinya juga menghiasi dinding-dinding rumahnya. Bahkan, kehebatannya memainkan harmonika dalam tiga suara sekaligus itu membuatnya masuk dalam salah satu dari enam pemain harmonika fenomenal di dunia.
Nama mbah Amang sendiri disejajarkan dengan Hermine Deurloo (pemain harmonika asal Amsterdam), Jason Ricci (asal Amerika), Toots Thielemans (asal Belgia), dan Jean-Jacques Milteau (asal Prancis), Hari Pochang atau Hari Krishnadi, asal bandung sahabat Alm. Harry Roesli. Maka tidak heran kalau mbah Amang disebut sebagai Maestro Harmonika yang sangat unik.
Mbah Amang Genggong mugi sehat njeh. Kulo kangen munine suoro harmonika lan sepedae jenengan ten dalan. Mohon doanya warga Gresik untuk kesembuhan beliau!