TRIBUNJATIM.COM - Pembunuhan vlogger cantik Emy Listiani menggegerkan warga setempat.
Pasalnya, mayat vlogger cantik Emy Listiani ditemukan terbujur di pinggir jalan raya.
Seolah-olah kecelakaan, korban ternyata dibunuh malam sebelum ditemukan.
Dari sejumlah kejanggalan di tubuhnya membuktikan bahwa ia dibunuh.
Baca juga: Status FB Mayat dalam Karung Buat Keluarga Cemas, Ayu Sempat Nginap Bareng Pria di Kamar Horor
Rokok Dji Sam Soe menjadi petunjuk pengungkapan dugaan pembunuhan Emy Listiani saat ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Pramuka, Kecamatan Gunungpati, Semarang.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan, kecurigaan pembunuhan semakin kuat ketika ditemukan rokok Dji Sam Soe milik pelaku.
Kemudian di motor korban terdapat tali tambang.
"Tali itu digunakan untuk apa kami tidak tahu. Mana mungkin seorang wanita menggunakan tali," ujar dia, saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Jumat (20/11/2020).
Selanjutnya, kata Kombes Aulia, handphone (ponsel) milik korban hilang.
Sementara uang, dompet milik korban masih ada.
"Saat kami menanyakan posisi yang bersangkutan, korban baru saja pulang tempat kerjanya dan temannya melihat korban menggunakan handphone."
"Tapi kenapa kok tidak ada. Itu menjadi kecurigaan kami bukan laka lantas. Kondisi motor mati," tutur dia.
Baca juga: Foto Terduga Pelaku Pembunuh Mayat dalam Karung Tersebar, Sempat Kencan dengan Korban di Pantai?
Dikatakannya, korban mengalami luka di bagian belakang kepala korban.
Menurut pengakuan pelaku, korban jatuh saat akan dimasukkan pelaku ke dalam sleeping bag.
"Nah, kalau laka lantas kenapa tidak ada luka, tapi lukanya di belakang," ujar dia.
Tidak hanya itu, kata Kapolrestbes, saat dilakukan visum luar, ditemukan cairan di kelamin korban.
Pihaknya menduga bahwa kematian korban bukan dikarenakan karena kecelakaan lalu lintas melainkan pembunuhan.
"Menurut pengakuan tersangka, pembunuhan sekitar pukul 18.30-19.00, Kamis atau sehari sebelum ditemukan di jalan Pramuka," ujarnya.
Anehnya, pagi harinya setelah korban dibunuh, Emy Listiani masih menghubungi ibunya.
Kapolrestabes mengatakan bahwa yang menghubungi ibu korban adalah pelaku.
"Jadi yang menghubungi ibunya adalah pelaku," ujarnya.
Baca juga: Sakit Hati, Suami Pembantu Bunuh Keji Bu Guru Ngaji, Dicemplungkan ke Sumur Hidup-hidup saat Sekarat
Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres dengan Kejari Kota Semarang terkait penanganan perkara tersebut.
Hal ini dikarenakan tempat pembunuhan di rumah kos yang berada di Kabupaten Semarang.
Namun demikian, jasad korban ditemukan awal di Gunungpati, Kota Semarang.
"Ini yang perlu sampaikan TKP pembunuhan ada di Ungaran dimana di luar yuridiksi Polrestabes Semarang."
"Tapi kami sudah menyampaikan ke Polres Semarang dan Kejari Kota Semarang."
"Kejari Kota Semarang siap menerima berkas walaupun TKP-nya di luar Kota Semarang," ujar dia.
Ia menuturkan, secara teknis dimungkinkan Kejari Kota Semarang akan melimpahkan perkara itu ke Kejari Kabupaten Semarang.
Selain itu saksi-saksi banyak berada di Kota Semarang.
"Saksi-saksi yang ada banyak di Kota Semarang," tukasnya.
Baca juga: Habisi Bunda Maya Sang Guru Ngaji, Pelaku Sakit Hati, Ungkap Alasan Tak Ikut Bunuh 2 Anak Korban
Emy Listiani ternyata memiliki hubungan khusus dengan Agus Subakti yang telah membunuhnya.
Pembunuhan Emy Listiani dilakukan setelah korban melakukan hubungan intim dengan Agus Subakti di kosnya yang terletak di Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Hal ini terungkap saat gelar perkara dan konfrensi pers di Mapolrestabes Semarang, Jumat (20/11/2020).
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan, korban dan pelaku sudah berteman lama serta terdapat hubungan spesial antara mereka berdua.
Namun terungkap, korban pernah meminjamkan uang kepada pelaku.
"EL (Emy Listiani) meminta uang kepada korban tetapi AS saat itu tidak memiliki uang."
"Karena tidak memiliki uang AS (Agus Subakti) memilih jalan pintas membunuh korban," ujar dia.
Sebelum terjadi pembunuhan, kata Kapolrestabes pelaku menghubungi korban untuk bertemu.
Keduanya sempat membicarakan hal tersebut yakni uang yang dipinjam pelaku sebesar Rp11 Juta.
"Kemudian mereka berdua bertemu di kos-kosannya pelaku."
"Mereka sempat berbincang dan sempat melakukan hubungan spesial (seksual)," ujar dia.
Menurut Kapolrestabes, setelah korban dan pelaku melakukan hubungan spesial, EL menanyakan kembali menanyakan uang itu.
"Setelah itu AS mencekik lehernya (korban) hingga meninggal dunia," tutur dia.
Setelah itu, lanjutnya, pelaku membuang korban di TKP jalan Pramuka.
Kejinya pelaku membawa korban dengan memasukkan Emy ke dalam sleeping bag.
"Korban ditekuk dan diikat dari kaki hingga atas. Pinggang menjadi kecil."
"Kemudian dimasukkan ke dalam sleeping bag," jelas dia.
Baca juga: Curhat Pembunuh Bunda Maya ke Pak RT setelah Habisi Sang Bu Guru Ngaji, Berani Nantang, Warga Curiga
Pelaku membawa korban ke TKP dengan menggunakan sepeda motor milik pelaku menggunakan Beat warna putih.
Pelaku merampas perhiasan dan handphone (ponsel) milik korban.
"Pelaku sempat mengambil handphone dan kalung milik korban."
"Handphone dan kalung korban dijual oleh pelaku," ujar dia.
Diterangkannya, pelaku diketahui seorang pelatih panjat tebing.
Sebelum kembali ke kos, pelaku sempat panjat tebing terlebih dahulu.
Kemudian, ujar Kapolrestabes, pelaku kembali ke kosnya mengambil motor korban Beat warna merah putih.
Motor milik korban lalu dibuang ke TKP.
"Pelaku kembali ke kosannya menggunakan ojek online (ojol)," ujar dia.
Kapolrestabes menuturkan, keesokan harinya, pelaku dari kKosnya memutuskan menuju ke NTB menggunakan kapal.
"Jadi supaya kelihatannya seperti laka lantas, korban dipakaikan helm dan dan jaket."
"Jadi saat menerima laporan dari masyarakat seolah-olah di TKP seperti laka lantas," imbuhnya.
Ia membenarkan korban sebentar lagi menikah.
Namun korban tidak menikah dengan pelaku yang merupakan teman spesialnya.
"Korban memang sebentar lagi akan menikah. Tapi tidak dengan melaku," imbuhnya.
Baca juga: Demi Rizky Febian ke Nikahan, Nathalie Holscher Rela Jual Barang Nangis Haru Nyaris Pingsan: Makasih
Adanya ancaman akan dibeberkannya hubungan gelap membuat Agus Subakti nekat membunuh serta membuang Emy Listiani di Jalan Pramuka, Gunungpati, Semarang.
Agus Subakti mengatakan, telah mengenal Emy Listiani sejak 1,5 tahun yang lalu.
Dirinya mengenal Emy Listiani di tempat wisata dan berlanjut hubungan asmara.
"Saya guru panjat tebing di Kabupaten Semarang."
"Awal cuma hobi lalu disuruh ngajar," ujar dia saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Jumat (20/11/2020).
Terungkap Agus Subakti ternyata sudah beristri dan memiliki 1 anak di NTB.
Dirinya nekat membunuh perebut laki orang (pelakor) karena ditagih utang.
"Selain itu korban mengancam akan melaporkan hubungan (asmara) ini ke istri," tutur dia.
Ia menuturkan punya utang dengan korban sebesar Rp 11 Juta.
"Saya utangnya sebelum pandemi Corona," katanya.
Baca juga: Download Lagu MP3 Black Mamba aespa, Dilengkapi Lirik Terjemahan Indonesia, Trending #1 YouTube
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Sejumlah Kejanggalan di Tubuh Emy saat Mayatnya Ditemukan di Jalan Pramuka, Polisi Ungkap Sebabnya.