Curhat Pembunuh Bunda Maya ke Pak RT setelah Habisi Sang Bu Guru Ngaji, Berani Nantang, Warga Curiga
Pembunuh Bunda Maya sempat curhat ke Pak RT setelah habisi nyawa bu guru ngaji, berani nantang, warga curiga.
Penulis: Alga | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM - Pembunuh Bunda Maya sempat menghilang tepat saat jasad bu guru ngaji di Bogor ditemukan.
Ternyata, pelaku pembunuh Bunda Maya bahkan sempat mengurai curhatannya ke Ketua RT.
Pengakuan pembunuh ke Ketua RT sebelum dirinya diringkus aparat.
Diakui Ketua RT, pelaku sempat melayangkan pernyataan mencurigakan.
Baca juga: Lama Hilang, Mario Teguh Kini Pamer Anaknya Dilamar Anak Jenderal, Calon Besan Tak Sembarangan
Diwartakan sebelumnya, temuan mayat ibu guru ngaji AM alias Bunda Maya (28) menggegerkan warga Kampung Lingkungan II Citatah Dalam, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (3/11/2020) lalu.
Sebelum Bunda Maya ditemukan tewas dalam sumur, korban sempat dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Minggu (1/11/2020) malam.
Mayat bu guru ngaji ini ditemukan dalam sebuah sumur dalam kondisi sudah menimbulkan bau busuk pada Selasa pagi, sekitar pukul 07.00 WIB.
Korban kemudian dievakuasi sekitar pukul 11.00 WIB, setelah polisi melibatkan personel bantuan dari Damkar Kabupaten Bogor dengan peralatan khusus.
Lalu dalam kurun waktu 26 jam, pelaku pembunuhan berhasil ditangkap.
Yakni pria berinisial K alias A (34) yang merupakan suami pembantu korban sekaligus tetangga korban yang jarak rumahnya hanya sekitar 100 meter.

Baca juga: Habisi Bunda Maya Sang Guru Ngaji, Pelaku Sakit Hati, Ungkap Alasan Tak Ikut Bunuh 2 Anak Korban
Beberapa jam sebelum ditangkap, K sempat dicurigai warga setempat.
Pasalnya, saat korban AM alias Bunda Maya dilaporkan hilang, K turut menghilang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku kabur ke rumah teman yang masih di wilayah Bogor, setelah menghabisi nyawa korban.
Setelah itu, pelaku kembali ke wilayah Cibinong tempat tinggalnya.
Baca juga: Sakit Hati, Suami Pembantu Bunuh Keji Bu Guru Ngaji, Dicemplungkan ke Sumur Hidup-hidup saat Sekarat
Ketua RT setempat, Rican bercerita bahwa gerak-gerik K sebelum ditangkap memang sempat mencurigakan.