"Momen lucu-lucuan antara Nabi dan sahabatnya itu dilakukan di shuffah atau teras masjid. Kadang para sahabat mengenang cerita lucu-lucu pada zaman jahiliah dulu sebelum mereka masuk Islam. Para sahabat tertawa bersama bercerita masa-masa jahiliahnya, lalu Nabi pun ikut tertawa," kata santri kesayangan KH Maimoen Zubair itu.
Cara Sedekah
KH Ahmad Bahauddin Nur Salim atau yang dikenal dengan Gus Baha menerangkan tentang cara bersedekah yang dahulu dilakukan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
"Saya pernah menjalani ini (sedekah) berkali-kali meniru Sayyidina Ali. Pokoknya saya ijazahkan kepada sampean dan harus dilakukan. Setidaknya sekali seumur hidup. Kalau ditanya Tuhan, setidaknya sudah pernah dilakukan, walaupun sekali," pesan Gus Baha.
Menurut Gus Baha, Sayyidina Ali apabila memiliki uang, ia membaginya ke dalam 4 bagian. Jadi, misalnya punya uang 100 ribu dibagi menjadi masing-masing 25 ribu. Kalau satu juta ya 250 ribu.
Saya sudah pernah melakukannya. Punya uang 200 ribu, yang 50 ribu saya kasih ke orang secara jahran (terang-terangan). Berarti sudah satu sedekah secara terang-terangan.
Kemudian yang 50 ribu saya kasihkan secara sirran atau secara rahasia. Berarti sudah 100 ribu sedekah ‘ala niatan wa sirrran (terang-terangan dan samar-samar).
Sedekah satu di malam hari dan terakhir di siang hari. Sebab, Sayidina Ali atau orang dulu itu benar-benar memperhatikan Al-Qur’an sampai sebegitunya (detail).
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ سِرًّا وَعَلانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Jadi, Sayyidina Ali apabila hendak sodaqoh akan menghitung uangnya dulu.
“Semalam aku sudah sedekah, oh berarti malam sudah. Kemudian siang tadi belum berarti nanti sedekah siang. Kemudian sedekah yang tertutup lantas kemudian yang terang-terangan," papar Gus Baha.