Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - RSUD dr Iskak Tulungagung menangani pasien yang hepatitis akut yang tidak tahu penyebabnya.
Pasien anak-anak ini bertahan selama empat hari, sebelum akhirnya meninggal dunia.
Pasien berjenis kelamin perempuan ini berusia 7 tahun asal Kecamatan Kedungwaru.
"Pasien meninggal dunia pada hari Jumat (6/5/2022) petang kemarin," terang Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rokhmat.
Lanjut dr Kasil, pasien ini terkonfirmasi hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya.
Pengertian terkonfirmasi, karena sesuai kriteria yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Baca juga: Kasus Diduga Hepatitis Akut Misterius, Bayi 10 Bulan Dirawat Intensif di RSUD Dr Soetomo
Yaitu mengalami penyakit kuning akut, berusia di bawah 10 tahun dan tidak diketahui penyebabnya.
"Bukan karena virus hepatitis yang selama ini dikenali. Bukan juga karena bakteri, amuba dan jamur," ungkap dr Kasil.
Dinkes Kabupaten Tulungagung menindaklanjuti kejadian ini dengan penyelidikan epidemiologi.
Selain itu sampel darah, urine dan feses korban juga dikirim ke Kementerian Kesehatan RI.
Baca juga: BREAKING NEWS - Belasan Anak Jatuh Akibat Seluncuran Kolam Renang Kenjeran Park Surabaya Ambrol
Dinkes juga melakukan pemeriksaan fungsi hati kepada anak-anak di lingkungan korban.
"Sejauh ini tidak ada anak-anak yang mengalami gejala yang sama. Tidak ditemukan apa pun," tutur dr Kasil.
Hanya adik korban turut mengalami sakit, dengan gejala serupa.
Namun gejalanya masih ringan, belum sampai timbul penyakit kuning.
Saat ini adik kandung korban dirawat di RSUD dr Iskak.
Sebelumnya pasien yang meninggal ini diketahui melakukan perjalanan ke Jombang besama keluarga.
Sebelum berangkat kondisinya sudah tidak enak badan.
"Pasien ini sebelumnya juga belum pernah mengalami penyakit kuning. Jadi sakitnya memang baru kali ini," sambung dr Kasil.
Sebelumnya pasien ini mengalami demam dan muntah-muntah sejak empat hari sebelumnya.
Keluarga sempat membawa pasien ke sebuah rumah sakit swasta.
Hasil tes laboratorium, tidak ditemukan adanya penyakit.
Namun kondisinya memburuk, sehingga dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung pada Jumat dini hari.
Namun kondisinya terus menurun hingga meninggal dunia pada Jumat selepas magrib.
Dokter Kasil berpesan kepada masyarakat, agar tidak usah panik menanggapi kejadian ini.
"Bukan bermaksud menyepelekan, tapi kejadiannya hanya satu dan tidak terjadi penularan. Kasus hepatitis akut berbeda dengan Covid-19," tegasnya.
Namun bagi anak-anak usia 16 tahun ke bawah diminta untuk waspada terhadap makanan yang dikonsumsi.
Sebab diduga hepatitis akut ini diduga disebabkan adenovirus dari makanan dan minuman.
Karena itu hati-hati terhadap makanan yang tidak bisa dipastikan tingkat kebersihannya.