Dalam sehari, Bilal mendapat rata-rata Rp 1,5 juta dari mengemis. Uang itu disetorkan seluruhkan ke sang bos.
Bilal merasa, pekerjaan itu tak sesuai dengan kata hati. Ia pun memilih kabur dengan susah payah. Dengan modal menjual telepon genggam yang dibawanya dari Banyuwangi, Bilal membeli tiket bus untuk pulang kampung.
"Akhirnya saya bisa kembali lagi ke Banyuwangi dan kembali membuat barongan," tutur dia.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com