Pelawak Eko Londo Meninggal

Sosok Zidan Cucu Eko Londo yang Bersuara Merdu, Lantunkan Azan di Samping Liang Lahat sang Kakek

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Dwi Prastika
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

M Zidan Andriano Wibisono (9) saat melantunkan azan di samping liang lahat sang kakek, Eko Londo, di TPU Kembang Kuning Surabaya, Jumat (24/11/2023).

Informasinya, Eko Londo meninggal dunia pada Jumat (24/11/2023) sekitar pukul 06.00 WIB.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka Jalan Kembang Kuning Kulon, Pakis, Sawahan, Surabaya, sekitar pukul 11.25 WIB. 

Diberitakan sebelumnya, Eko Londo mengalami kecelakaan di Jalan dr Soetomo Surabaya. Berdasarkan keterangan saksi, warga Kembang Kuning Kulon, Kecamatan Sawahan tersebut, tengah menaiki sepeda motornya yang berjenis matic pada Kamis (26/10/2023). 

"Saksi melihat korban melaju dari arah timur ke barat, setibanya di Jalan dr Soetomo korban kehilangan kendali sepeda motornya," kata Kabid Darlog BPBD Surabaya, Buyung Hidayat, ketika dikonfirmasi melalui pesan.

Akibatnya, Eko Londo langsung terpental dari sepeda motor yang dikendarainya tersebut, hingga ke pedestrian.

Warga yang melihat hal itu langsung mendatanginya untuk memberikan pertolongan.

"Korban mendapatkan pengecekan dan penanangan di lokasi oleh rekan-rekan PMI (Palang Merah Indonesia). Korban mengalami luka robek di muka atau pipi kanan dan lecet di bahu, kondisinya tidak sadar," jelasnya.

Kemudian, petugas membawa Eko Londo ke RSUD dr Soetomo Surabaya agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Seorang sahabat bernama Heri Suryono alias Cak Suro menjelaskan, Eko Londo mengalami tak sadarkan diri pasca kecelakaan.

Akibat kecelakaan tersebut, kata Cak Suro, satu tulang yang ada di leher bagian belakang Eko Londo mengalami kerusakan.

"Pas dibawa ke rumah sakit itu sudah enggak sadar. Saya tanya, katanya, tulang yang paling tinggi di leher dan nempel ke kepala itu ada dua tulang, ada satu rusak parah," jelasnya.

Biodata Eko Londo

Eko Londo lahir di Surabaya pada Agustus 1957 silam. Pria berusia 66 tahun ini dikenal sebagai pelawan yang tergabung dalam grup Srimulat.

Pria berdarah Belanda ini sejak kecil tergila-gila pada Srimulat. Bahkan, ketika ada pentas Srimulat, ia akan merengek minta diantar melihat.

Ternyata rasa cinta itu berlanjut hingga ia dewasa.

Halaman
1234

Berita Terkini