Mila Wijaya dari Saat Senggang menekankan nilai ketekunan di balik setiap produk rajutnya, di mana satu tas bisa memakan waktu pengerjaan hingga enam belas jam.
“Saat Senggang tidak hanya soal produk yang cantik, tapi juga bagaimana memberi makna bagi setiap perempuan untuk tumbuh,” tuturnya.
Baca juga: Pameran Seni Kontemporer ARTSUBS 2025 Kembali Sapa Penikmat Seni Surabaya, Usung Tema Material Ways
Kemeriahan berlanjut dengan Pasar Minggu, yang menawarkan berbagai kerajinan dan kudapan lokal. Terdapat stan-stan menarik seperti Batik Yagasu yang menggunakan pewarna alami dari kayu, Corner by Orasis dengan aneka suvenir seni, dan Oktatelier yang menyajikan tenun siap pakai.
Tak hanya itu, pengunjung juga dimanjakan dengan kuliner dari Savas’t (artisan tea), Kitchen Denay (rendang dan sambal Minang), Baonderful (bakpao rendah kalori), dan Momami (dimsum).
Acara ditutup dengan workshop membatik Gulijat khas Banyuwangi dari Universitas Negeri Surabaya, yang menarik minat mayoritas tamu asing.
Suasana perayaan kemerdekaan semakin terasa dengan pertunjukan Tari Remo dan musik gamelan.
Baca tanpa iklan