Poin penting:
- Tercatat ada ribuan kasus TBC di Lamongan
- Seminar kesehatan digelar untuk memperkuat skrining dan penanggulangan TBC dengan melibatkan berbagai sektor
- Dinkes Lamomgan beberkan strategi penanggulangan kasus TBC
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Tingginya penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC) yang tercatat mencapai 1.996 pada 2025 ini menjadi perhatian Dinas Kesehatan Lamongan.
HUT Kemerdekaan RI ke-80 ini menjadi momen untuk menanggulangi kasus Tuberkulosis melalui seminar kesehatan, Rabu (20/8/2025).
Kegiatan ini digelar sebagai upaya penanggulangan kasus Tuberkulosis (TBC) dengan penguatan skrining di masyarakat.
Penguatan skrining akan melibatkan seluruh sektor mulai Posyandu/Puskesmas, Pemerintah Desa, Organisasi Profesi Kesehatan (OPK), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), hingga Tim Penggerak PKK.
"TBC sendiri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain seperti tulang, otak, atau ginjal," kata Kadinkes Lamongan, dr. Chaidir Anas, Rabu (20/8/2025).
Dikatakan, bahwa komitmen ini dilakukan seiring dengan instruksi Presiden Prabowo untuk mengeleminasi kasus TBC di tahun 2030.
"Strategi yang kita pakai adalah penguatan-penguatan di dalam penemuan kasus dengan melibatkan stakeholder terkait, semuanya yang kita hadirkan dalam Seminar Kesehatan hari ini," ungkapnya.
Baca juga: Raya Anak 3 Tahun Meninggal karena Tubuh Penuh Cacing, Ayah Sakit TBC, Sering Main Bersama Ayam
Selain penguatan SDM, dr. Anas juga tengah mempersiapkan penguatan sistem pelayanan dan penanganan mulai dari sektor terbawah.
"Kemudian juga penguatan layanan kesehatan, kemudian juga persediaan obat dan penanganan," ujarnya.
Untuk cakupan potensi penyebaran kasus TBC, dr. Anas menyebut bahwa skrining akan dilakukan menyeluruh, tidak ada wilayah khusus semua berpotensi terjangkit TBC.
"Semua wilatah berpotensi, karena ini kan TBC, penyakit rakyat dari dulu jadi dengan lingkungan yang masih perlu kita tingkatkan kembali TBC itu ada di semua Kecamatan," paparnya.
Data analisa Dinkes Lamongan, selama 2025 temuan kasus TBC tercatat 1.996 dari estimasi 4.191 kasus. Sebanyak 1.941 telah mendapat penanganan dan tahap pengobatan.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan, Anis Kartikawati menyebut pihaknya siap mensukseskan misi ini. Salah satunya dengan langkah proaktif melakukan pemantauan masyarakat melalui Tim Penggerak PKK Desa.
Baca tanpa iklan