Berita Viral

Penjelasan Dinkes soal Insiden Kepala Bayi Putus saat Bersalin, Tak Terima Disebut Malpraktik

Penulis: Ignatia
Editor: Mujib Anwar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENJELASAN DINKES - Puskesmas Pinangsori Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara diduga melakukan malpraktek terhadap seorang warga yang hendak melahirkan viral di sosial media, Rabu (20/8/2025). Potongan layar curhatan keluarga korban di media sosial, (18/8/2025).

TRIBUNJATIM.COM - Belakangan sebuah peristiwa yang terjadi di Puskesmas Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara jadi sorotan.

Peristiwa tersebut merenggut nyawa seorang bayi meskipun ibunya selamat.

Kepala bayi terputus saat dilahirkan dengan cara persalinan normal.

Kejadian ini terjadi di Sumatera Utara, pada Senin (18/8/2025).

Kejadian ini juga viral di media sosial dan memicu kemarahan publik, sementara pihak keluarga menuntut kejelasan dan keadilan.

Di tengah derasnya tudingan malapraktik, Dinas Kesehatan Tapteng akhirnya angkat bicara dan mengungkap fakta yang mengejutkan.

Pihak puskesmas diwakili oleh Dinas Kesehatan Tapteng menyatakan tidak terima disebut sebagai tindakan malpraktik.

Mereka menyatakan bahwa tindakan medis sudah sesuai prosedur dan menegaskan tidak ada unsur kelalaian.

Namun, pernyataan tersebut justru memantik perdebatan baru, apalagi fakta-fakta yang diungkap dinilai mengejutkan—termasuk soal kondisi janin yang disebut sudah meninggal sebelum proses persalinan dilakukan.

Penjelasan Dinkes

Kepala Bidang Pelayanan Kesiapan Dinkes Kabupaten Tapanuli Tengah Lisna Panjaitan menjelaskan kejadian bermula saat seorang warga tersebut mendatangi Puskesmas Pinangsori untuk melakukan persalinan. 

Lisna mengatakan, pada saat proses persalinan, pihak bidan di Puskesmas tersebut melakukan pengecekan detak jantung terhadap bayi.

Namun sayangnya bayi tersebut sudah tidak bernyawa.  

"Jadi inilah kronologis yang sebenernya. Pasien datang ke Puskesmas Pinangsori pada Senin (18/8/2025) pukul 06.15 WIB   dengan keluhan melahirkan," jelasnya dikutip TribunJatim.com dari Tribun Medan

Baca juga: Warga Serbu Gerakan Pangan Murah Dipertahankan Ponorogo, dari Borong Beras Hingga Bawang Merah

Kronologis versi Dinkes

Halaman
1234

Berita Terkini