Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo memastikan penataan ulang anggaran yang dituangkan dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2025 untuk menjawab harapan rakyat.
Beberapa pergeseran anggaran dilakukan sebagai cerminan arah kebijakan publik untuk memperhatikan dinamika sosial-ekonomi serta kebutuhan masyarakat
P-APBD 2025 hadir untuk menjawab tantangan sekaligus memperkuat program prioritas Bupati-Wakil Bupati menuju visi Pasuruan Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan.
“Yang pertama, perlu diketahui perubahan anggaran menjadi ketentuan Undang-undang, bagaimana mengolah perubahan anggaran menyesuaikan program prioritas di masing-masing daerah,” katanya dalam podcast bersama Tribun Jatim Network di kantornya, Senin (25/8/2025).
Dia mengaku di setiap kesempatan, selalu menyampaikan, Kabupaten Pasuruan butuh percepatan, utamanya untuk sarana infrastruktur umum, sarana pendidikan, sarana kesehatan untuk layanan kepada masyarakat.
“Jadi kami sampaikan, untuk mewujudkan itu, pemerintahan Mas Rusdi-Gus Shobih butuh penyesuaian anggaran. Waktu saya dilantik dan menjabat, APBD 2025 sudah didok tahun 2024. Kita baru dilantik Februari, kita butuh penyesuaian anggaran untuk program prioritas yang sekiranya selaras dengan program prioritas presiden,” paparnya.
Dia optimistis, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pasuruan naik, karena Pasuruan berada di segitiga emas, penopang Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik yang notabene kota perdagangan dan industri.
“Tinggal kami yang menyikapinya seperti apa. Yang jelas, dalam pemerintahan kami, percepatan harus ada di segala bidang, utamanya investasi. Di Kabupaten Pasuruan sudah tidak ada istilahnya perizinan ribet, semuanya harus dilakukan tanpa ada kesulitan,” jelasnya.
Menurut Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, target potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sudah dinaikkan dari target tahun sebelumnya.
Dia mengaku, pihaknya sedang bekerja keras untuk meraup PAD Rp 1 triliun. Dia sangat optimistis target itu terpenuhi.
Baca juga: Pimpin Upacara Detik-detik Proklamasi, Bupati Mas Rusdi Ajak Warga Pasuruan Syukuri Kemerdekaan
“Cara menembus PAD Rp 1 triliun, kami akan melakukan evaluasi internal, mana potensi yang bisa kita push (dorong) akan kita push. Sistem akan diperbarui, tenaga lapangan akan diperkuat agar PAD kita bisa bertambah tanpa memberatkan pelaku usaha. Efisiensi internal, efektivitas kinerja,” paparnya.
Dengan postur P-APBD yang lebih optimal setelah ditata ulang, Mas Rusdi ingin membuka pola pikir masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk menjadi pengusaha baru.
Dia sedang menyiapkan program Pasuruan Creativity Center (PCC) yang mengadopsi dari beberapa daerah.
“Kami sesuaikan dengan kultur dan budaya di Pasuruan. Tentu, PCC di Pasuruan nanti akan menyesuaikan kondisi yang ada di Pasuruan. Harapannya, dengan PCC muncul pengusaha-pengusaha baru di Kabupaten Pasuruan,” jelas dia.
Dalam P-APBD 2025 ini, Mas Rusdi juga mengaku akan memberikan dukungan dalam sektor pariwisata.
Dia menyebut, pariwisata Pasuruan punya potensi luar biasa, yang bisa jadi tujuan destinasi utama di Jawa Timur.
“Kita punya event tahunan, Bromo Kom, Bromo Marathon yang peserta mencapai 2.000 orang dari wisatawan lokal atau mancanegara. Nah, kami akan memberikan dukungan infrastruktur pariwisatanya. Termasuk koordinasi dengan pemprov jika memang itu kewenangannya di sana,” paparnya.
Untuk layanan kesehatan, kata dia, tahun ini pihaknya sedang melakukan perbaikan di beberapa titik puskesmas
untuk peningkatan layanan masyarakat.
Ini untuk menyambut program di tahun 2026 bahwa puskesmas akan buka selama 24 jam non stop memberikan layanan.
“Ini sedang kami siapkan infrastrukturnya agar tahun depan puskesmas sudah punya layanan induk yang siap memberi layanan 24 ham tanpa henti. Ini juga sedang kami hitung tenaga kesehatannya, memadai atau tidak,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, kata Mas Rusdi, pihaknya juga siap mendukung program pusat yakni Sekolah Rakyat. Yang sudah berjalan sekarang, Pasuruan jadi wilayah dengan jumlah siswa terbanyak di Jatim.
“Kami sudah menyiapkan lahan milik pemkab seluas 5 hektare untuk membangun Sekolah Rakyat permanen, nanti biar kementerian yang akan membangunkannya. Yang jelas, kami tidak main-main mendukung program pemerintah pusat,” ungkapnya.
Termasuk, kata dia, program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, di Kabupaten Pasuruan akan dibangun empat dapur MBG milik pemerintah daerah.
Disampaikan dia, saat ini semua persiapan sedang berproses.
Selain itu, lanjut Mas Rusdi, pihaknya juga memperbaiki dalam sektor lingkungan.
Dia menargetkan pengelolaan sampah di Pasuruan sudah zero waste (nol limbah). Dalam P-APBD ini, pihaknya sudah menyiapkan untuk pembelian mesin pengelolaan sampah yakni insenerator.
Dengan mesin ini, kata dia, pengelolaan sampah bisa dilakukan desentralisasi. Artinya, sudah selesai di masing-masing kecamatan.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan jadi benar-benar tempat terakhir. Tahun ini, kata dia, pembangunan insenerator akan dibangun di tiga titik.
“Dua titik di kecamatan, dan satu titik di TPA. Rencananya, yang di kecamatan akan dibangun di Pandaan. Akan ada dua mesin di sana. Kenapa di Pandaan, karena per hari sampahnya bisa mencapai 26 ton. Kalau bisa selesai di kecamatan kan mengurangi penumpukan sampah di TPA,” urainya.
Satu mesin insenerator itu, kata dia, bisa mengelola 16 ton sampah per hari. Artinya, ketika dua mesin, itu cukup mengelola produksi sampah di Kecamatan Pandaan. Yang tidak bisa diolah dihancurkan dengan mesin, yang bisa dipilah dan bernilai ekonomis bisa dikelola KSM.
Tahun depan, kata dia, Dispendukcapil harus berbenah. Jangan sampai masyarakat datang ke kantor. Menurutnya, kantor hanya tempat server dan approval. Semua layanan cukup sampai di kecamatan. Jangan sampai ada masyarakat datang dari Tosari ke Bangil hanya mengurus KTP saja.
Dia juga bersyukur serapan gabah petani di Pasuruan naik kurang lebih 10 kali lipat dari tahun 2024 yang hanya 900 ton, dan sampai saat ini sudah mencapai 9.000 ton.
Faktornya intervensi dari Bulog, dengan harga gabah yang layak, petani menjual berasnya ke bulog dan semangat bertani tumbuh.
Dalam program sosial, kata dia, pihaknya juga sudah mendengar aspirasi dari penyandang disabilitas.
Menurutnya, pemda akan mendukung penyandang disabilitas untuk mudah diterima di dunia kerja.
“Bagi saya, setiap pembangunan ada tantangannya, kalau kita gak mencoba, kapan kita berhasil. Kita punya akurasi data masalah itu yang diselesaikan. Dan kuncinya, kita tidak bisa bergerak sendirian. Kita perlu kolaborasi, ada Forkopimda, ada DPRD, lintas sektor yakni Pemprov Jatim dan pusat,” tutupnya.